malaikat

Mengapa Malaikat Selalu Taat Kepada Allah?

Di dalam Al-Quran, Allah menegaskan dalam banyak ayat bahwa para malaikat adalah para hamba-Nya yang mulia. Mereka senantiasa mengikuti perintah-Nya, selalu taat dan tidak pernah maksiat kepada-Nya. Mereka hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah.

Ini sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Anbiya’ ayat 26-27 berikut;

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ

Dan mereka berkataTuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak. Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

Juga dalam surah Al-Tahrim ayat 6, Allah berfirman sebagai berikut;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Para ulama telah menjelaskan mengenai sebab mengapa para malaikat selalu taat kepada Allah dan tidak pernah maksiat kepada-Nya. Salah satu sebabnya adalah karena para malaikat hanya dibekali akal semata, dan tidak dibekali syahwat. Para malaikat tidak memiliki syahwat sehingga tidak ada potensi di dalam diri mereka untuk bermaksiat kepada Allah.

Ini berbeda dengan manusia. Selain dibekali akal, manusia juga dibekali syahwat. Sehingga selain berpotensi melakukan taat dengan akalnya, manusia juga berpotensi melakukan maksiat dengan syahwatnya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Thariq Al-Hijratain berikut;

فإن الله سبحانه خلق خلقَه أطواراً ، فخلق الملائكة عقولاً لا شهوات لها ولا طبيعة تتقاضى منها خلاف ما يراد من مادة نورية لا تقتضي شيئاً من الآثار والطبائع المذمومة

Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya dalam bentuk yang bermacam-macam. Dia menciptakan malaikat dengan dibekali akal dan tidak dibekali syahwat dan watak yang memungkinkan menyelisihi maksud tujuan mereka yang diciptakan dari cahaya yang tidak mungkin memiliki tabiat-tabiat yang tercela.

Dalam kitab Majmu Al-Fatwa, Ibnu Taimiyah menyebutkan sebagai berikut;

خُلقَ للملائكة عقولٌ بلا شهوة وخُلق للبهائم شهوة بلا عقل وخُلق للإنسان عقل وشهوة فمَن غلب عقلُه شهوتَه : فهو خير من الملائكة ومَن غلبت شهوتُه عقلَه : فالبهائم خير منه

Diciptakan untuk malaikat akal tanpa syahwat, dan diciptakan untuk hewan syahwat tanpa akal, serta diciptakan untuk manusia akal dan syahwat. Siapa saja yang mendayagunakan akalnya dibanding syahwatnya, maka dia lebih baik dari malaikat, dan siapa saja yang mendayagunakan syahwatnya dibanding akalnya, maka hewan lebih baik darinya.

BINCANG SYARIAH