Saat Umar bin Khattab Bertanya tentang Angin yang Menerjang Makkah

Dahulu Makkah pernah diterjang angin kencang.

Dahulu Makkah pernah diterjang angin kencang. Ini diketahui berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Tsabit Az Zuraqi. Berikut bunyi hadits lengkapnya:

عَنْ ثَابِتٍ الزُّرَقِىِّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ أَخَذَتْ النَّاسَ الرِّيحُ بِطَرِيقِ مَكَّةَ فَاشْتَدَّتْ عَلَيْهِمْ فَقَالَ عُمَرُ لِمَنْ حَوْلَهُ مَا الرِّيحُ فَلَمْ يَرْجِعُوا إِلَيْهِ شَيْئًا فَبَلَغَنِي الَّذِي سَأَلَ عَنْهُ فَاسْتَحْثَثْتُ رَاحِلَتِي حَتَّى أَدْرَكْتُهُ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أُخْبِرْتُ أَنَّكَ سَأَلْتَ عَنْ الرِّيحِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرِّيحُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ تَأْتِي بِالرَّحْمَةِ وَتَأْتِي بِالْعَذَابِ فَلَا تَسُبُّوهَا وَسَلُوا اللَّهَ مِنْ خَيْرِهَا وَعُوذُوا بِهِ مِنْ شَرِّهَا

Diriwayatkan dari Tsabit bin Az Zuraqi, bahwa Abu Hurairah menceritakan, angin kencang telah menerjang orang-orang yang sedang berada di jalanan Makkah. Angin tersebut semakin kencang menerpa mereka.

Saat itu Umar bin Khattab RA bertanya kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya, “Ada yang tahu tentang Angin?” Namun tidak ada yang memberikan jawaban kepadanya. Kabar itu pun sampai kepada Abu Hurairah RA. Kemudian dia segera memacu untanya untuk menemui Umar bin Khattab RA.

Abu Hurairah RA pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku telah mendapatkan kabar bahwa engkau bertanya tentang angin, dan sungguh aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya angin itu sebagian dari rahmat Allah. Datang membawa rahmat dan datang membawa bencana. Maka jangan mencelanya, tapi mintalah kepada Allah dari kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.'” (HR. Ahmad)

Sabda Nabi Muhammad tersebut terdapat dalam sejumlah riwayat hadits. Dalam sabda ini, Nabi Muhammad SAW memberitahukan ihwal keutamaan angin dan larangan mencela angin. Nabi SAW bersabda:

– الريحُ من روحِ اللهِ تعالى ، تأتي بالرحمةِ وتأتي بالعذابِ ، فإذا رأيتُموها فلا تسبُّوها واسألوا اللهَ خيرَها ، واستعيذوا باللهِ من شرِّها

“Angin itu sebagian dari rahmat Allah. Datang bawa rahmat dan datang bawa bencana, maka janganlah kalian mencelanya, tapi mintalah kepada Allah dari kebaikan angin itu, dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari keburukannya.”

Hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Daud, An-Nasa’i dalam Al Kubro, Ahmad, dan Ibnu Majah tanpa lafadz “min rouhillah”. Imam An Nawawi mencantumkan hadits itu di dalam kitab karyanya berjudul Riyadusshalihin.

Dalam Alquran, angin disebut 14 kali pada 14 Surat yang berbeda-beda. Angin dalam bahasa Arab disebut dengan Al Rih atau Al Riyah. Salah satu Surat yang menyebut angin adalah Surat Ar Rum ayat 48, sebagai berikut:

Allah SWT berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ

“Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.” (QS. Ar Rum ayat 48)

IHRAM