berbakti pada orangtua

Cara Berbakti Kepada Orang Tua

Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Minhajul Islam menyebut setidaknya ada empat cara berbakti kepada orang tua yang masih hidup, yakni:

Menaati keduanya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya dalam hal perbuatan yang bukan termasuk maksiat kepada Allah:

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,” (QS. Luqman: 15).

Menghormati dan mengagungkan keduanya, merendahkan diri kepadanya, memuliakannya dengan perkataan atau perbuatan hingga memanggil keduanya dengan namanya tapi dengan sebutan ayah dan ibu.

Berbakti kepada keduanya dengan memberikan makanan dan pakaian, mengobati penyakit hingga menghidari gangguan yang mengusik keduanya.

Bersilaturahim dengan kerabat orang tua, mendoakan dan memohonkan ampunan bagi kerabat-kerabatnya.

Adapun bagi orang tua yang telah meninggal, kita bisa berbakti dengan melakukan anjuran Nabi Muhammad SAW seperti yang disebut dalam hadist riwayat Abu Daud. Dalam hadis tersebut seorang pemuda Anshar bertanya tentang cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal. Nabi lalu bersabda yang artinya:

“Ada empat hal yang bisa kamu lakukan, mendoakan keduanya agar memperoleh rahmat, memohon ampunan untuk keduanya, menunaikan haji untuk keduanya, memuliakan tamu keduanya, serta menyambung tali silaturahim kepada orang yang belum pernah bersilaturahim denganmu kecuali melalui keduanya. Itulah kesempatan bagimu yang bisa kamu lakukan untuk berbakti kepada keduanya setelah keduanya meninggal.” 

Sementara doa yang bisa dibaca untuk orang tua bisa kita ambil dari banyak ayat dalam Alquran:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Latin: “Rabbanaghfirlanaa wa li ikhwanina alladzina sabaqunaa bil iiman, wa laa taj’al fii quluubina gillallilladziina aamanuu rabbana innaka rouufurrohiim,”

“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hasyr: 10).

Atau juga sepeeti firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 24:

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا 

Latin: “Rabbirhamhuma kama rabbayani shaghira,”

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”  

IHRAM