10 Amalan di Hari Jumat Menurut Ajaran Rasulullah

10 Amalan di Hari Jumat Menurut Ajaran Rasulullah

Hari Jumat digelari Sayyidul Ayyam (tuannya para hari) karena merupakan hari yang istimewa dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan di hari Jumat.

Nah, berikut ini 10 amalan di hari Jumat menurut ajaran Rasulullah SAW yang dihimpun detikSulsel dari laman NU Online. Simak selengkapnya!

Amalan di Hari Jumat


1. Mandi Jumat

Salah satu amalan yang dapat dikerjakan umat muslim di hari Jumat yaitu mandi. Anjuran untuk mandi Jumat ini telah disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah.

Salah satu hadits berkaitan dengan hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, yaitu:

مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ النِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ

Artinya: “Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya”. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Berdasarkan hadits tersebut, dapat dipahami bahwa mandi Jumat disunnahkan bagi orang yang berniat melaksanakan shalat Jumat, meskipun Jumat tidak diwajibkan baginya.

Dengan demikian, kesunnahan mandi Jumat ini tidak hanya berlaku bagi laki-laki yang diwajibkan melakukan Jumat, namun juga berlaku bagi anak kecil, hamba sahaya, perempuan dan musafir yang berniat menghadiri shalat Jumat, meskipun mereka tidak diwajibkan melaksanakan Jumat.

Mandi Jumat dapat dilaksanakan sejak terbit fajar shadiq hingga menjelang pelaksanaan sholat Jumat. Namun, lebih utama jika dilakukan menjelang keberangkatan menuju tempat shalat Jumat.


2. Memotong Kuku dan Mencukur Kumis


Amalan selanjutnya yang dapat dilakukan oleh umat muslim saat Hari Jumat adalah potong kuku dan kumis. Amalan ini dianjurkan dilakukan sebelum sholat Jumat.

Hal ini sebagaimana yang bersumber dari Abu Jafar yang diambil dari kitab Assunanul Kubro.


كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Artinya: Nabi SAW biasa mencukur kumis dan kukunya di hari Jumat (HR Imam Al-Baihaqi).


3. Bersegera ke Masjid untuk sholat Jumat

Bagi umat muslim yang hendak melaksanakan sholat Jumat, hendaknya segera menuju masjid untuk menunaikan ibadah lain sebelum sholat Jumat. Dalam kitab Bidayatul Hidayah Imam al-Ghazali menjelaskan tidak terlambat ke masjid adalah salah satu keutamaan shalat Jumat.

Imam Ghazali juga mengatakan, jarak dekatnya manusia melihat Allah SWT saat kiamat bergantung pada waktu datang sholat Jumat. Semakin cepat seseorang datang melaksanakan sholat Jumat, maka semakin dekat jaraknya untuk melihat Tuhan.



4. Berpakaian yang Putih, Rapi, dan Bersih

Umat juga disunnahkan menggunakan pakaian berwarna putih saat melaksanakan sholat Jumat. Menggunakan pakaian putih juga bisa menjadi pengingat kepada pakaian akhir hayat di dunia, yakni kain kafan.

Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Artinya: Kenakanlah pakaian warna putih karena pakaian tersebut lebih bersih dan paling baik. Kafanilah pula orang yang mati di antara kalian dengan kain putih. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).


5. Menggunakan Parfum atau Wewangian

Sunnah lainnya di hari Jumat yaitu menggunakan parfum atau wewangian saat hendak menunaikan sholat Jumat. Namun perlu dipastikan parfum dan wewangian yang dipakai harus tetap suci atau berasal dari sesuatu yang suci.

Kesunnahan menggunakan wewangian ini disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya:

Hari ini (jum’at) adalah hari raya yang dijadikan Allah swt untuk umat Islam. Bagi siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak) (HR: Ibnu Majah).


6. Memperbanyak Sholawat

Amalan berikutnya yang dapat dilaksanakan saat hari Jumat adalah memperbanyak sholawat. Amalan ini dapat dilaksanakan bagi laki-laki maupun perempuan.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Al-Imam al-Baihaqi berikut ini:

أكثروا الصلاة علي ليلة الجمعة ويم الجمعة فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا ـ رواه البيهقي بإسناد جيد

Artinya: Perbanyaklah shalawat kepadaku pada malam Jumat dan hari Jumat. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. (HR Al-Imam al-Baihaqi dengan sanad yang baik).

Bahkan Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibariy menyatakan bahwa memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW di hari Jumat lebih utama daripada memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Qur’an yang tidak ada keterangan khusus dari Nabi Muhammad SAW.


7. Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca surah Al-Kahfi juga menjadi amalan utama yang dapat dilaksanakan saat hari Jumat. Disunnahkan membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat karena amalan ini memiliki keutamaan yang luar biasa.

Keutamaan tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim sebagai berikut:

من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Artinya: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya di antara dua Jumat.

Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi sebagai berikut:

من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له من النور ما بينه وبين البيت العتيق

Artinya: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka akan ada cahaya yang menyinarinya di antara dia dan Al-bait al-Atiq (Ka’bah).


8. Memperbanyak Berdoa

Pada hari Jumat, seluruh umat muslim baik laki-laki maupun perempuan juga disunnahkan memperbanyak doa. Memperbanyak doa dianjurkan agar doa-doa yang dipanjatkan bertepatan dengan waktu ijabah (terkabulnya doa) yang dirahasiakan Allah dalam satu kali 24 jam hari Jumat.

Syekh Jalaluddin al-Mahalli berkata:

ـ (ويكثر الدعاء) يومها رجاء أن يصادف ساعة الإجابة

Artinya: Dan sunnah memperbanyak berdoa pada hari Jumat karena berharap bertepatan dengan waktu ijabah. (Jalaludin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Syarah Minhaj at-Thalibin, juz 1, halaman: 334, Al-Hidayah)

Syekh Sayyid al-habib Abdullah bin Alwi al-Haddad sebagaimana dikutip Syekh Abu Bakr bin Syatha berkata:

وفي هذا اليوم ساعة شريفة يستجاب فيها الدعاء مطلقا وهي مبهمة في جميع اليوم كما قاله الإمام الغزالي وغيره

Artinya: Pada hari ini (Jumat) ada waktu yang mulia yang mana doa akan dikabulkan secara mutlak dan waktu tersebut disamarkan pada keseluruhan hari itu seperti halnya yang diungkapkan oleh Al-Imam al-Ghazali dan selainnya. (Al-Alamah Abi Bakr bin al-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz.2, halaman: 63, Dar Al-Fikr).

9. Membaca Surah Yasin

Amalan selanjutnya yang dapat dikerjakan di hari Jumat adalah membaca surah Yasih. Keutamaan membaca surat Yasin berlandaskan hadits riwayat Abu Daud sebagai berikut:

من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

Artinya: Barang siapa membaca surat Yasin dan Al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya. (HR Abu Daud dari al-Habr).

Namun, Al-Manawi menyebutkan bahwa hadits tersebut termasuk hadits yang sanadnya terputus sehingga status hadits tersebut lemah. Kendati demikian, hadits tersebut tetap bisa diamalkan sebab berkaitan dengan keutamaan amal (fadlail al-a’mal).


10. Memperbanyak Melakukan Kebaikan

Salah satu keutamaan hari Jumat adalah dilipatgandakannya pahala kebaikan sepuluh kali lipat daripada hari yang lain. Oleh karena itu, umat muslim baik laki-laki dan perempuan dianjurkan untuk memperbanyak melakukan kebaikan.

Syekh Abu Bakr bin Syatha berkata:

ـ (قوله: وسن إكثار فعل الخير فيهما) أي في يوم الجمعة وليلتها، لما أخرجه ابن زنجوية عن ابن المسيب بن رافع قال من عمل خيرا في يوم الجمعة ضعف له بعشرة أضعاف في سائر الأيام، ومن عمل شرا فمثل ذلك اه. إرشاد العباد. ويقاس باليوم: الليلة، إذ لا فرق

Artinya: Ucapan Syekh Zainuddin; dan sunnah memperbanyak kebaikan di malam dan hari Jumat; karena riwayat Ibnu Zanjawiyah dari Ibn al-Musayyab bin Rafi’, beliau berkata: Barang siapa yang berbuat kebaikan pada hari Jumat maka akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari hari yang lain, dan barang siapa berbuat kejelekan maka juga demikian (dilipatgandakan dosanya sepuluh kali lipat). Dan disamakan hari, yaitu malam, sebab tidak ada perbedaan sama sekali. (Syekh Abi Bakr bin Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, halaman: 104, Dar Al-Fikr).

sumber DETIK