Jangan Menggerutu di Tanah Suci

Melaksanakan rukun Islam yang ke lima merupakan dambaan umat Islam di seluruh dunia. Kenikmatan ibadah dan mengharap ridha dari Allah merupakan tujuan dari melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Setiap orang memiliki cara dan cerita yang berbeda ketika di Tanah Suci. Seperti Rosnani misalnya, wanita asal Cirebon yang pernah berangkat umrah pada tahun 2010, ia bisa menunaikan ibadah umrah karena hadiah dari puteranya.

Ia pun memiliki pengalaman spiritual yang membuatnya tersadar sampai saat ini. Ketika umrah di hari keempat, Rosnani bersama rombongan travelnya melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjidil Haram.

Namun, pagi ini ia merasakan lelah yang luar biasa berbeda seperti hari-hari sebelumnnya, mungkin karena usianya yang sudah lanjut.

“Aku sempat menggerutu ketika shalat, enggak khusyuk banget deh. Imamnya baca surat panjang, aku lupa surah apa waktu itu. ya di sana kan setiap shalat bacaanya satu juz. Aku gerutu ini imam gak tau diri banget sih! Enggak ngeliat makmum banyak yang lanjut usianya dan banyak juga kan nenek kakek yang pakai kursi roda,” kata dia yang Sepanjang shalat hatinya terus menggerutu.

Hingga usai shalat subuh, ia bersama rombongan hendak pulang ke hotel tapi tidak menemukan jalan pulang. Hatinya semakin kesal dan semakin kelelahan. “Jalan ke hotel kami lebih dekat ke pintu masuk utama, kami terus keliling-keliling enggak juga nemu jalan keluar,” ujarnya.

Ada salah seorang dari rombongannya berkata “Aduh!! Ini dosa apa ya Allah, sampai enggak bisa menemukan jalan pulang”.

Rosnani menjawab “Mungkin ini dosa saya kali pak, tadi selama shalat saya gerutu dan mencela imamnya.”

Satu rombongan beristighfar sampai ada nenek-nenek yang menangis karena terlalu kelelahan mencari jalan pulang. Ia pun terus beristigfar memohon ampun pada Allah, hampir satu jam setelah ia dan rombongan menyadarkan diri dan beristighfar baru lah mereka dapat menemukan jalan pulang.

“Kami dapat jalan pulang di arah Shafa Marwah, padahal udah berkali-kali kami lewati itu. entahlah memang harus jaga lisan ketika disana.”

Selain itu ia juga mendapatkan pengalaman yang penuh hikmah, selama disana banyak sekali orang yang memberikannya makanan. Sampai pernah dikejar-kejar oleh orang Arab yang hendak memberikannya makanan.

“Aku sempat takut tapi ketika ingat, mungkin ini balasan dari Allah. maaf bukan aku riya tapi aku memang sering memberikan makanan ke pedagang yang lewat depan rumah ku, siapa aja suka aku panggil dan aku kasih makanan. Ya Alhamdulillah pas disana aku gak perlu beli makan bahkan oleh-oleh pun banyak yang kasih” ungkapnya.

Banyak hikmah yang ia rasakan setelah ibadah umrah, ia lebih berhati-hati menjaga ucapan dan menerima segala keadaan dengan rasa syukur. ia mengatakan, sebelum berangkat ke Tanah Suci baiknya muhasabah diri dan banyak bertaubat serta berdoa agar dijaga hatinya oleh Allah agar khusyuk beribadah, karena jika Allah berkehendak semua mudah sekali terjadi.

 

 

sumber:Ihram.co.id