Tafsir Ayat Tentang “Pohon Kurma” (Bag. 2)

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du :

INILAH POHON IMAN DALAM  SURAT IBRAHIM : 24-25

Dalam surat Ibrahim : 24-25 yang telah disebutkan di atas, Allah Ta’ala membuat perumpamaan berupa sebuah pohon yang diberkahi olehNya. 

Allah Ta’ala memperumpamakan “Kalimatan Thayyibah (kalimat baik)” yang maksudnya adalah kalimat iman atau keimanan sebagai sebuah pohon iman yang merupakan sebaik-baik pohon, akarnya kokoh menghujam kedalam bumi dan dahan rantingnya menjulang tinggi ke langit, buahnya tak terputus, selalu ada di setiap waktu.

Akar pohon iman

Akar pohon iman ini menghujam kedalam bumi, maksudnya adalah dasar keimanan yang kokoh dalam hati seorang mukmin berupa ilmu tentang iman dan keyakinan yang benar.

Dan akar pohon iman ini adalah rukun iman yang enam, yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari Akhir, dan iman terhadap takdir. 

Sedangkan iman kepada Allah adalah dasar dari seluruh rukun iman yang lainnya, dengan demikian Tauhid adalah dasar keimanan, karena iman kepada Allah mencakup mengimani keberadaan Allah dan mengesakan Allah atau tauhidullah!

Dahan dan ranting pohon iman

Sedangkan dahan dan ranting pohon iman adalah seluruh amalan ketaatan kepada Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang diridhoi oleh Allah, baik ucapan dan perbuatan yang lahir maupun batin. 

Jadi dasar keimanan yang kokoh dalam hati menumbuhkan ucapan dan amal sholeh yang diridhoi oleh Allah.

Dahan ranting tersebut menjulang tinggi ke langit, maksudnya ucapan dan perbuatan yang diridhoi Allah tersebut terangkat ke atas, diterima oleh Allah pada setiap waktu, pagi dan sore.

Buah pohon iman

Adapun buah dari pohon iman ini adalah kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akherat.

Jadi seorang mukmin yang memiliki dasar iman yang kokoh dalam hati dan ucapan serta amalnya sholeh, diridhoi oleh Allah itu membuahkan kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akherat. 

Pohon iman itu membuahkan buah setiap musim, maksudnya buah keimanan yang berupa kebaikan dan kebahagiaan itu dirasakan terus menerus oleh seorang mukmin di setiap waktu selama iman dan tauhid seseorang masih ada dalam hatinya, sebagaimana buah di surga terus ada tak pernah habis dan selalu siap dipetik.

POHOM IMAN DALAM HADITS

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan pohon iman dengan bahasa yang lainnya, beliau bersabda :

الإيمان بضع وسبعون شعبة: أعلاها قول لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبة من شعب الإيمان

“Iman itu tujuh puluh sekian cabang : paling tingginya adalah ucapan Laa ilaaha illallaah , dan paling rendahnya adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu adalah salah satu cabang keimanan!” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Hadits ini menunjukkan bahwa pohon iman itu terdiri dari cabang-cabang berupa ucapan, contohnya adalah ucapan Laa ilaaha illallaah, dan berupa perbuatan, contohnya  menyingkirkan gangguan dari jalan, serta berupa amalan hati, contohnya malu.

Sehingga profil seorang mukmin adalah orang yang hatinya bersih, ucapannya baik dan perbuatannya sholeh, sosok seorang mukmin adalah sosok orang yang lahir dan batinnya diridhoi oleh Allah, bersih dari segala kotoran  dan perusak keimanan.

PROFIL SEORANG MUKMIN 

Dari penjelasan ayat tentang “Pohon Iman”, maka profil seorang mukmin yang baik adalah 

  • Sosok yang ilmu tentang iman dan keyakinannya benar dan kokoh dalam hatinya sehingga bersih dan baik hatinya.
  • Ucapan dan perbuatannya diridhoi Allah dan terangkat ke atas, diterima oleh Allah Ta’ala.
  • Ia mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akherat. 

Dengan demikian profil seorang mukmin yang sempurna keimanannya adalah sosok yang lahir dan batinnya diridhoi oleh Allah, bersih dari segala kotoran  dan perusak keimanan, dan bahagia di dunia mapun di akherat.

Wallahu a’lam bishshawab.

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/56883-tafsir-ayat-tentang-pohon-kurma-bag-2.html

Tafsir Ayat Tentang “Pohon Kurma”? (Bag. 1)

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du :

AYAT TENTANG “POHON IMAN”

Sobat, tahukah anda bahwa Allah Ta’ala telah membuat perumpamaan tentang pohon iman di dalam Alquran?

Simaklah firman Allah Ta’ala berikut ini :

{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ}

(24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan dahannya (menjulang) ke langit,

{تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ}

(25) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS.Ibrahim : 24-25).  

TAFSIR SURAT AYAT TENTANG “POHON IMAN”

Berikut ini tafsiran pakar tafsir dari kalangan Salaf Sholeh rahimahumullah :

Tafsir {كَلِمَةً طَيِّبَةً} =  “kalimat yang baik”

Pakar tafsir dari kalangan sahabat, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan dengan :

 شهادة أن لا إله إلا الله 

“Syahadat La ilaha illallah”

Ar-Rabi’ bin Anas radhiyallahu anhu menafsirkan dengan :

هذا مَثَلُ الإيمان

Ini adalah perumpamaan iman

Tafsir {كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ} =  “seperti pohon yang baik”

Dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim (lafazh Muslim), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ  

“Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang mukmin ?”

Di akhir hadits , beliau menyebutkan pohon tersebut dengan sabdanya :

هي النخلة

“Pohon itu adalah pohon kurma”

Pakar tafsir dari kalangan tabi’in, Mujahid rahimahullah menafsirkan dengan :

 كنخلة 

“seperti pohon kurma”

Sahabat yang mulia, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menafsirkan dengan :

هي النخلة

“Pohon tersebut adalah pohon kurma”

Tafsiran Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu :

“Pohon tersebut adalah pohon di surga”

هي شجرة في الجنة

Tafsiran pakar tafsir dari kalangan tabi’in, Qotadah rahimahullah :

كنا نُحَدَّث أنها النخلة

“Dahulu kami membicarakan tentangnya, bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma”

Tafsiran pakar tafsir dari kalangan tabi’in, Ikrimah rahimahullah :

هي النخلة

“Pohon tersebut adalah pohon kurma”

Tafsir {تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا } = “pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan dengan :

غُدْوةً وعشيّةً

“pagi dan sore”

 يذكر الله كلّ ساعة من الليل والنهار

“Mengingat Allah setiap saat, malam dan siang”

Adh-dhahhak rahimahullah berkata :

المؤمن يطيع الله بالليل والنهار وفي كل حينٍ

“Seorang mukmin taat kepada Allah pada malam dan siang hari serta setiap saat”

تخرج ثمرتها كُلَّ حين. وهذا مثلُ المؤمن يعمل كل حين ، كل ساعة مِن النهار ، وكل ساعة من الليل ، وبالشتاء والصيف ، بطاعة الله

“Keluar buahnya setiap saat. Ini perumpamaan seorang mukmin yang beramal sholeh setiap saat, tiap waktu siang dan malam, baik di saat musim dingin maupun musim panas dengan taat kepada Allah”

Ar-Rabi’ bin Anas radhiyallahu anhu menafsirkan dengan :

 يصعَدُ عمله أولَ النهار وآخره

“Naik amalnya di awah hari dan diakhir hari”

Tafisr firman Allah Ta’ala :

{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ}

(24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan dahannya (menjulang) ke langit.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan firman-Nya :

{ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً }

“Syahadat La ilaha illallah”

{ كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ }

“yaitu seorang yang beriman”

{ أَصْلُهَا ثَابِتٌ }

“La ilaha illallah dalam hati seorang mukmin”

{ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ }

“amal seorang mukmin diangkat ke langit dengan sebabnya (La ilaha illallah)” 

Dalam ucapan beliau yang lainnya :

“Yang dimaksud dengan pohon yang baik adalah seorang mukmin, dan maksud dari akarnya teguh di bumi dan cabangnya (menjulang) ke langit adalah seorang mukmin beramal sholeh dan berbicara di bumi , lalu amal dan ucapannya sampai di langit sedangkan ia tetap di bumi”

Ar-Rabi’ bin Anas radhiyallahu anhu menafsirkan firman Allah :

{ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً }

beliau berkata : “Ini adalah perumpamaan iman. Iman diperumpamakan sebagai pohon yang baik, akarnya kokoh yang tidak hilang, yaitu : ikhlash lillah, dan dahannya ke langit, yaitu cabang keimanan berupa takut kepada Allah yang didasari ilmu

(Bersambung, in sya Allah)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: Muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/56879-tafsir-ayat-tentang-pohon-kurma-bag-1.html