Hukum Puasa di Bulan Sya’ban

Pertanyaan:

Bagaimana hukum puasa di bulan Sya’ban?

Jawaban:

Puasa di bulan Sya’ban hukumnya sunnah. Memperbanyak puasa di bulan tersebut juga hukumnya sunnah. Sebagaimana ucapan ‘Aisyah radhiallahu’anhu,

ما رأيته أكثر صياما منه في شعبان

Aku tidaklah melihat bulan yang paling banyak beliau berpuasa padanya selain bulan Sya’ban” (HR. Muslim no. 1162)

Oleh karenanya, hendaknya seorang muslim memperbanyak puasa di bulan Sya’ban berdasarkan hadits di atas.

Ulama rahimahumullah mengatakan bahwa puasa di bulan Sya’ban ibarat shalat sunnah rawatib bagi shalat fardhu. Puasa di bulan Sya’ban seakan-akan pembuka bagi bulan Ramadhan yakni bagaikan rawatib bagi bulan Ramadhan. Sebab itu, disunnahkan puasa di bulan Sya’ban. Demikian pula, disunnahkan puasa enam hari di bulan Syawwal. Seolah-olah puasa sunnah tersebut adalah rawatib sebelum dan sesudah puasa wajib. Puasa di bulan Sya’ban juga mengandung faidah yang lain yaitu memperkuat dan menyiapkan diri untuk berpuasa. Tujuannya supaya ia siap sedia menyambut puasa Ramadhan sehingga ia pun mudah dalam menjalankannya.

***

Diterjemahkan dari Fatawa Arkanil Islam karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, penerbit Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Al-Khairiyah, cetakan ketiga, tahun 1437 H, hal. 589-590.

Penerjemah: Ummu Fathimah

Artikel Muslimah.or.id