Solusi Terorisme Menurut Pandangan Islam

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS al-Qashash/28 : 56)

Dan kapanpun peringatan dan buku-buku tidak membawa manfaat maka Allah akan menjadikan pedang kebenaran yang bermanfaat bagi orangnya yang telah Allah letakkan di tangan penguasa muslim di muka bumi ini, sebagaimana terdapat dalam riwayat hadits yang panjang diantaranya sabda beliau Shallallahu alaihi wa sallam.

“Hendaklah kamu ambil di atas tangan orang yang jelek dan hendaklah kamu berdiam di atas al-haq dengan sebenar-benarnya, atau Allah akan palingkan hati sebagian kalian atas sebagian yang lain atau sungguh akan melaknat kalian sebagaimana mereka telah dilaknat”.

Dan belum hilang dari pikiran bahwa masyarakat mempunyai peran penting di dalam melakukan tindakan preventif dan penyembuhan terhadap wabah penyakit terorisme. Hanya saja tidaklah masyarakat akan mendapatkan pengaruh dan dampak yang baik kecuali apabila masyarakat tersebut menghiasi diri mereka dengan fitrah (aqidah,-pent) yang bersih dan jernih serta pemikiran Islam yang lurus.

Adapun jika kenyataannya yang ada dalam masyarakat itu bertabrakan dengan kondisi yang diatas, sesungguhnya seorang yang tidak mempunyai apa-apa tidaklah ia dapat memberikan sesuatu.

Ringkas pembicaraan wahai orang-orang yang mencintai kebaikan untuk orang lain bahwasanya solusi satu-satunya untuk penyakit terorisme di negeri-negeri Islam berada di tangan orang-orang yang mempunyai aqidah shahihah yang bersih dan murni di bawah naungan wahyu ilahi yang dibawa dan disampaikan oleh orang yang mau memahami maknanya dan yang baik penyampaiannya, dan sungguh para dokter mereka itu adalah waliyul amri dari kalangan ulama rabbani dan para pemimpin yang shalih kemudian masyarakat dengan segala lapisannya, kecil atau besar dalam dan luar yang tersifati dengan sifat yang disebutkan terdahulu. Firman Allah Taala.

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (QS al-Kahfi/18 : 17)

Adapun solusi terorisme di negeri-negeri kafir, maka pijakannya kepada apa yang mereka ridai untuk diri mereka sendiri yaitu undang-undang dasar (negeri tersebut) jika diwujudkan sesuatu untuk menolak kemudharatan maka haruslah ia mempunyai kekurangan, terutama akan bertambah parahnya penyakit terorisme di negeri mereka serta semakin meluas dan saling mewarisinya dengan terang-terangan karena mereka tidak percaya akan kebesaran Allah dan Dia yang telah menciptakan mereka dalam beberapa tingkatan kejadian.

Merupakan perkara yang amat sangat disayangkan bahwa mayoritas negeri Islam telah mengikuti jejak negeri-negeri kafir dalam penegakkan hukum undang-undang dasarnya yaitu dalam menyelesaikan berbagai macam problematikanya, yang tidak diperkenankan untuk berhukum dengan undang-undang dasar (yang dibuat oleh manusia).

Bahkan wajib menggunakan hukum syariat Allah yang sempurna lagi suci ini. Diakarenakan negeri-negeri Islam itu ber-intimaa (menyandarkan dirinya) kepada Islam dan berbangga diri dengannya hanya dalam syiar-syiarnya, akan tetapi kenyataan dari pelaksanaan hukum-hukumnya dalam menyelesaikan berbagai problem meniru dan mengadopsi dari orang-orang kafir. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

[Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhaly]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2312219/solusi-terorisme-menurut-pandangan-islam#sthash.8CxpofdK.dpuf

Mari Melawan Teror

Setelah menjalani hidup tenang selama beberapa tahun, teror kembali melanda Jakarta pada Kamis (14/1) pagi di kawasan bisnis Thamrin Jakarta Pusat, tak jauh dari Istana Negara. Tampaknya, pengeboman yang menewaskan tujuh orang ini merupakan bagian dari rangkaian teror yang melanda dunia belakangan ini sebagaimana terjadi di Mesir, Paris, Turki dan tempat lainnya oleh kelompok ISIS. Kita tentu mengutuk tindakan biabad yang tidak berperikemanusiaan ini. Tak ada agama apapun yang mengizinkan tindakan tak berdasar kepada orang lain, apalagi sampai menghilangkan nyawa mereka yang tak berdosa.
Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak warga NU dan seluruh elemen bangsa agar bergandengan tangan bersama melawan terorisme. Teroris adalah musuh besar, musuh bersama, musuh kemanusiaan. NU siap menjadi garda terdepan dalam melawan terorisme.
Sesungguhnya tindakan terorisme adalah untuk menarik perhatian. Tindakan kekerasan yang mereka lakukan ditujukan untuk menciptakan ketakutan di masyarakat. Karena itu, jika masyarakat merespon kejadian tersebut dengan tenang dan rasional, maka salah satu tujuan tindakan terorisme tersebut gagal. Ongkos ekonomi dan sosial yang ditimbulkan dari masyarakat tersebut sangat besar dan sifatnya berlangsung lama. Saat aktifitas ekonomi menurun karena hilangnya rasa aman, maka semakin sulit mendapat pekerjaan. Pada akhirnya jumlah orang miskin akan naik. Kemiskinan sendiri telah menimbulkan masalah kompleks. Jika kemiskinan meningkat, maka persoalan yang ditimbulkannya juga akan semakin rumit.
Dari pengalaman terhadap kejadian-kejadian pengeboman yang dilakukan sebelumnya, sejauh ini, respon yang dilakukan oleh masyarakat sudah cukup baik. Mereka tidak panik dan melakukan tindakan irasional yang malah menimbulkan masalah baru. Kepanikan dan ketakutan saat kejadian merupakan hal yang normal, tetapi saat aparat bertindak dengan cepat mengatasi masalah tersebut, masyarakat kembali memperoleh ketenangan.
Yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar hal tersebut tidak terulang kembali. Ini merupakan pekerjaan yang tidak gampang karena harus melibatkan banyak pihak. Pendekatan keamanan saja tidak cukup untuk mencegah terorisme. Nahdlatul Ulama selama ini telah menjadi salah satu penyangga Islam moderat di Indonesia. Ulama dan umara harus bahu-membahu dan berupaya keras agar kedamaian tetap terjaga di bumi Indonesia.
Peran masyarakat juga penting dalam menjaga kedamaian. Dalam beberapa kasus sebelumnya, kelompok garis keras dapat aman bersembunyi di satu tempat karena ketidakpedulian masyarakat. Mereka baru tahu setelah ada penggrebekan oleh pihak yang berwajib. Tanpa dukungan masyarakat, terorisme tidak bisa bergerak, apalagi berkembang.
Dalam perspektif global, terorisme yang terjadi saat ini merupakan rangkaian dari permasalahan global. Kerjasama masyarakat internasional sangat penting mengatasi masalah ini. Tak ada negara yang steril dari kemungkinan serangan teroris mengingat mobilitas dan sarana komunikasi yang kini semakin mudah. Dunia telah menyatu. Persoalan di satu tempat dengan mudah bisa menjalan ke tempat lain. Dampak dari kekerasan yang terjadi di Timur Tengah dengan berbagai bentuk seperti pengeboman di sejumlah tempat dan krisis pengungsi yang melanda Eropa merupakan akibat langsung yang ditimbulkan. Munculnya islamophobia yang menimbulkan penderitaan bagi minoritas Muslim di berbagai belahan dunia juga efek dari permasalahan kekerasan di atas. (Mukafi Niam)