Kapuskes Haji Minta Calon Petugas Agar Ingatkan Jamaah Jangan Forsir Ibadah

Kapuskes Haji Minta Calon Petugas Agar Ingatkan Jamaah Jangan Forsir Ibadah

Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana meminta petugas penyelanggara ibadah haji Arab Saudi bidang kesehatan mengantisipasi jamaah haji melakukan aktivitas berlebihan.

Peringatan itu disampaikan Budi saat  memberikan pengarahan kepada 98 peserta latih petugas penyelanggara ibadah haji Arab Saudi di Lakespra, Selasa (10/5/2022).  

“Tolong antisipasi dari sini kita sudah mulai beredukasi,” kata Budi Sylvana saat memulai memberikan pengarahan. 

Budi mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa ada jamaah haji melakukan umroh sampai berkali-kali. 

Aktivitas berlebihan ini tidak direkomendasikan karena bisa membuat jamaah haji kelelahan sehingga mudah sakit dan bisa sampai meninggal.  

“Bahwa ada informasi jamaah kita ada yang sebelum Armuzna mereka melakukan umroh satu hari 11 kali,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Budi menceritakan pengalaman umrohnya selama lima hari saat awal Ramadhan kemarin. Saat hari pertama sampai ketiga kondisi baik-baik saja sehingga bisa melaksanakan sholat lima waktu di masjid. 

“Saya kebetulan dari Arab Saudi umroh lima hari di sana.  Hari pertama oke, hari kedua oke, hari ketiga oke masih semangat bahkan sampai sholat Subuh, sholat Isya semuanya di masjid,” katanya. 

Namun apa yang terjadi dari aktivitas yang berlebihan itu? Ternyata kondisi tubuh tidak bisa mengikuti aktivitas selanjutnya karena sudah kelelahan. Pada akhirnya tidak bisa lagi melaksanakan sholat lima waktu di masjid. 

“Begitu kita umroh pulang kondisi teman-teman sudah drop, termasuk saya. Besoknya Subuh ke masjid lewat, Zuhur ke masjid lewat, Ashar Magrib di masjid lewat,” katanya. 

Budi mengatakan tubuhnya yang dinyatakan paling bugar di Kementerian Kesehatan ketika melakukan aktivitas berlebihan, pada akhirnya kondisi fisiknya menurun alias drop. Apalagi jamaah haji melaksanakan umrah umrah berkali-kali, pasti akan kelelahan yang amat sangat. “Kalau kita paksain pasti akan kelalahan. Karena kita sudah test ombak,” katanya. 

Untuk itu Budi meminta petugas kesehatan haji selalu memberikan edukasi agar jamaah haji dapat mengatur aktivitasnya. Jangan sampai tiba pada saatnya jamaah haji tidak bisa melaksanakan rukun dan wajib haji karena sakit. 

“Kita membawa jamaah sehat ke Arab Saudi bukan membawa jamaah sakit. Kita ke Arab Saudi membawa jamaah dalam kondisi sehat  intinya pulangnya dalam kondisi sehat,” katanya. 

IHRAM