‘Tayangan Televisi Seharusnya Mencerdaskan’

Program reality show ‘Karma’ yang ditayangkan ANTV dikecam karena dinilai bertentangan dengan akidah islamiyah. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodiq Mujahid menilai, tayangan di televisi seharusnya mencerdaskan dan membawa pada pola pikir modern yang benar, yakni berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbasis agama.

“Kalau suatu tayangan dinilai bertentangan dengan akidah seperti disampaikan Din Syamsuddin, maka artinya bukan hanya berakibat dosa dan meresahkan tapi artinya itu tidak mencerdaskan manusia dan tidak sesuai dengan harkat dan jati diri manusia,” ujar dia saat dihubungi, Ahad (24/6).

Sodiq melanjutkan, akidah islamiyah adalah sistem nilai dan keyakinan untuk menjaga manusia tetap berada pada posisinya sebagai makhluk paling sempurna dibanding makhluk lain. Akidah ini juga menjadi basis keyakinan agar manusia bisa maju dan terus berkembang.

“Dengan demikian, kita bisa paham bahwa seorang Din Syamsuddin meminta acara tersebut dievaluasi bahkan dihentikan,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengecam program reality show ‘Karma’ yang ditayangkan ANTV. Din menyimpulkan acara yang dipandu Robby Purba dan menampilkan Roy Kiyoshi sebagai paranormal itu banyak hal yang bertentangan dengan akidah islamiyah.

“Setelah menonton acara Karma Roy Kiyoshi di ANTV, saya menyimpulkan di acara tersebut dapat menyesatkan akidah umat Islam,” ujar Din dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (24/6).

Din meminta Komisi Pengkajian MUI untuk segera mengkaji lebih lanjut program acara TV yang telah ditayangkan ANTV sejak Desember 2017 itu. Ia juga menyarankan ANTV untuk menghentikan penayangan Karma sebelum menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam.

Berdasarkan laman karma.antvklik.com, ‘Karma’ merupakan program misteri yang mengangkat kisah nyata dari 31 partisipan sesuai tanggal lahirnya. Dua orang paranormal tampil sebagai pembawa acara. Mereka menguak kisah problematika kehidupan setiap partisipan.

 

REPUBLIKA

Din: Program ‘Karma’ di ANTV Bertentangan dengan Akidah

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengecam program reality show Karma yang ditayangkan ANTV. Din menyimpulkan acara yang dipandu Robby Purba dan menampilkan Roy Kiyoshi sebagai paranormal itu banyak hal yang bertentangan dengan akidah Islamiyah.

“Setelah menonton acara Karma Roy Kiyoshi di ANTV, saya menyimpulkan di acara tersebut dapat menyesatkan akidah umat Islam,” ujar Din dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Ahad (24/6).

Din meminta Komisi Pengkajian MUI untuk segera mengkaji lebih lanjut program acara TV yang telah ditayangkan ANTV sejak Desember 2017 itu. Ia juga menyarankan ANTV untuk menghentikan penayangan Karma sebelum menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam.

“Saya juga berharap Komisi Penyiaran Indonesia segera melakukan langkah-langkah sesuai kewenangannya dan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Berdasarkan laman karma.antvklik.com, Karma merupakan program misteri reality show yang mengangkat kisah nyata dari 31 partisipan sesuai tanggal lahirnya. Dua orang paranormal tampil sebagai pembawa acara. Mereka menguak kisah problematika kehidupan setiap partisipan.

 

REPUBLIKA