Getol Bermaksiat Hanya akan Berakhir dengan Su’ul Khatimah

TAK ada seorang pun yang menginginkan kematian dalam keadaan jelek atau dalam keadaan ingkar kepada Allah SWT. Sebab semua orang pasti ingin masuk surga. Jeleknya kematian bisa jadi pertanda bahwa seseorang adalah ahli neraka.

Akhir kehidupan yang jelek sering disebut Su’ul khatimah. Su’ul khatimah adalah penutup kehidupan dunia yang buruk, seperti seseorang meninggal dunia dalam keadaan menentang Allah SWT, berada dalam kemurkaan-Nya, serta menyepelekan perkara yang telah Allah SWT wajibkan atasnya.

Di antara tanda-tanda su’ul khatimah seperti yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim di dalam kitabnya “Al jawabul Kaafi“ yang mengatakan bahwa “Ada salah seorang ketika kematian menjemputnya, dikatakan kepadanya untuk mengucapkan persaksian La ilaha illallah, maka dia mengatakan, ‘Tidak ada artinya bagiku dan aku pun tidak tahu sesungguhnya, apakah aku pernah melakukan shalat untuk Allah?’ Dia tidak bisa mengucapkannya.”

Ibnu Rajab di dalam kitabnya “Jami’ul ‘Ulum wal Hikam“ telah menukil dari salah seorang ulama’ bernama ‘Abdul Aziz bin Abi Rawaad yang mengatakan, “Sesungguhnya Aku telah mendatangi seorang lelaki yang sedang menghadapi maut, ia diajarkan untuk mengucapkan ‘La ilaha illallah (Tiada ilah yang berhak di sembah melainkan Allah)’ namun di akhir ucapannya dia mengingkari ucapan itu dan meninggal dalam keadaan bukan seorang Muslim.

Maka Ibnu Rajab bertanya apa yang menjadi penyebabnya, ternyata dia adalah seorang peminum khamr (minuman keras), kemudian ketika itu pula Abdul Aziz berkata, “Hati-hatilah kamu sekalian dari perbuatan dosa, maka pada dasarnya perbuatan itulah yang menyebabkannya.”

Kisah senada telah diceritakan oleh Adz Dzahabi, “Sesungguhnya ada seorang lelaki bersahabat dengan peminum khamr (minuman keras) dan ketika kematian akan menjemputnya, datang kepadanya seseorang lalu menalqinnya dengan syahadah, namun dia justru berkata, ‘Minumlah kamu dan berilah minum kepadaku,’ kemudian ia meninggal.”

Beberapa penyebab su’ul khatimah adalah akibat rusaknya akidah, adanya ketergantungan kepada dunia, dan terjerumus kepada jalan-jalan yang terlarang, menyeleweng dari jalan yang lurus dan menolak terhadap kebenaran serta petunjuk, dan selalu berbuat maksiat serta gemar melakukannya.

Jika seseorang gemar terhadap sesuatu sepanjang hidupnya, mencintainya, dan punya ketergantungan kepadanya; maka akan terbayang olehnya ketika akan meninggal. Pada kondisi tersebut akan menggambarkan keadaan kematiannya.

Berkata Ibnu Katsir, “Sesungguhnya perbuatan dosa, maksiat dan kecondongan kepada hawa nafsu, pengaruhnya akan mendominasi pelakunya ketika menjelang kematian dan setan akan menguatkannya, maka akan kumpul padanya dua kekalahan dengan lemahnya keimanan, sehingga dia akan terjatuh dalam akhir hidup yang tidak baik, Allah SWT.“ Naudzubillahi min dzalik. []

ISLAMPOS