Kisah Penggali Kubur dan Khalifah Abdul Malik

Inilah kisah penggali kubur dan khalifah Abdul Malik bin Marwan. Syahdan, seorang pemuda yang berprofesi sebagai penggali kubur datang kepada Khalifah Abdul Malik bin Marwan, pemuda itu datang dalam keadaan sedih dan menangis.

Si pemuda berkata kepada kepada Abdul Malik bin Marwan, “Wahai Abdul Malik bin Marwan aku melakukan dosa yang sangat besar, apakah masih ada pintu taubat bagiku?

Abdul Malik bin Marwan berkata: “Dosa apa yang kamu lakukan? Pemuda itu menjawab, dosa yang sangat besar!  Abdul Malik bin Marwan menimpalinya, “Bertaubatlah kepada Allah karena Allah maha menerima taubat”.

Si pemuda berkata: “Wahai Abdul Malik bin Marwan aku pernah menggali  beberapa kuburan, dan aku melihat sesuatu yang ajaib, Abdul Malik bin Marwan berkata: “Apa yang kamu lihat? Si pemuda menceritakan keajaiban itu.

Pertama, aku pernah menggali kubur seseorang, ketika itu aku melihat mayat yang tidak meghadap ke kiblat, dan aku berusaha untuk menghadapkannya ke arah kiblat, ketika aku hendak keluar dari kuburan, tiba-tiba ada suara dari dalam kuburan;

 ” Engkau jangan bertanya kenapa mayat itu tidak menghadap kiblat” Aku bertanya kenapa mayat ini berpaling dari kiblat? Suara misterius itu menjawabnya, “karena mayat itu melalaikan kewajiban sholat”.  

Kedua, aku menggali kuburan yang lain, aku melihat mayat yang berubah wajahnya, wajah si mayat menyerupai khimar, badannya dipenuhi ikatan rantai besi, dan lehernya dibelenggu dengan rantai besi yang sangat kuat. Aku berusa untuk melepaskan lilitan rantai itu, ketika aku hendak keluar dari dalam kubur, tiba-tiba ada suara dari dalam kubur;

“Engkau jangan bertanya amal apa yang diperbuat oleh mayat itu, dan kenapa mayat itu disiksa” Aku  bertanya kenapa mayat ini disiksa seperti itu? Suara misterius itu menjawabnya, “Mayat itu disiksa karena dimasa hidupnya ia gemar minum-minuman keras dan ia tidak sempat untuk bertaubat. 

Ketiga, aku menggali kubur dan menemukan mayat yang diikat ke tanah dengan tali api dan dia mengeluarkan lidahnya dari punggungnya. Ketika aku hendak keluar dari kuburan itu ada suara yang memanggilku “Jangan engkau bertanya kenapa mayat itu diberi cobaan seperti itu” Aku bertanya Mengapa? 

Ia menjawab, “Mayat itu tidak berhati-hati dengan air seni, dan ia menyebarkan percakapan diantara orang-orang, itulah balasan baginya”

Keempat, aku menggali kuburan dan menemukan mayat yang terbakar, ketika aku ingin keluar dari kuburan itu, tiba-tiba ada suara yang menyatakan, “Kenapa kamu tidak bertanya tentang mayat itu”.

Lalu aku bertanya kenapa dengan mayat itu? Suara itu menjawab, “Ia adalah orang yang meninggalkan sholat lima waktu”.

Kelima,aku menggali kubur dan aku melihat kubur itu luas sekali, seluas mata memandang, dan ada cahaya yang meneranginya, mayatnya tidur di atas ranjang dengan pakaian yang sangat bagus. Ketika aku hendak keluar dari kuburan ada suara yang menyatakan; 

” Kenapa kamu tidak bertanya kenapa mayat itu dimulkanan” Aku bertanya kenapa? Ia menjawab, “Mayat itu adalah seorang pemuda yang rajin beribadah dengan ibadahnya tersebut Allah telah memuliakannya”.

Mendengar cerita itu Abdul Malik bin Marwan berkata kepada pemuda itu, “Cerita yang kamu sampaikan adalah gambaran bagi orang-orang yang bermaksiat dan juga bagi orang-orang yang taat”. 

Demikian penjelasan terkait kisah penggali kubur dan Khalifah Abdul Malik bin Marwan.   Wallahu A’lam Bissawab.

BINCANG SYARIAH