7 Orang yang Doanya Dijamin Terkabul oleh Allah SWT

Allah SWT mengabulkan doa orang-orang yang telah Dia pilih.

Setiap Muslim pasti ingin doanya dikabulkan Allah AWT. Bahkan, banyak orang yang memburu waktu-waktu tertentu agar doanya cepat terkabul, semisal pada tengah malam.

Tapi, tahukah Anda, jika ada orang-orang yang doanya dijamin Allah SWT terkabul. Siapa saja? Berikut ulasannya seperti dilansir Alukah.net pada Kamis (17/6).

Pertama, doa anak yang saleh kepada orang tuanya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah petikan hadits tentang para penghuni gua atau tiga orang yang terjebak dalam gua.

عن عبدالله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما – من حديث أصحاب الغار -: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((فقال رجل منهم: اللهم كان لي أبوان شيخان كبيران، وكنت لا أغبِقُ قبلهما أهلًا ولا مالًا، فنأى بي في طلب شيءٍ يومًا فلم أُرِحْ عليهما حتى ناما، فحلبت لهما غَبوقهما (أي اللبن عند العشاء)، فوجدتهما نائمين، وكرهت أن أغبق (أشرب) قبلهما أهلًا أو مالًا، فلبثت والقدح على يدي أنتظر استيقاظهما حتى برق الفجر، فاستيقظا فشربا غبوقهما،اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك، ففرِّجْ عنا ما نحن فيه من هذه الصخرة، فانفرجت شيئًا لا يستطيعون الخروج منه))

Dari Abdullah bin Umar bin Khattab RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Salah seorang di antara mereka berkata: ‘Ya Allah, aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah renta dan aku tidak berani memberikan jatah minum mereka kepada keluargaku (istri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku).

Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, lantas aku memeras susu seukuran jatah minum keduanya, namun aku pun mendapatkan keduanya tengah tertidur.

Meskipun begitu, aku tidak berani memberikan jatah minum mereka tersebut kepada keluargaku (istri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Akhirnya, aku tetap menunggu (kapan) keduanya bangun, sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada di tanganku, hingga fajar menyingsing. Barulah keduanya pun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka.

“Ya Allah, jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajah-Mu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang, namun mereka tidak dapat keluar.”

 عن أبي هريرة رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن الرجل لترفع درجته في الجنة فيقول: أنى هذا؟! فيقال: باستغفار ولدك لك))

Diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga, lalu orang tersebut akan bertanya, Bagaimana ini bisa terjadi? Lalu dijawab, “Karena anakmu telah memohonkan ampun untukmu.”

Kedua, doa Muslim secara tak langsung (tanpa diketahui)

دعوة المرء المسلم لأخيه بظهر الغيب مستجابة، عند رأسه مَلَك موكل، كلما دعا لأخيه بخيرٍ قال المَلَك الموكل به: آمين، ولك بمثلٍ

Diriwayatkan Imam Muslim dari Ummu Darda RA, Nabi SAW bersabda, “Doa seorang Muslim untuk saudara Muslimnya dari belakangnya (tanpa diketahui) adalah mustajab, di setiap kepalanya ada seorang malaikat yang ditugaskan, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan tersebut berkat, ‘Aamiin, dan engkau mendapat sepertinya.” 

Ketiga, orang yang teraniaya

روى مسلم عن معاذ بن جبلٍ: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:اتق دعوةَ المظلوم؛ فإنه ليس بينها وبين الله حجاب

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Muadz bin Jabal RA. Nabi SAW bersabda, “Takutlah akan doa orang yang dizalimi. Karena, sungguh tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah.”

روى الطبراني عن خزيمة بن ثابتٍ رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اتقوا دعوة المظلوم؛ فإنها تُحمَل على الغمام، يقول الله عز وجل: وعزتي وجلالي لأنصرَنَّك ولو بعد حينٍ

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tabrani dari Huzaimah bin Tsabit berkata, Rasulullah bersabda, “Takutlah akan doa orang yang dizalimi karena doa itu akan dibawa ke atas awan. Allah berfirman. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku. Aku pasti benar-benar akan menolongmu walaupun setelah waktu yang tidak ditentukan.”

روى أبو داود الطيالسي عن أبي هريرة: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:دعوة المظلوم مستجابة، وإن كان فاجرًا ففجورُه على نفسِه

Dalam hadits riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW berkata, “Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudharatkan dirinya (tanpa memengaruhi keterkabulan doa tadi).”

Keempat, orang tua yang saleh 

روى أبو داود عن أبي هريرة: أن النبيَّ صلى الله عليه وسلم قال: ثلاثُ دعواتٍ مستجابات لا شك فيهن: دعوة الوالد، ودعوة المسافر، ودعوة المظلوم 

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dari Abu Hurairai RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa yang pasti dikabulkan tanpa ada keraguan padanya, doanya orang yang terzalimi, doanya seorang musafir, dan doa jeleknya orang tua pada anaknya.”

Kelima, pemimpin yang adil

روى البيهقيُّ عن أبي هريرة: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال ثلاثة لا يرُدُّ اللهُ دعاءهم: الذاكر الله كثيرًا، ودعوة المظلوم، والإمام المُقسِط

Diriwayatkan Imam Baihaqi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak ditolak Allah SWT, orang yang banyak berdzikir, orang yang dizalimi, dan pemimpin yang adil.”

Keenam dan ketujuh, orang yang puasa dan orang yang sedang safar

روى البيهقي عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ثلاث دعواتٍ مستجابات: دعوة الصائم، ودعوة المسافر، ودعوة المظلوم

Diriwayatkan Imam Baihaqi dari Abu Hurairah RA, bersabda Rasulullah, “Tiga orang yang doanya diijabah, doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi, dan doa orang yang sedang safar.” 

Sumber: alukah 

KHAZANAH REPUBLIKA