Resep Panjang Umur

SAYA berkesempatan memberikan kuliah subuh di masjid nasional Al-Akbar Surabaya. Senang sekali bertemu dengan jamaah subuh yang lumayan banyak yang menyampaikan rindunya kepada saya karena lama benar tak jumpa di masjid terbesar di Jawa Timur ini. Jadwal ceramah rutin saya di masjid ini pada tahun ini memang sangat sedikit karena beberapa hal.

Saya godain para jamaah subuh yang rata-rata sudah sepuh itu dengan resep panjang umur salah seorang jamaah saya yang mengatakan: “Hanya satu resep saya untuk panjang umur, shalat subuh berjamaah dan kemudian bersalaman dengan minimum 7 orang setiap pagi.” Ilmiahkah? Sangat iya. Salaman dari hati dan pelukan kasih sayang sungguh mampu mengubah cairan tubuh untuk mengaktifkan zat “kimia kebahagiaan.”

Saya kemudian katakan bahwa itulah sebabnya mengapa jamaah subuh di masjid adalah tua-tua, karena yang muda sudah “pada mati” alias pendek “umur.” penjelasan tentang ini sungguh bisa panjang sepanjang studi satu semester. Salah satu jamaah paling sepuh di Masjid al-Akbar adalah muadzdzin tertuanya, Bapak Marzuqi, yang berusia 84 tahun. Masih segar sekali dan datang ke masjid dengan bersepeda. Saya juga tanya beliau rahasia sehat panjang umurnya.

Beliau berkata: “Resep saya cuma satu saja, menjadikan shalat sebagai “olahraga” wajib saya. Setiap hari saya shalat Dhuha 12 rakaat. Satu lagi adalah tersenyum dan terus tersenyum. Satu lagi adalah membantu orang lain.

Jadi ada tiga “satu” resep saya.” Saya tersenyum dengan guyon matematikanya itu. Beliaupun menambahkan: “Satu hal yang paling pokok adalah bahwa saya bersahabat sekali dengan malaikat Izrail pencabut nyawa.”

Sayapun terpingkal-pingkal sambil pamit pulang. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2300972/resep-panjang-umur#sthash.jxRvcYuP.dpuf