Jangan Pernah Remehkan Satu Kebaikan

Setiap amal baik ada pahalanya. Seperti disebutkan dalam hadis, satu kebaikan akan dibalas dengan sepu luh kebaikan, bahkan lebih. Nabi bersabda, “Barang siapa berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, Allah menca tat nya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipat gandakan lagi.” (HR alBukhari dan Muslim)

Setidaknya ada beberapa amal yang nilai pahalanya bisa berkembang semakin banyak meskipun orang yang beramal telah meninggal dunia. Pertama, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh. Jariyah dalam bahasa Arab artinya “mengalir”, yakni pahalanya terusmenerus mengalir tanpa henti. Nabi bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, putuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Sedekah jariyah adalah pemberian kepada orang lain yang terus-menerus dimanfaatkan dan dirasakan secara nyata oleh orang lain. Misalnya, sedekah untuk membangun masjid, sekolah, panti-panti anak yatim, dan seterusnya. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu, baik teoretis maupun praktis, yang wujudnya berguna bagi manusia lain sampai kapan pun. Kemudian, anak saleh yang selalu men doakan orang tuanya. Karena kesalehan sang anak, orang tua tidak henti-hentinya dikirimi doa sehingga di alam kubur terusmenerus mendapat kebaikan dari Allah.

Kedua, menunjukkan orang lain pada kebaikan atau memberikan keteladanan yang baik. Nabi bersabda, “Barang siapa menunjukkan seseorang kepada kebaikan, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR Muslim). Dalam hadis lain, Nabi mengatakan, “Ba rang siapa yang melakukan satu sunah (ke biasaan) yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang melakukan kebiasaan tersebut setelahnya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun.” (HR Muslim)

Imam an-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan, hadis itu menunjukkan keutamaan yang besar bagi orang yang memulai melakukan satu amal kebaikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi yang lainnya. Siapa saja yang melakukan amal yang baik, ia akan men dapatkan pahala semisal dengan pa-ha la-pahala yang didapatkan oleh orang-orang yang mengamalkan kebaikan terse but, karena mencontohnya, semasa hidup-nya atau setelah matinya sampai hari kiamat.

Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan satu pun kebaikan yang dilakukan karena jika kebaikan itu dilihat kemudian ditiru oleh orang lain, ia akan mendapat kan pahalanya dan pahala dari orang yang me niru itu tanpa sedikit pun mengurangi pa hala si peniru tadi. Sebaliknya, jangan pula menyepelekan keburukan sekecil apa pun.

Karena, jika keburukan itu ditiru oleh orang lain, ia akan ikut mendapatkan dosanya dan dosa dari orang yang meniru keburukannya. Kita bisa mengembangkan nilai pahala kita dengan melakukan kebaikan dan kemudian orang lain meniru melakukan kebaikan yang sama dengan yang kita lakukan. Wallahu a’lam.

IHRAM