Doa pada Musim Hujan

Musim hujan telah tiba. Dengan hujan, Allah menyuburkan tanaman-tanaman yang dibutuhkan manusia dan semua makhluk yang hidup di bumi, menumbuhkan pepohonan dan buahbuahan serta biji tanaman yang dibutuhkan manusia. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan bijibiji tanaman yang diketam.” (QS Qaaf [50] : 9).

Selain membawa kebaikan bagi kehidupan, pada musim hujan, berbagai hal yang tidak kita inginkan pun bisa terjadi, seperti banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, petir menyambar, dan angin beliung yang merusak.

Hujan yang pada awalnya menjadi sumber air dan pembawa rahmat (QS al-An’am [6]: 99) bisa berubah menjadi banjir bandang (QS al-Baqarah [2]: 59), angin yang pada awalnya berperan dalam proses penyerbukan tumbuhan (QS al-Kahfi [18]: 45) dan mendistribusikan awan (QS al-Baqarah [2]: 164) tiba-tiba berubah menjadi puting beliung yang meluluhlantakkan (QS Fushshilat [41]: 16), dan laut yang pada awalnya jinak (QS al-Hajj [22]: 65) tiba-tiba berubah menjadi tsunami yang meng gulung apa saja yang dilaluinya (QS at-Takwir [81]: 6).

Berkaitan datangnya musim hujan dan berbagai hal buruk yang mungkin terjadi, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan—selain usaha secara manusiawi—Nabi SAW memberikan panduan doa pada musim hujan. Doa sebagai senjata bagi Mukmin (HR Abu Ya’la), dan doa di saat hujan tidak akan tertolak (Mustadrak Hakim).

Pertama, doa saat ada angin kencang. “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya, dan kejeleken yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR Bukhari dan Tirmidzi).

Kedua, doa jika mendengar petir. Nabi SAW pernah ditanya tentang petir, Nabi menjawab, “Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.”

Doa ketika mendengar petir, “Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.” (Shahih Mauquf al- Muwatha).

Ketiga, doa ketika turun hujan. Ketika turun hujan, Nabi SAW memberikan tuntunan doa, “Allahumma shayyiban nafi’an (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat).” (HR Bukhari).

Keempat, doa apabila terjadi hujan lebat. “Allahumma hawaalaina walaa ‘alaina, Allahumma ‘alal aakami, wadzadziraabi, wa buthuni audiyati, wa manaabitisy syajari (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan).” (HR Bukhari dan Muslim).

Kelima, doa usai turun hujan. Dalam hal ini, usai turun, hujan Nabi SAW bersabda, “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari dan Muslm).

Semoga Allah melindungi kita dari berbagai hal buruk yang tidak kita inginkan terjadi dan menjadikan hujan sebagai rezeki yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Amin.

 

 Oleh: Imam Nur Suharno