Sahabat Berwajah Buruk yang Dicintai Rasulullah

JULAIBIB adalah seorang sahabat Anshar yang sangat dicintai Nabi SAW walau ia tidak diketahui nasabnya dengan jelas, keadaannya-pun fakir dan wajahnya juga buruk.

Tentu saja kecintaan beliau kepadanya ini adalah karena kualitas keimanan dan ketakwaannya, juga karena kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun demikian ia belum menikah karena kebanyakan orang enggan mengambilnya sebagai menantu karena keadaan lahiriahnya tersebut.

Para sahabat Anshar mempunyai kebiasaan, jika memiliki anak perempuan atau anggota keluarga perempuan yang belum menikah, baik gadis atau janda, mereka akan “menunjukkannya” kepada Rasulullah SAW. Jika beliau telah mengetahui dan tidak memintanya atau memintanya untuk orang lain yang dikehendaki beliau, barulah mereka menikahkannya dengan orang lain yang dikehendakinya.

Bahkan tak jarang para wanita tersebut, atau melalui walinya, “menyodorkan” diri untuk dinikahi beliau, atau orang lain yang dipilih oleh beliau. Sungguh kecintaan para sahabat Anshar kepada Nabi SAW sangat luar biasa.

Suatu ketika Nabi SAW bertemu dengan salah seorang sahabat Anshar dan bersabda, “Aku melamar putrimu!!” “Baik, ya Rasulullah,” Kata sahabat tersebut, “Ini suatu kehormatan besar dan sangat membanggakan!!”

“Tetapi aku tidak menginginkannya untuk diriku sendiri!!” Kata Nabi SAW.

“Untuk siapa ya, Rasulullah?” Kata sahabat tersebut.

“Untuk Julaibib…!!”

Sahabat tersebut tampak terkejut, tetapi kemudian berkata, “Kalau begitu saya akan bermusyawarah dahulu dengan ibunya!!”

Nabi SAW mengijinkannya, kemudian sahabat tersebut berlalu pulang. Sampai di rumah, ia berkata kepada istrinya, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melamar putrimu!!”

“Baik, sungguh ini sangat menyenangkan!!” Kata istrinya dengan gembira.

“Beliau tidak melamar untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Julaibib!!”

Seketika kegembiraan di wajah istrinya menghilang, dan berkata, “Untuk Julaibib?? Tidak, demi Allah kita tidak akan mengawinkannya dengan Julaibib!!”

Tampaknya kehebohan yang terjadi antara kedua orang tuanya menyebabkan sang gadis menghampiri mereka dan meminta penjelasan atas apa yang terjadi. Sang ibu menjelaskan permintaan Nabi SAW dan sikap yang diambilnya, maka si gadis berkata, “Apakah kalian akan menolak urusan Rasulullah SAW? Pertemukanlah (nikahkanlah) aku dengan dia, sungguh dia tidak akan menyia-nyiakan aku!!”

Tentu tidak ada pertimbangan lain dari sang gadis kecuali ketaatan dan kecintaan kepada Nabi SAW. Ia meyakini, di balik semua kekurangan yang ada pada Julaibib yang memang sudah diketahui banyak orang, tentu ia memiliki banyak kelebihan lainnya yang membuatnya mendapat kedudukan yang baik di sisi Rasulullah SAW.

Sahabat Anshar tersebut kembali kepada Nabi SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, engkau lebih berhak berurusan dengan anak gadisku!!”

Nabi SAW memanggil Julaibib dan menikahkannya dengan putri sahabat Anshar tersebut.

Julaibib hampir tidak pernah absen dalam medan pertempuran bersama Rasulullah SAW. Suatu ketika setelah berakhirnya suatu pertempuran, Nabi SAW bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian tidak kehilangan seseorang?”

“Tidak, ya Rasulullah!!” Kata mereka.

“Tetapi aku kehilangan Julaibib,” Kata Nabi SAW, “Carilah dia!!”

Mereka menyebar, dan akhirnya salah seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, inilah dia orangnya, ia tertutup di antara tujuh orang musuh yang dibunuhnya, dan ia juga terbunuh oleh mereka!”

Nabi SAW mendatangi tempat Julaibib tewas. Beliau memangku jenazahnya dan menyuruh beberapa sahabat menggali lobang untuk kuburnya. Sambil bercucuran air mata, beliau bersabda, “Dia ini bagian dari diriku dan aku bagian dari dirinya”

Setelah lubang kuburnya siap, beliau mengangkat sendiri jenazahnya dan membaringkannya di dalam kubur. Tidak ada tikar atau kain lainnya untuk menutup jenazahnya, sehingga langsung dikuburkan begitu saja. Tetapi semua itu tidak berarti mengurangi kemuliaan dan ketinggian derajadnya di sisi Allah dan Rasul-Nya, bahkan meningkatkannya karena tangan Nabi SAW sendiri yang memakamkannya.

 

INILAH MOZAIK

Jangan Memuji Apa yang Tak Ada pada Diriku!

Asy-Syabi mampu meraih derajat ilmu yang setara dengan para ulama senior pada zamannya. Az-Zuhri berkata, “Sesungguhnya ulama itu ada empat, yaitu Said bin Musayyab di Madinah, Amir bin Syurahbil di Kufah, Hasan al-Bashri di Bashrah, dan Makhul di Syam.”

Hanya karena sifat tawadhu, beliau tidak suka jika ada yang menyebutnya sebagai alim (orang yang berilmu). Pernah salah seorang dari kaumnya berkata, “Jawablah wahai faqih, wahai alim!” beliau berkata, “Janganlah memujiku dengan apa yang tidak ada padaku. Orang yang faqih adalah orang yang benar-benar menjauhi segala yang diharamkan Allah Subhanahu wa Taala, dan orang alim adalah orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Taala. Manalah aku termasuk ke dalamnya?”

Suatu ketika beliau ditanya tentang suatu masalah, beliau menjawab, “Umar bin Khathab berpendapat begini, Ali bin Abi Thalib berkata begini..” Maka penanya berkata, “Lalu bagaimana pendapat Anda, wahai Abu Amru?” Beliau tersenyum dan berkata, “Apa pula pentingnya kata-kataku bagimu padahal Anda sudah mendengar pendapat Umar dan Ali?” Di samping itu, asy-Syabi menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia dan sifat-sifat yang utama. Beliau tidak suka debat kusir dan berusaha menjauhkan diri dari pembicaraan-pembicaraan yang tak bermanfaat. Suatu kali seorang sahabatnya berkata, “Wahai Abu Amru!”

Beliau berkata, “Labbaik.” Orang itu bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang perbincangan orang berkenaan dua orang itu?” Beliau berkata, “Dua orang yang mana?” Dia menjawab, “Utsman dan Ali.” Beliau menjawab, “Demi Allah, aku tidak ingin pada hari kiamat nanti menjadi musuh bagi Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhuma.” [*]

Kemenag: Daftar Tunggu Jamaah Haji Capai 4 Juta

Kementerian Agama (Kemenag) menyebut saat ini daftar tunggu ibadah haji mencapai 4 juta. Angka ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kasubdit Haji dan Umrah Kemenag M Noer Alya Fitra mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam menyelenggarakan ibadah haji pada tahun ini.

Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kepuasaan pelayanan jamaah haji Indonesia. “Orang yang menunggu saat ini sudah empat juta, artinya satu orang ada masalah maka ada empat juta masalah belum lagi permasalahan lainnya. Kami terus berinovasi pelayanan terkait hal seperti itu. Kami tidak ada penambahan kuota haji (221 ribu), regulasi tetap siapa yang berangkat duluan adalah yang terdaftar duluan,” ujarnya saat acara Tantangan dan Peluang Penyelenggara Haji dan Umrah 2019 di Puri Denpasar Hotel, Selasa (12/2).

Ia mengakui, tantangan penyelenggaraan ibadah haji tidak mudah. Meski dalam tiga tahun terakhir Kemenag mendapatkan Indeks Kepuasaan Jamaah dalam kategori memuaskan. “Semua orang ingin mengetahui informasi haji, jadi ibadah ini menjadi perhatian. Ketika biaya haji ditetapkan sama dengan tahun lalu maka kita dituntut harus mampu memberikan layanan, paling tidak sama dengan tahun lalu. Sebisa mungkin ditingkatkan, tentu tantangannya berat,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya memberikan delapan inovasi penyelenggaraan ibadah haji. Salah satunya, pembayaran ongkos haji menggunakan sistem non-teller sehingga akan memperlancar dan memudahkan gerak pelunasan. “Program tersebut membantu khusus jamaah lansia bisa mengajukan bisa berangkat lebih maju, kita melihat kuotanya juga dan berkepihakan bahwa jamaah yang berangkat dan meninggal duluan atau melunasi maka bisa digantikan keluarga dekat suami atau istri atau anak atau menantu. Ini merupakan terobosan agar memberikan akses keadilan untuk berangkat haji,” ucapnya.

Kemudian, inovasi lainnya terkait dengan upaya penyewaan hotel di Madinah menggunakan fullmusim. Langkah ini guna memastikan penempatan jamaah di hotel sejak awal dan meminimalkan ketergantungan dengan Majmuah. “Dulu pemerintah mencari rumah, sekarang persetujuan DPR jauh enggak apa-apa yang penting bagus, disediakan transportasi 24 jam diberikan bus shuttle. Kemudian penyewaan di Madinah tahun ini sewa full musim, selama ini jamaah di Madinah satu hotel sampingan jamaah Pakistan atau India maka tahun ini diupayakan jumlah hotel yang disewa full musim jadi sama dengan jamaah haji di Makkah,” jelasnya.

Kemenag: Daftar Tunggu Jamaah Haji Capai 4 Juta
Selasa , 12 Feb 2019, 17:57 WIB

Dar Yasin/AP
Ratusan ribu jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan tawaf wada di Masjid Haram, Makkah, Kamis (23/8) waktu setempat. Selanjutnya mereka berangsur-angsur akan kembali ke tanah air masing

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyebut saat ini daftar tunggu ibadah haji mencapai 4 juta. Angka ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kasubdit Haji dan Umrah Kemenag M Noer Alya Fitra mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam menyelenggarakan ibadah haji pada tahun ini.

Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kepuasaan pelayanan jamaah haji Indonesia. “Orang yang menunggu saat ini sudah empat juta, artinya satu orang ada masalah maka ada empat juta masalah belum lagi permasalahan lainnya. Kami terus berinovasi pelayanan terkait hal seperti itu. Kami tidak ada penambahan kuota haji (221 ribu), regulasi tetap siapa yang berangkat duluan adalah yang terdaftar duluan,” ujarnya saat acara Tantangan dan Peluang Penyelenggara Haji dan Umrah 2019 di Puri Denpasar Hotel, Selasa (12/2).

Ia mengakui, tantangan penyelenggaraan ibadah haji tidak mudah. Meski dalam tiga tahun terakhir Kemenag mendapatkan Indeks Kepuasaan Jamaah dalam kategori memuaskan. “Semua orang ingin mengetahui informasi haji, jadi ibadah ini menjadi perhatian. Ketika biaya haji ditetapkan sama dengan tahun lalu maka kita dituntut harus mampu memberikan layanan, paling tidak sama dengan tahun lalu. Sebisa mungkin ditingkatkan, tentu tantangannya berat,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya memberikan delapan inovasi penyelenggaraan ibadah haji. Salah satunya, pembayaran ongkos haji menggunakan sistem non-teller sehingga akan memperlancar dan memudahkan gerak pelunasan. “Program tersebut membantu khusus jamaah lansia bisa mengajukan bisa berangkat lebih maju, kita melihat kuotanya juga dan berkepihakan bahwa jamaah yang berangkat dan meninggal duluan atau melunasi maka bisa digantikan keluarga dekat suami atau istri atau anak atau menantu. Ini merupakan terobosan agar memberikan akses keadilan untuk berangkat haji,” ucapnya.

Kemudian, inovasi lainnya terkait dengan upaya penyewaan hotel di Madinah menggunakan fullmusim. Langkah ini guna memastikan penempatan jamaah di hotel sejak awal dan meminimalkan ketergantungan dengan Majmuah. “Dulu pemerintah mencari rumah, sekarang persetujuan DPR jauh enggak apa-apa yang penting bagus, disediakan transportasi 24 jam diberikan bus shuttle. Kemudian penyewaan di Madinah tahun ini sewa full musim, selama ini jamaah di Madinah satu hotel sampingan jamaah Pakistan atau India maka tahun ini diupayakan jumlah hotel yang disewa full musim jadi sama dengan jamaah haji di Makkah,” jelasnya.

Soal ibadah umrah, ia juga melakukan terobosan. Mengingat jumlah jamaah umrah setiap tahunnya mengalami peningkatan. Data terakhir mencapai satu juta jamaah umrah. “Umrah sebuah bisnis walaupun UU kategori nirlaba sehingga karena seluruhnya diselenggarakan oleh pihak swasta maka tuntunan pemerintah ke swasta maka harus meningkatkan layanan semaksimal mungkin. Tantangan jumlah umrah setiap tahun meningkat, tahun lalu 1.050.000 tidak ada 12 bulan jadi sudah tembus sejuta artinya menjadi tantangan bagaimana merangsang animo masyarakat melakukan wisata religi ke Arab Saudi,” ungkapnya.

IHRAM

Satu Bunga Mengalahkan Nilai Seribu Bunga

NILAI atau makna pemberian kita kepada orang lain tidak hanya ditentukan oleh jenis sesuatu yang kita berikan. Bukan pula hanya ditentukan oleh harga sesuatu itu. Yang juga menentukan sekali adalah konteks waktu, faktor saat, dari pemberian itu. Satu bunga yang dipersembahkan saat hidup adalah jauh lebih berharga dibandingkan dengan seribu bunga yang ditaburkan di atas kuburan pascakematian.

Pandai-pandailah mempersembahkan sesuatu selama hidup. Sekali senyuman yang membahagiakan hati akan diukir dan dikenang indah sepanjang masa. Sekali lagi, bukan masalah harga, namun masalah sentuhan hati yang diberikan. Ini membuktikan bahwa dalam hidup ini, masalah hati lebih dominan menentukan nilai dibandingkan masalah jasmani. Sayangnya, begitu banyak manusia yang lebih fokus pada masalah jasad ketimbang masalah hati.

Guru saya pernah berkata di suatu malam: Kalau sentuhan antarkulit itu melahirkan kenikmatan dan kebahagiaan, maka sentuhan antarhati itu 1.000 kali lebih mampu melahirkan kenikmatan dan kebahagiaan. Manusia tanpa hati adalah binatang sebagaimana lazimnya binatang yang tak memiliki perasaan hati. Ulama memperingatkan kita agar jangan berlama-lama tinggal dengan mereka yang tidak memiliki hati. Bahayanya luar biasa, manfaatnya sedikit sekali.

Kalaulah kita termasuk manusia yang memiliki hati, berikanlah bunga walaupun satu bunga saja kepada setiap orang yang kita jumpai. Kalau ini yang kita lakukan, maka sepanjang perjalanan hidup kita akan menemukan harum wangi. Lebih dari itu, ribuan bunga akan hadir mengantarkan jasad kita ke alam kubur kita. Ribuan bunga yang saya maksud terakhir ini bukanlah bunga dalam makna fisiknya, melainkan doa indah dari orang-orang yang kepadanya kita persembahkan satu bunga.

Mari kita saling memberi bunga, semoga bunga itu mekar indah dalam hati kita dalam wujud cinta dan kasih sayang yang tulus abadi.

KH Ahmad Imam Mawardi

INILAH MOZAIK

Pribadi Tawadhu

ALHAMDULILLAHSegala puji hanya milik Allah Swt, Dzat Yang Maha mengetahui setiap perkara ghaib, Yang Maha Mendengar apa yang terlintas di dalam sanubari kita, Yang Maha melihat segala rahasia. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Saw.

Pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah, akan berdiri kokoh dan kuat. Jikalau dihempas angin, bahkan diterjang badai sekalipun ia akan tetap berdiri. Inilah perumpamaan mengenai orang yang berhasil menanamkan dirinya pada bumi ketawadhuan atau kerendahan hati.

Saudaraku, orang yang tawadhu akan ajeg dan mantap hidupnya. Ia sudah kuat sejak dari hatinya. Ia sudah mantap sejak dari jiwanya. Pribadinya kokoh sejak sebelum bergabung dengan lingkungannya. Karena apa? Karena ia memiliki kerendahan hati, ia tak memerlukan sanjungan dan pujian orang lain, meski jabatan tinggi dimilikinya, harta kekayaan berlimpah ada di rumahnya, gelar berderet di depan dan belakang namanya.

Orang yang rendah hati memiliki pembawaan yang tenang, disebabkan ketenangan hati yang memancar menyinari setiap tutur kata dan perilakunya. Ia tidak akan sibuk mencari penghargaan orang lain. Sebaliknya, ia justru akan sibuk menghargai keadaan orang lain, bagaimanapun keadaannya.

Inilah karakter baik yang penting untuk kita miliki. Lawan dari tawadhu adalah takabur atau sombong. Ini adalah sifat yang sangat berbahaya. Sesuai hadits Rasulullah Saw. bahwa ciri orang yang sombong itu ada dua, ..menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. (HR. Muslim)

Orang yang sombong adalah orang yang tidak suka pada hal-hal yang terkait dengan ilmu agama, tidak suka mendengar nasehat, tidak mau menerima kebenaran, gengsi jika dikoreksi, dan anti terkadap kritik. Orang yang sombong pun selalu melihat orang lain lebih rendah dari dirinya.

Oleh karena itu, bagi siapapun yang mendambakan punya karakter yang baik, milikilah ketawadhuan dan jauhilah kesombongan. Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang tawadhu.

Langkah untuk menjadi orang yang tawadhu, cobalah selalu memandang orang lain dari sisi kelebihan dan keunggulannya. Jikalau melihat anak kecil, maka pandanglah ia sebagai sosok yang dosanya masih sedikit, dan jika melihat orang yang lebih tua maka pandanglah ia sebagai orang yang punya pahala lebih banyak dari kita. Jika melihat orang yang melakukan perbuatan dosa, maka pandanglah boleh jadi ia melakukan itu karena belum tahu ilmunya. Melihat seorang non-muslim, maka pandanglah dengan pandangan boleh jadi esok atau lusa Allah Swt. memudahkan hidayah baginya sehingga menjadi seorang muslim yang taat dan lebih baik daripada kita.

Semakin kita tidak merendahkan orang lain, semakin kita tidak memerlukan orang lain mengangkat kita, maka hidup kita akan nyaman. Dan, bila kita merasa nyaman, maka orang lain pun akan nyaman bersama kita.

Orang yang rendah hati akan sangat cepat mendapatkan kondisi yang lebih baik dari waktu ke waktu, baik berkenaan dengan pribadinya, pekerjaannya, ataupun urusan lainnya. Mengapa? Karena ia selalu senang mendengarkan nasehat, masukan, bahkan hingga kritikan. Ia tidak pernah gengsi mengakui kekuarangan dan kesalahannya, sehingga ia pun bersegera memperbaiki dan melengkapi kekurangannya.

Sedangkan orang yang sombong akan dekat sekali dengan kehancuran, ia akan mudah sekali mengalami ketertinggalan. Karena ia selalu merasa lebih tinggi dan lebih mulia dari orang lain sehingga ia terlena. Orang sombong pun tidak akan bahagia, karena ia selalu cemas dan gelisah mencari-cari penilaian dan pujian manusia.

Padahal ketawadhuan justru akan mengangkat derajat kemuliaan seseorang baik di hadapan Allah Swt maupun di hadapan makhluk-Nya. Rasulullah Saw bersabda, Dan tidak ada orang yangtawadhu (merendahkan diri)karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.(HR. Muslim)

Tidak ada kenyamanan kecuali dengan kerendahanhati, tidak ada kemuliaan kecuali dengan kerendahanhati. Semoga kita digolongkan sebagai orang-orang yang tawadhu lillaahi taala. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Zaitun, Buah yang Diberkahi dengan Tiga Khasiat Medisnya

Pohon zaitun merupakan pohon yang pertama kali tumbuh di bumi.

Buah Zaitun memiliki banyak manfaat.  Namanya pun diabadikan dalam Alquran Allah berfirman, “Demi buah tin, buah zaitun, bukit Sinai dan negeri yang aman ini.” (QS at-Tin [95]: 1-3). Ayat lain yang berbicara tentang zaitun adalah surah an-Nur ayat ke-35:

“… yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disetuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).”

Tak hanya disebutkan Alquran, dalam sejumlah riwayat Rasulullah SAW pernah meminta umatnya agar mengonsumi zaitun.

banjir Nuh dan tumbuh di rumah-rumah para nabi dan sejumlah sempat suci.

Buah ini juga konon diklaim memiliki berkah yang besar karena didoakan oleh 70 orang nabi. Bahkan Allah juga bersumpah atas nama buah ini. Berikut ini tiga manfaat zaitun menurut dunia kedokteran modern:

1. Mencegah penyakit kulit dan kanker

Dalam seminar internasional tentang Alquran dan sunah di Dubai pada 2004, pakar biologi Muhammad Fa’id mengatakan sesungguhnya pewarna yang disebut dalam Alquran adalah cairan berwarna merah. Cairan ini keluar dari buah zaitun bersama minyak saat diekstrak.

Zairan merah ini harus dibuang bersama air yang dipakai untuk mengolah buah tersebut. Para ahli meyakini bahwa cairan merah itu bersifat polutan dan harus dibuang.

Pewarna merah tersebut merupakan material yang bisa mewarnai. Padahal cairan merah tersebut mengandung zat antioksidan tannin polifenol yang penting bagi pencegahan kanker.

Mengonsumsi minyak zaitun satu sendok makan setiap hari mampu mengurangi risiko terkena kanker payudara sebesar 45 persen, kanker rahim 25 persen, dan juga kanker perut dan usus besar.

Sebuah studi menyebutkan, dengan mengoleskan minyak zaitun pada anggota badan tertentu setelah berenang dan terkena sinar matahari, seseorang bisa terhindar dari kanker kulit.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Penduduk Pulau Crete (Yunani) dikenal sebagai masyarakat yang paling sedikit terkena penyakit jantung koroner di dunia. Ini salah satunya karena minyak zaitun paling banyak dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari oleh mereka.

Minyak zaitun secara medis terbukti secara medis mampu menurunkan kadar kolesterol yang berbahaya dan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh dararah serta jantung koroner. Riset ilmiah menegaskan minyak zaitun berperan dalam mencegah penyakit tersebut.

Ini karena minyak zaitun mengandung antioksidan dan vitamin E serta polifenol yang mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Polifenol dapat mencegah oksidasi kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL).

3. Mengurangi tekanan darah tinggi

Dokter Aldo Ferrara dari Universitas Napoli, Italia telah meneliti 23 kasus orang terkena penyakit tekanan darah tinggi.

Mereka dibagi dua kelompok dan diberikan anjuran mengkonsumsi minyak zaitun untuk kelompok satu dan minyak biji bunga matahari di kelompok yang lain.

Setelah enam bulan, mereka yang mengonsumsi minyak zaitun mengalami penurunan tensi darah sebesar tujuh poin, tetapi kelompok lain tidak terjadi hal yang sama.

Meski kelompok pertama tetap konsumsi obat tetapi tidak terlalu bergantung, berbeda dengan kelompok yang mengkonsumsi minyak biji matahari mereka masih selalu mengkonsumsi obat penurun tensi darah.

MOZAIK REPUBLIKA