Jamaah Diminta Sudah Memakai Ihram Semenjak dari Tanah Air

IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Arsyad Hidayat mengingatkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika jamaah haji hendak mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Salah satu diantaranya adalah sudah sudah mengenakan kain ihram semenjak dari tanah air.

”Kami mengingatkan kembali bagi jamaah haji yang akan mendarat di Jeddah kami minta sudah menggunakan kain ihram semenjak dari tanah air. Jadi nanti ketika pesawat sudah sampai di atas Yalamlam (merupakan batas miqat di mana jamaah harus sudah berniat untuk berumrah), maka pada saat itu kain ihram sudah mereka pakai. Anjuran memakai kain ihram semenjak dari tanah air memang sangat ditekankan karena di samping di akhir akhir kondisi bandara Jeddah yang pada saat itu pasti sudah sangat padat karena hampir seluruh negara kuotanya kini kembali bahkan mengalami peningkatan. Akan susah sekali dan memerlukan waktu yang sangat lama bila baru mengenakan kain ihram setelah mendarat di Bandara Jeddah, ” kata Arsyad kepada Ihram.co.id, ketika dihubungi di Jeddah, Ahad malam (23/7).

Arsyad mengatakan, seruan untuk sudah mengenakan ihram ini tentu saja dikenakan hanya kepada jamaah dari kloter penerbangan terakhir, yang memang mendarat di Jeddah bukan di Madinah. Bagi jamaah kloter awal yang mendarat di Madinah tidak perlu mengenakan kain ihram sebelum mendarat di bandara tersebut.

”Pada waktu penerbangan kloter terakhir suasana bandara Jeddah sangat padat. Untuk mandi, wudhu, melakukan shalat dan mengenakan ihram jelas perlu waktu. Makanya ketika di atas pesawat jamaah sudah kenakan kain ihramnya masing-masing agar lebih cepat berangkat ke Makkah,” kata Arsyad.

Hari ini, Ahad (23/7), Arsyad melakukan pengecekan kesiapan pelayanan jamaah haji Indonesia di bandara Jeddah. Menurutnya, saat ini persiapan pelayanan jamaah sudah mendekati final. Dia pun yakin ketika nanti tiba masanya untuk melakukan kerja penyambutan dan pelayanan jamaah, maka semua hal sudah dapat disiapkan secara baik

”Kunjungan dimaksudkan untuk mengecek kesiapan seluruh pelayanan  baik pelayanan kedatangan, kesehatan, pemberian katering, sarana pra sarana serta transportasi,” kata Arysad.

Sebagaimana diketahui dan sudah mulai berlaku pada tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan dipergunakannya Bandara Madinah sebagai bandara penerima kedatangan jamaah haji, maka waktu kedatangan rombongan jamaah haji Indonesia dibagi dua. Untuk kloter awal hingga pertengahan waktu pemberangkatan, jamaah haji akan mendarat di Madinah. Setelah itu setelah sepekan tinggal di Madinah mereka diberangkatkan ke Makkah.

Ini berbeda dengan rombongan jamaah haji yang berada di kloter akhir. Mereka akan mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah. Mereka akan tinggal sekitar satu bulan di Makkah, sebelu kemudian diberangkatkan ke Madinah. Di Madinah nantinya akan tinggal selama satu pekan untuk menjalankan ibadah shalat arba’in, sebelum kembali ke tanah air.

Yang pasti, bagi jamaah yang datang ke Makkah dari Jeddah, karena menjelang puncak haji mereka akan langsung merasakan suasana Makkah yang sudah hiruk pikuk dan macet. Ini berbeda dengan jamaah haji yang datang dari Madinah. Karena mereka datang lebih awal, maka mereka akan mendapati suasana Makkah yang sedikit longgar.

“Jadi harus ada kesiapan mental dari para jamaah haji yang datang ke Makkah pada di kloter terakhir. Mereka harus siap dengan suasana Masjidil Haram yang padat dan kota Makkah yang ingar-bingar bahkan macet,” kata Arsyad.

 

IHRAM

Jagalah Wudhu, Kelak Dia Akan Menjagamu

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh. Wudhu adalah syariat Allah dan sunah Rasulullah, walaupun tata caranya sangat mudah dan praktis, tetapi di dalamnya mengandung faedah yang sangat besar.

Sungguh kelak di hari kiamat Rasulullah akan mengenali umatnya dari bekas wudhu yang terpancar dari wajah dan telapak tangannya, pada hari itu pula orang-orang kafir tertunduk sesal dengan wajah yang hitam legam karena kekufuran mereka.

Tiada kebahagiaan kecuali hidup dalam sunah Nabi muhammad. Diantaranya “Almutathohhiriin” kecintaan Allah kepada hambaNya yang selalu menjaga kesucian dirinya, di antara selalu berwudhu.

Simaklah dengan iman kalam Allah ini, “Pada hari (kiamat) yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya” ( QS Ali Imron : 106-107 ).

Banyak keutamaan wudhu yang dijelaskan Rasulullah Saw. Antara lain sebagaimana diriwayatkan Thabrani dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Jika seorang hamba menjaga salatnya, menyempurnakan wudhunya, rukuknya, sujudnya, dan bacaannya, maka salat akan berkata kepadanya, ‘Semoga Allah Swt menjagamu sebagaimana kamu menjagaku’, dia naik dengannya ke langit dan memiliki cahaya hingga sampai kepada Allah Swt dan salat memberi syafaat kepadanya.”

Dan berita gembira dari Rasulullah, “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi dan kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu” (HR Bukhari).

Kemudian ajakan Rasulullah, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan salat” (HR. Bukahri dan Muslim).

Dalam hadis lain, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci” (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.).

Setiap muslim juga harus senantiasa menjaga wudhu untuk menjaga izzah keislamannya, Rasulullah Saw bersabda, “Istiqomahlah kalian, walaupun kalian tidak akan mampu melakukannya secara hakiki (namun berusahalah mendekatinya), dan ketahuilah sebaik-baik amalan kalian adalah sholat, dan tidaklah ada yang menjaga wudhu kecuali dia seorang mukmin.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban)

Subhanallah tentu wudhu akan menjadi “thiibannafsi” energi yang sangat kuat mendorong pengamalnya untuk taat kepada Allah dan RasulNya.

Sahabatku, mulai saat ini berjanjilah untuk “dawaamul wudhu” senantiasa menjaga wudhu tidak hanya untuk salat. Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan berwudhu, husnul khotimah…Aamiin. [KH. Muhammad Arifin Ilham]

 

MOZAIK.INILAHcom

Islam Sangat Anti Penyakit Malas

MALAS adalah penyakit paling berbahaya dalam hidup manusia. Mengapa demikian? Karena dari sejak lahir manusia harus melalui masa-masa yang sulit. Masa keluar dari perut ibu, masa jatuh bangun saat berjalan sampai dia terus melewati berbagai kesulitan hingga akhir hayatnya.

Hidup yang penuh rintangan ini jika dihadapi dengan rasa malas akan memberikan kerugian langsung di dunia maupun nanti di akhirat. Oleh karenanya Islam sangat anti terhadap penyakit malas.

“Sungguh, Kami telah Menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (Al Balad 4)

Dalam Firman-Nya, Allah swt selalu menekankan manusia untuk berusaha dan bekerja keras. Karena hidup tidaklah mudah. Seorang yang bermalas-malasan tidak akan memperoleh apa-apa di dunia apalagi di akhirat kelak.

“Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya.”(Al Insyiqaq 6)

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya” (An Najm 39)

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al Ankabut 69)

Pada tiga ayat diatas Allah selalu menggunakan kata-kata yang menunjukkan kata usaha keras bukan hanya usaha biasa. Karena hidup bukanlah tempat tinggal abadi, dunia hanya tempat menabung bekal di akherat.Buang rasa malas sekarang juga!

 

INILAHcom

Nasehat Pagi dari Sahabat

MENJELANG subuh tadi, sahabatku yang kini tinggal di Mesir mengirimkan satu kalimat indah dalam bahasa Arab yang terjemahan Indonesianya kira-kira begini: “Bentuk kedengkian yang paling jelek adalah menghina orang lain demi untuk meningkatkan nilai dirinya sendiri, mengungkap kekurangan orang lain demi untuk menutupi kekurangan diri.”

Terapi untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan selalu menanamkan keyakinan dalam hati bahwa tak ada manusia tanpa kekurangan, termasuk diri kita sendiri. Indahnya hidup jika kita mampu mensinergikan kelebihan-kelebihan masing-masing kita demi untuk mengurangi dan menutupi kekurangan yang ada.

Ada pemilik perkutut yang menghina perkutut orang lain, mencacinya sedemikian rupa agar tak ada yang tertarik pada perkutut orang lain itu. Dia lupa bahwa tak semua orang memiliki tabiat seperti dirinya. Orang sehat mata dan telinga masih dengan baik dan jelas bisa menilai secara obyektif. Sang pendengki ternyata tak mampu mengobati apalagi membunuh kedengkiannya sendiri sehingga dia tega membunuh burung perkutut milik orang lain itu.

Perkutut orang lain itu tak salah. Pemiliknyapun tak salah. Yang salah fatal adalah yang membunuh yang menganggap dengan membunuh perkutut itu dia tak lagi memiliki saingan dan urusan menjadi selesai. Maka, sang pembunuh perkutut itu ditangkap, disidang dan dipenjara. Akhir yang ngenes, bukan?

“Hati-hatilah dengan iri hati dan dengki.” Demikian pesan Nabi kita yang mulia. Jalan hidup sudah ditentukan oleh Allah, bagian kita tak akan tiba di orang lain, bagian orang lain tak akan tiba di kita. Cukup hadapi dengan dua hal utama, yakni syukur dan sabar.

Memilih jalan selain syukur dan sabar hanya akan menciptakan masalah-masalah baru selain iri hati dan dengki itu. Sayangnya, ada juga orang yang beranggapan bahwa masalah itu bisa diselesaikan dengan masalah sambil berkata ringan: “Bikinlah masalah baru sehingga masalah lama tertutupi.” Ah, sepertinya ini bukan jalan yang tepat, bukan?. Salam AIM. [*]

 

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

MOZAIK

11 Kewajiban Umat Islam Kepada Nabi Muhammad SAW

RASULULLAH saw telah memberikan segala yang beliau miliki untuk umatnya. Jiwanya, hartanya dan sepanjang hidupnya beliau habiskan untuk menyelamatkan umat.

Pasti akan terbesit dibenak kita, dengan melihat jasa Rasulullah saw yang begitu besar, apa tugas dan kewajiban kita terhadap beliau?

Walaupun mustahil kita bisa membalas jasa Rasulullah saw namun Alquran dengan jelas mengabarkan kewajiban kita dihadapan beliau. Berikut ini adalah kewajiban seorang muslim dihadapan Nabi Muhammad saw.

1. Beriman kepadanya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

2. Taat dan mengikutinya.

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

*Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

“Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)

4. Mengutamakannya atas segala sesuatu.

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.”(Al-Ahzab 6)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Hujurat 1)

5. Tidak memilih pilihan lain dihadapan pilihan dan ketentuannya.
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah Menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka.”(Al-Ahzab 36)

6. Hanya Ada 2 Kata untuk segala keputusannya.

“Hanya ucapan orang-orang Mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang- orang yang beruntung.”(An-Nur 51)

7. Menerima Ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa.

Maka demi Tuhan-mu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(An-Nisa 65)

8. Berlaku Sopan dihadapannya.

“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).”(An-Nur 63)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.”(Al-Hujurat 2)

“Sungguh, Kami Mengutus engkau (Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang.”(Al-Fath 8-9)

“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.”(Al-Hujurat 4)

9. Bersolawat Kepadanya.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(Al-Ahzab 56)

10. Membantu dan Membelanya.

“Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang beruntung.”(Al-Araf 157)

11. Mencintai Keluarganya.

Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kecintaan kepada keluarga(ku).”(Asy-Syura 23). [khazanahalquran]

 

INILAHcom

Kereta Api ‘Haramain’ Madinah-Makkah Mulai Diuji Coba

The Haramain Express Train tiba di stasiun Jeddah dari Stasiun Kota Ekonomi Raja Abdullah di Rabigh pada hari Selasa untuk pertama kalinya dalam test drive.

Presiden Komisi Pengawas Transportasi Umum dan Kepala Pelaksana Organisasi Perkeretaapian Saudi Rimaih Al-Rimaih mengatakan bahwa perjalanan dari Kota Ekonomi Raja Abdullah ke Rabigh ke Jeddah merupakan bagian dari rencana uji coba Kereta Api Haramain Express Train.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Penjaga Dua Masjid Suci dan Putra Mahkota karena mendukung proyek tersebut. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Emir Makkah, Emir Madinah dan otoritas keamanan dan pelayanan. Dukungan dan bantuan berbagai entitas pemerintah inilah yang membuat proyek ini sukses, “kata Al-Rimaih, seperti dilansir Saudigazette.com.

Dia juga mengatakan bahwa Saudi Railways Organization sedang mengerjakan pemenuhan Visi 2030.

“Kereta tersebut menghubungkan Makkah dengan Madinah yang melewati Jeddah, Bandara King Abdulaziz dan Raja Abdullah Economic City di Rabigh. Proyek ini berjalan lebih cepat dari yang direncanakan dan diharapkan selesai pada akhir 2017, “kata Al-Rimaih.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas Dana Investasi Publik untuk mendanai proyek tersebut. Ada lagi test drive yang dijadwalkan setelah tiga bulan untuk kereta.

 

IHRAM

MUI Sambut Baik Presiden akan Perkuat Madrasah

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo yang ingin memperkuat karakter bangsa dengan menyiapkan generasi muda, terutama siswa madrasah diniyah.

“MUI menyambut gembira dan mengapresiasi yang setulus-tulusnya atas niat yang luhur Presiden Joko Widodo untuk memperkuat pendidikan diniyah dan pendidikan keagamaan di pesantren-pesantren dengan membangun karakter anak-anak bangsa,” kata Zainut di Jakarta, Sabtu (23/7).

Menurut dia, penguatan madrasah diniyah merupakan bentuk kepedulian dan antisipasi dini untuk mempersiapkan generasi emas yang kuat, tangguh dan berakhlak mulia. Dengan begitu, generasi mendatang bisa bersaing di dunia global tanpa kehilangan jati dirinya. MUI menyadari pengaruh era digital semakin sulit dihindari.

“Di satu sisi era digital banyak melahirkan manfaat, tapi di sisi lain juga banyak melahirkan mudarat. Di antara mudarat itu misalnya, mengubah ciri kehidupan masyarakat gotong royong menjadi individual, timbulnya sifat pragmatisme, ingin serba mudah dan gampang,” kata dia.

Selain itu, kata dia, perkembangan teknologi juga menyebabkan lenyapnya identitas kultural nasional serta lokal, hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme. Sementara hal paling mengkhawatirkan pihak yang cepat terserang budaya digital itu adalah generasi muda.

“Untuk itu, MUI berharap semoga apa yang menjadi harapan Bapak Presiden tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait sehingga gagasan yang sangat mulia tersebut tidak menguap sia-sia,” kata dia.

Pria Ini Naik Haji Jalan Kaki dari Pekalongan ke Mekah

Keputusan luar biasa diambil Mochammad Khamim Setiawan. Pria berusia 28 tahun ini nekat memulai perjalanannya ke Mekah dengan berjalan kaki dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

 

Khamim telah berjalan kaki sejak satu tahun lalu. Khamin memiliki alasan kenapa harus berjalan kaki ribuan kilometer untuk menjalankan Rukun Islam kelima itu. Katanya, dalam Alquran disebutkan, berjalan adalah bentuk murni dalam ibadah haji. Menurutnya,  semua  manusia hanyalah tamu Tuhan di bumi, karena itu dengan ikhlas ia memulai perjalanannya.

Dilansir dari laman Khaleejtimes, ia memulai perjalanannya lebih dari 9.000 km pada tanggal 28 Agustus 2016 dengan berbekal beberapa kemeja, dua celana, dua sepatu, 12 pasang kaus kaki, beberapa pakaian dalam, kantong tidur dan tenda, obor portabel, ponsel cerdas dan GPS.

Semua barang bawaannya ia kemas dalam satu ransel yang dihiasi dengan bendera mini Indonesia, dan mengenakan baju yang berbunyi ‘Saya dalam perjalanan ke Mekah dengan berjalan kaki’.

Sebelum memutuskan perjalanannya, ia mengatakan, telah menghindari semua hal yang berbau duniawi. Salah satunya meninggalkan bisnisnya di Indonesia. Diketahui Khamim memiliki gelar sarjana ekonomi dari Universitas Negeri Semarang dan memiliki perusahaan kontraktor yang cukup berkembang. Meski demikian, ia hanya membawa beberapa lembar rupiah di sakunya.

Alasan yang mendasari perjalanannya adalah tes kekuatan fisik dan spiritualnya. Dan yang lebih penting lagi, untuk berbagi pesan harapan, toleransi dan harmoni.

“Saya percaya bahwa melakukan haji bukan hanya demonstrasi solidaritas dengan orang-orang Muslim,” kata Mochammad dalam obrolan di Konsulat Indonesia di Dubai, beberapa waktu lalu.

Berjalan kaki ribuan kilometer, kata dia, juga caranya menunjukkan ketaatannya kepada Allah (SWT). Karena itu dalam perjalannya ia mempelajari Islam dari cendekiawan Muslim dan orang-orang dengan berbagai macam keyakinan yang ia temui di jalan, sekaligus mempelajari budaya mereka dan memahami toleransi.

“Saya juga melakukan jihad yang lebih besar, yang mendisiplinkan diri saya dan mengatasi perjuangan spiritual melawan dosa,” ujarnya.

Yang menarik, Khamim juga melakukan puasa setiap hari sepanjang perjalanannya dan dalam lima tahun terakhir, kecuali selama libur keagamaannya.

 

Sebelum perjalanannya, Khamim mengatakan  ia menghabiskan dua minggu di hutan Provinsi Banten di Indonesia untuk berlatih dan pengondisian fisik. Dia juga menghabiskan beberapa minggu di masjid untuk penguatan spiritual.

Karena dia berpuasa, dia hanya melakukan perjalanan di malam hari, mencakup setidaknya 50 km setiap hari saat dia dalam kondisi baik. Jika ia merasa lututnya lemah, ia hanya berjalan sejauh 10-15 km.

Sepanjang perjalanan, Khamim mengalami dua kali jatuh ketika ia berada di India dan Malaysia. Dia hanya makan makanan halal dan tidak mengonsumsi suplemen makanan. Andalannya hanya madu dicampur dengan air untuk membangun kekebalan tubuhnya terhadap cuaca buruk.

Dia menuturkan tidak pernah bertemu dengan perampok di jalan, tapi setidaknya bertemu ular berbisa tiga kali di hutan Malaysia. “Tapi secara ajaib, sebelum mereka bahkan bisa menggigit saya, mereka tiba-tiba terjatuh dan mati,” ujarnya.

Sepanjang jalan ia bercerita tidak pernah berharap mendapatkan makanan gratis di jalan, namun ia mengaku sering bertemu dengan dermawan yang memberinya makanan dan bekal.

“Saya disambut di sebuah kuil Budha di Thailand, orang-orang desa di Myanmar memberi saya makan, saya belajar dan bertemu dengan ilmuwan Muslim dari berbagai negara di masjid Jamaah Tabligh di India; dan saya berteman dengan pasangan Kristen Irlandia yang mengendarai sepeda di Yangon,” kenangnya.

Saat ini Khamim masih melakukan perjalanan. Rencananya pada Sabtu 3 Juni 2017 ini ia akan tiba di KBRI Abu Dhabi untuk menunggu visanya. Dari sana, dia akan melanjutkan perjalanannya ke Mekah. Ia berharap sudah mencapai kota suci umat Islamitu sebelum 30 Agustus tahun ini.

Konsul Indonesia Murdi Primbani di Dubai mengatakan, Mochammad adalah panutan bagi kaum muda Muslim atas kerendahan hati, spiritualitas, inklusivitas dan tekadnya.

 

 

VIVA

 

Mengaku Islam tapi Jauh dari Akhlak Islami

DEWASA ini, kemaksiatan semakin merajalela bahkan telah menjadi hal yang biasa. Sedangkan kebaikan menjadi hal yang tabu bahkan langka. Lantas apa sebenarnya yang terjadi pada umat ini?

Asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah mengatakan:

“Aku perhatikan, sangat disesalkan bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi pertama, yaitu ilmu, namun tidak mementingkan sisi yang lain, yaitu akhlak dan tata krama.

Apabila dulu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam nyaris membatasi dakwah beliau dalam rangka akhlak yang baik dan mulia, tatkala beliau menyatakannya dengan ungkapan pembatasan dalam sabda beliau:

“Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Sabda beliau itu tidak lain menunjukkan bahwa akhlak yang mulia merupakan bagian asasi (mendasar) dari dakwah Rasulullah.

Pada kenyataannya sejak awal aku memulai menuntut ilmu dan Allah memberi hidayah kepadaku tauhid yang murni, dan aku tahu kondisi kehidupan alam Islami yang jauh dari tuntunan tauhid, ketika itu aku memandang bahwa problem pada alam Islami hanyalah karena mereka jauh dari memahami hakekat makna ‘Laa ilaaha illallah’.

Namun bersama dengan waktu, menjadi jelas bagiku bahwa di sana ada masalah lain di alam Islami ini, tambahan dari masalah asasi yang pertama yaitu jauhnya umat dari tauhid.

Masalah lainnya adalah mayoritas umat tidak berakhlak dengan akhlak Islami yang benar, kecuali dalam jumlah yang terbatas.”

 

MOZAIK

Tenang, Kunci Atasi Semua Persoalan Dunia

DUNIA semakin panas, amarah pun semakin mudah tersulut. Berbagai masalah dan konflik terus bermunculan. Dan penyebab terbesarnya adalah “salah faham”.

Ya, salah paham menjadi sumber terbesar yang menyumbang problem dalam hidup. Banyak orang yang cepat bereaksi, marah dan memberi respon negatif terhadap hal-hal yang tidak cocok dengan pemikirannya. Padahal ia belum tau apa yang sebenarnya terjadi.

Perkelahian, perceraian bahkan pertumpahan darah banyak terjadi akibat cepat bereaksi tanpa mencari tau apa yang terjadi. Ada yang salah di rumah, suami langsung marah. Suami tak memberi kabar, istri langsung berpikir yang tidak-tidak.

Anak pulang telat, orang tua langsung menghukumi “nakal”. Orang tua melarang, anak berpikir mereka jahat.Padahal mereka tak tau apa maksud dan kejadian sebenarnya. Andai mereka mau mendengar dan mencari tau sebelum bersikap, tidak akan muncul konflik dan masalah.

Allah berfirman, “Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” (QS.Al-Kahfi: 68).

Coba kita ingat, betapa banyak kita sering marah kemudian menyesal setelah mengetahui kejadian sebenarnya. Betapa sering kita harus meminta maaf karena terlalu cepat mengambil sikap negatif, padahal kenyataannya tidak seperti yang kita bayangkan.

Fenomena ini memberi kita pelajaran untuk,

1. Tidak tergesa-gesa dalam mengambil sikap.

2. Cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi.

3. Mintalah penjelasan dari orang yang menurut kita melakukan kesalahan. Karena tidak semua orang mampu mengutarakan alasannya jika tidak ditanya terlebih dahulu.

Ketenangan dan sikap bijak dalam mengambil keputusan dicontohkan secara sempurna oleh Nabi Sulaiman as. Ketika ia mengumpulkan seluruh rakyatnya, ia tidak menemukan burung kecil bernama Hud Hud. Nabi pun marah karena ketidak hadirannya.

Tapi lihat, saat itu Nabi masih memberi kesempatan Hud Hud untuk menyampaikan alasannya sebelum memberi sanksi kepadanya. “Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.” (QS.An-Naml: 21).

Banyak masalah muncul karena sifat tergesa-gesa. Berlatihlah untuk menjadi orang yang tenang, maka semua masalah akan menjadi ringan.

 

MOZAIK