Sering Dilakukan, 7 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Puasa ‘Tak Berguna’

Ramadhan bukan hanya tentang “tidak makan apa-apa” tetapi memiliki banyak arti yang akan menguntungkan kamu baik secara fisik maupun rohani. Bukan hanya tentang menjauhi makanan, namun banyak aspek yang akan kamu pahami di bulan suci ini.

Selalu dikatakan jika kamu memiliki pikiran yang sehat maka kamu memiliki tubuh yang sehat. Ramadhan memurnikan pikiran dan jiwa saat kamu bertobat untuk dosa-dosa dan mengendalikan semua keinginan tidak sehat.

Di bulan Ramadhan, kamu punya waktu untuk memurnikan jiwa saat doa kamu didengarkan dengan cepat dan semua dosa dileburkan. Dengan mengendalikan semua keinginan duniawi, kamu lebih dekat dengan Allah SWT.

Kamu jadi tahu arti sebenarnya dari kemanusiaan dan kebahagiaan ketika membantu orang lain dengan menyumbang uang dan makanan. Ramadhan juga akan membuat kamu menyadari penderitaan orang lain yang tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Puasa Ramadhan adalah satu rukun Islam dan tanpa itu kamu tidak bisa disebut Muslim yang baik. Puasa selama ramadhan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

 

Diantaranya menurunkan gula darah tinggi, menghilangkan kolesterol, menjaga jantung sehat, membersihkan hati dan tubuh. Ada banyak manfaat spiritual juga.

Jiwa dimurnikan dan pikiran dibersihkan dari semua pikiran jahat. Kamu mendekati Allah SWT dan melupakan perbuatan jahat. Ramadhan adalah waktu berkah dan semua setan terikat oleh Allah yang Maha Kuasa sehingga mereka tidak akan mengganggu Ramadhan.

Namun semua manfaat Ramadhan ini tak akan berguna juga kamu masih melakukan kebiasaan ini. Dilansir TribunTravel.com dari laman boldsky.com, 7 kebiasaan yang buat puasa kamu tak berguna.

1. Hindari menatap lawan jenis

Jaga pandangan jika kamu seorang Muslim sejati.

Menatap lawan jenis akan mengisi pikiran dengan hal negatif dan kamu mungkin melakukan dosa.

Khususnya di bulan Ramadhan, yang merupakan bulan berkah, hindari dosa-dosa seperti itu, kamu tidak akan mendapatkan manfaat dari Rozah.

2. Jangan emosi

Ramadhan adalah waktu kesabaran dan menunjukkan kemanusiaan terhadap orang lain.

3. Hindari pakaian yang mengundang nafsu

Dalam Islam, kita harus berpakaian dengan benar demi kesopanan dan itu mencegah para lawan jenis tertarik melihat ke arahmu. Sebab ini juga dapat merusak puasa mereka.

Perempuan harus menutupi tubuh mereka dan kepala dengan benar dan begitu juga laki-laki.

Ini akan melindungi kamu dari mata jahat orang lain dan mencegah anggota pria terpesona oleh pakaian kamu.

4. Jangan makan berlebihan

Ramadhan juga mengajarkan kita bagaimana perasaan orang lain ketika mereka lapar dan lemah sehingga kita bisa tahu betapa sulitnya kelaparan.

Muslim kemudian akan menyadari dan akan bermurah hati terhadap orang miskin.

Jika kamu makan berlebihan, kamu akan kehilangan manfaat itu.

5. Jangan tertawa keras

Tertawa seperti orang gila bukanlah hal yang etis untuk dilakukan.

Nabi Muhammad saw biasanya memberikan senyuman yang indah dan tidak pernah tertawa keras.

ni menambah pesona kepribadian dan mencerminkan kesalehan kamu.

Di bulan Ramadhan jika tertawa keras, puasa Anda makruh (perbuatan tidak suka atau menyinggung).

6. Jangan berniat untuk menurunkan berat badan

Jika niat untuk berpuasa di bulan Ramadhan didasarkan pada motif menurunkan berat badan atau hanya untuk pamer, puasa sia-sia di hadapan Allah.

Niat harus murni dan harus berpuasa demi Allah yang Maha Kuasa dan tidak ada yang lain.

7. Jangan berbohong dan melakukan tindakan setan

Nabi Muhammad saw mengatakan, memfitnah, berbohong senonoh dan berdebat merusak puasa.

Bukhari berkata, “Dia juga mengatakan bahwa kamu tidak perlu meninggalkan makanan atau minuman jika kamu berbohong.

TRIBUNNEWS

 

10 Hal yang Membuat Puasa Sia-Sia

Puasa memiliki banyak keutamaan sebagaimana telah dijelaskan dalam Keutamaan Puasa. Namun, ada 10 hal yang membuat puasa sia-sia. Jangankan keutamaan besar seperti diampuninya dosa yang telah lalu, pahala pun nggak dapat.

1. Tidak Ikhlas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan tentang banyaknya orang yang puasanya sia-sia:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Siapa saja mereka? Yang pertama adalah orang yang mengerjakan puasa namun tidak ikhlas, tidak karena Allah.

Ibadah hanya akan diterima Allah jika ikhlas. Demikian pula puasa. Termasuk keutamaannya, hanya bisa didapatkan kalau didasari iman dan hanya mengharap balasan dari Allah.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih)

2. Berkata Keji

Orang yang berkata keji alias rafats, yang secara mudahnya berarti pornografi, puasanya juga bisa sia-sia.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa. (Muttafaq ’alaih)

3. Mengumpat dan marah

Sebagaimana hadits di atas, mengumpat juga membuat pahala puasa berkurang bahkan hilang sama sekali. Ia juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia.

Demikian pula marah, ia juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia. Mengumpat dan marah adalah setali tiga uang.

4. Mencela dan mengajak bertengkar

Jika ada orang yang mencela atau mengajak berkelahi, Rasulullah menuntunkan agar orang yang berpuasa menahan diri. Cukup menjawab bahwa dirinya sedang berpuasa: innii shooim.

Jika ada yang mengajak berkelahi saja kita disuruh menahan diri, bagaimana jika kita yang mencela dan mengajak bertengkar? Pahala puasa bisa melayang. Bahkan puasa menjadi sia-sia.

5. Ghibah

Ghibah alias membicarakan keburukan orang lain juga bisa membuat puasa sia-sia. Ia sejenis dengan berkata keji, mengumpat dan mencela, yakni sama-sama penyakit lisan.

Bahkan ghibah diibaratkan memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal. Dan di neraka, siksa untuk orang suka ghibah juga seperti firman Allah ini:

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Hujurat: 12)

6. Berdusta

Berbohong atau berdusta secara tegas disebutkan oleh Rasulullah sebagai penyebab puasa sia-sia. Allah tidak membutuhkan kepada puasa orang yang berdusta.

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya” (HR. Bukhari)

7. Kesaksian palsu

Memberikan kesaksian palu juga merusak pahala puasa dan menjadikan puasa sia-sia. Ia merupakan bentuk lain dari kebohongan bahkan lebih parah dari sekedar berdusta biasa.

8. Fitnah

Membicarakan keburukan orang lain yang benar-benar terjadi tanpa kehadiran orang tersebut dan jika ia mengetahuinya orang tersebut tidak suka, itu namanya ghibah.

Sedangkan yang lebih besar dosanya dari itu adalah fitnah. Yakni jika seseorang mengatakan keburukan orang lain padahal orang itu tidak melakukannya. Ini juga membuat puasa sia-sia.

9. Korupsi

Jika berdusta, kesaksian palsu dan fitnah adalah kebohongan lisan, maka korupsi termasuk yang disebutkan Rasulullah dalam hadits di atas; wal ‘amala bihi. Korupsi, selain merupakan dosa besar, juga menyebabkan puasa menjadi sia-sia.

10. Maksiat lainnya

Seluruh kemaksiatan bisa menjadi penyebab puasa sia-sia. Karenanya kita perlu waspada dan bermujahadah agar diri kita terhindar dari segala bentuk kemaksiatan yang sebenarnya harus kita jauhi tidak hanya di bulan Ramadhan tapi juga di sepanjang waktu. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

 

BERSAMA DAKWAH