Cek Akomodasi Haji di Tanah Suci Melalui Aplikasi Cek Porsi Haji!

Musim Haji telah datang. Kini, calon jamaah haji bisa dengan muah mengetahui informasi seputar Akomodasi Haji di Tanah Suci dengan melihatnya melalui aplikasi berbasiskan Android melalui smartphone.

Download dan installah aplikasi Cek Porsi Haji, Klik di sini!

Informasi Akomodasi meruakan fitur terbaru dari Apliaksi Cek Porsi Haji. Fitur lainya, yang sudah banyak dimanfaatkan, di antaranya:

  1. Cek Jadwal Keberangkatan Calon Jamaah Haji berdasarkan Nomor Porsi Haji yang telah diperoleh Calon Jamaah Haji dari Kemenag RI;
  2. Artikel Islami/Dakwah setiap hari, minimal 6 kali sehari;
  3. Cek Visa Umrah. Inilah fitur yang bermanfaat bagi calon jamaah umrah untuk mengecek kepastian keberangkatanya sesuai dengan Visa yang didapat;
  4. Fitur dan informasi lainnya.

Semoga kedepannya aplikasi Porsi Haji ini makin sempurna dan lebih lengkap lagi agar bisa meberikan banyak manfaat bagi kita semua.

Semoga bagi calon jamaah haji dianugerahi Allah SWT sebagai haji mabrur, yang imbalannya surga. Dan, bag saudara-saudara lainnya yang belum mendaatkan kesempatan berhaji atau umrah, dimudahkan niat sucinya itu. Amien.

 

20 Tahun Nabung, Mimpi Nenek Penjual Bunga Kenanga Naik Haji Kesampaian

Setelah menabung selama 20 tahun lebih, niat Marsiyem untuk naik haji akhirnya bisa terlaksana. Ini tak lain hasil keringatnya sendiri sebagai penjual bunga kenanga di usianya yang sudah menginjak 90 tahun.

Namun siapa sangka, saat ditemui di rumahnya Dusun Domot, Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, nenek Marsiyem masih terlihat sangat sehat. Senyumnya sumringah walaupun jalannya sudah mulai kelihatan lelah.

“Woo… Saya masih kuat naik sepeda lho. Tiap hari cari bunga kenanga itu keliling desa. Dari Purwokerto, Karanggayam sampai Dusun Lempung Pakisrejo,” kisahnya sambil tertawa, saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/7/2018).

Ketiga desa yang disebutkan nenek Marsiyem itu memiliki jarak sekitar 20 km dari rumahnya. Namun setiap pagi, nenek Marsiyem mengayuh sepeda tuanya mencari bunga kenanga. Bunga yang telah dikumpulkan dari tiga desa tersebut lalu disetorkan ke pengepul.

“Saya nunggu di pos terus telepon pengepul buat disetor ke penyulingan. Saya beli dari yang punya pohon kenanga itu Rp 18 ribu/kg. Lalu saya jual ke pengepulnya Rp 19 ribu/kg,” ujarnya.

Dari uang seribu per kilogram keuntungan jual bunga kenanga inilah, Nenek Marsiyem mulai merajut mimpinya untuk naik haji. Jika bunga kenanga sedang musim, ia bisa mengumpulkan sebanyak 2 kuintal bunga kenanga. Namun jika musim hujan tiba, ia hanya bisa menyetorkan sekitar 10 kg bunga kenanga kepada pengepul.

“Sedikit-sedikit saya kumpulkan di bawah karpet. Kalau bisa nabung Rp 20 ribu yang ditabung tiap hari. Kalau nggak bisa segitu, ya seadanya. Pokok harus ada yang disisihkan,” jelasnya.

Ketika uang itu telah terkumpul seharga satu gram emas, maka uang tabungan itu dibelikan perhiasan. Begitu seterusnya hingga berat perhiasan yang dimilikinya senilai Rp 35 juta. Uang inilah yang digunakan untuk membayar uang muka pendaftaran haji.

“Saya didaftarkan cucu saya. Tahun 2010 itu bayar Rp 25 juta. Sekarang tinggal melunasi yang Rp 11,1 juta,” katanya penuh syukur.

Namun karena ketekunan nenek Marsiyem, ia tak perlu menjual seluruh perhiasan yang dimilikinya untuk melunasi biaya perjalanan haji. Ia masih memiliki sisa tabungan untuk digunakan membiayai keperluan lainnya.

Delapan tahun berselang, nenek Marsiyem akhirnya mendengar kabar gembira. Tanggal 4 Agustus nanti, ia dijadwalkan masuk asrama haji untuk persiapan berangkat ke tanah suci. Ia berangkat Bersama dengan anak menantunya, nenek Marsiyem tergabung di kloter 56 embarkasi Juanda.

“Sudah persiapan. Yang penting sehat dan semangat naik haji,” pungkasnya.

 

DETIK.com

 

MAU cek JadwlHAji Anda? Atau Visa Umrah? Download aplikasinya, klik di sini!
Share Aplikasi Andoid ini ke Sahabat dan keluarga Anda lainnya
agar mereka juga mendapatkan manfaat!

Agar Tak Sakit Saat Ibadah Haji, Jamaah Harus Persiapkan Ini

Musim Haji 2018 sudah di depan mata, jamaah haji kloter pertama akan diberangkatkan pada Senin (16/7/2018). Pada tahun-tahun sebelumnya, banyak jamaah haji yang mengalami masalah kesehatan selama proses haji berjalan.

Pada pertemuan dengan media, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr dr Eka Jusup Sinka, MSc mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan jamaah haji sebelum berangkat.

“Untuk persiapan sebelum berangkat, pertama kita harus latihan jalan. Karena selama di sana nanti kan kita harus jalan lumayan jauh. Lalu yang selanjutnya adalah makan buah dan sayur, ini dapat membantu kita dalam menjaga kesehatan sebelum berangkat. Dan yang terakhir adalah banyak minum air putih,” tuturnya di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).

Bukan hanya jamaah haji yang harus melakukan persiapan, pemerintah pun juga menyiapkan perlengkapan pendukung kesehatan serta obat-obatan bagi jamaah haji yang berada di Arab Saudi nantinya.

“Untuk jamaah haji, kita menyiapkan 7 ton obat-obatan yang mayoritas untuk penyakit saluran pernapasan. Sedangkan untuk perlengkapan lainnya kita ada kacamata, topi, alat semprot air untuk ke wajah serta juga sandal,” tambah dr Eka.

Akan ada sekitar 221.000 jamaah haji yang akan berangkat pada musim haji tahun ini, mereka pun akan didampingi oleh dokter serta tenaga medis lainnya.

“Tahun ini kita memberangkatkan 221.000 jamaah yang terdiri 204.000 jamaah reguler dan 17.000 jamaah khusus. Ada total 300 personil, 36 dokter spesialis, 63 dokter umum, dan 201 tenaga kesehatan lainnya,” tandasnya.

DETIK

 

TERBARU: Aplikasi Cek Porsi Haji, kini dilengkapi Informasi Akomodasi Haji di Tanah Suci! Silakan Download dan instal bagi Calon Jamaah Haji yang belum menginstalnya di smartphone Android! Klik di sini!

Startup Indonesia Diajak Ikut Makmurkan Masjid

Dewan Mesjid Indonesia (DMI) mengajak startup-startup di seluruh Indonesia untuk turut memakmurkan dan dimakmurkan masjid lewat program Indonesia Berinovasi. Program ini diluncurkan di acara Ramadhan Jazz Festival di pelataran Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).

Wakapolri Komjen Syafruddin selaku Wakil Ketua umum DMI mengatakan agar masyarakat dan remaja masjid terus maju dan berinovasi buat Bangsa.

Sesuai gagasan Ketua Umum DMI, Wapres Jusuf kalla, program Indonesia Berinovasi merupakan upaya untuk mendorong lahirnya inovator-inovator, termasuk dari lingkungan masjid serta dalam rangka pengimplementasian “Akselerasi Memakmurkan dan Dimakmurkan oleh Masjid”.

“DMI turut berupaya menggerakkan inovator nasional agar melahirkan startup kebanggaan Indonesia semakin maju inovasinya sehingga akan dapat dilahirkan inovator-inovator lingkungan Masjid yang bermanfaat buat Indonesia,” ujar Komjen Syafruddin di sela-sela acara.

Periode registrasi Indonesia Berinovasi dibuka mulai tanggal 20 Mei 2018 hingga 20 Agustus 2018, kategori Remaja Masjid dan Umum. Para peserta dapat mengunggah pitch deck atau presentasi singkat ke situs http://portal.telkomcloud.co.id.

Selanjutnya, akan terpilih 17 peserta untuk masuk ke tahap development. Para pemenang akan memperoleh; kesempatan sebagai solusi SaaS Nasional, mentoring, aplikasi akan menjadi member pada marketplace portal cloudventure capital, dan social media campaign.

Program Indonesia Berinovasi melanjutkan aplikasi pemberdayaan masjid dan mubalig di seluruh Indonesia pada 2016 lalu, yaitu aplikasi Dewan Masjid. Aplikasi ini juga merupakan gagasan inovasi Jusuf Kalla selaku ketua umum DMI yang menginginkan sebuah aplikasi dapat mencari penceramah secara real-time dan informasi masjid-masjid terdekat untuk memudahkan pengguna untuk beribadah.

Baca juga:

Fitur Cek Visa Umroh di Aplikasi Cek Porsi Haji (Sebarkan ke rekan2 Muslim)

Teknologi untuk Dekat dengan Allah

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menatap, melimpahkan hidayah kepada kita sehingga kita istiqomah dalam meniti jalan yang lurus. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt. berfirman, “Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al Kahfi [18] : 109)

Saudaraku, teknologi adalah karunia dari Allah Swt. Karena Allah pemilik segala ilmu. Allah yang memberikan karunia akal pikiran dan kesempatan kepada manusia untuk meneliti, mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan, teknologi adalah buah dari rangkaian proses yang dijalani manusia tersebut.

Dengan berbagai peralatan berteknologi canggih, kita bisa semakin dekat dengan Allah Swt. Akan tetapi dekat itu tidak selalu berpatokan kepada jarak secara fisik. Sebagaimana kita menggunakan ponsel pintar untuk berkomunikasi secara intens dengan orangtua yang posisinya berbeda kota atau berbeda pulau atau bahkan berbeda negara. Jarak fisik memang berjauhan, tapi hati sangat berdekatan.

 

—————————————————————-
Download-lah Aplikasi CEK PORSI HAJI dari Smartphone Android Anda agar Anda juga bisa menerima artikel keislaman ( termasuk bisa cek Porsi Haji dan Status Visa Umrah Anda) setiap hari!
—————————————————————-

Teknologi bisa menjadi jalan kita untuk semakin dekat dengan Allah karena dengan teknologi kita semakin mudah untuk belajar. Teknologi memungkinkan kita bisa ikut majlis talim yang posisinya jauh secara fisik dari kita. Teknologi memungkinkan kita bisa menyaksikan tayangan-tayangan tentang kemegahan alam raya ini, bukti-bukti keagungan Allah untuk kemaslahatan manusia. Maasyaa Allah!

Teknologi pun memang memiliki sisi negatif jikalau kita salah menggunakannya. Akan tetapi, sebagai hamba yang sudah mendapat hidayah maka semestinya kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam menggunakan fasilitas teknologi. Sehingga teknologi bisa menjadi jalan bagi kita untuk semakin dekat dengan Allah dan semakin yakin kepada-Nya. Insyaa Allah!

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

[smstauhiid]

 

Fitur Cek Visa Umroh di Aplikasi Cek Porsi Haji

Bagi Anda yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji, maka Anda akan mendapatkan Nomor Porsi Haji. Melalui nomor porsi tersebut, Anda bisa mengecek kepastian jadwal keberangkatan ibadah haji Anda.

Ya, Anda bisa mengeceknya melalui website Kementerian Agama RI (Kemenag.go.id). Namun, untuk memudahkan, Anda bisa mendownload aplikasinya dari smartphone Android Anda. Klik di sini!

Saat ini, aplikasi Cek Porsi Haji besutan Albani Studio ini, dilengkapi berbagai fitur unggulan, di antaranya artikel keislaman yang muncul setiap hari.

Selain itu, yang paling anyar, kini ada fitur baru, yaitu Cek Visa Umroh untuk calon jamaah umroh. Fitur ini bisa memonitor status visa umroh Anda, apakah sudah diproses atau belum.

Tentu saja, tujuan Aplikasi ini untuk memberikan informasi kepastian keberangkatan haji dan umroh Anda ke Tanah Suci. harapannya,dengan aplikasi ini, kita semua terhindar dari pihak-pihak yang merugikan kita, sehingga terhindar dari money game. Semoga banyak bermanfaat. Amien.

Pemerintah Diminta Prioritaskan Antrean Calhaj Berdasarkan Usia

Pemerintah diminta untuk memprioritaskan antrean calon haji (calhaj) berdasarkan usia. Mengingat jamaah haji yang telah berusia lanjut memiliki risiko tinggi dalam menghadapi penyakit degeneratif dan kematian.

“Saya melihat semakin panjang dan lamanya antrean mengakibatkan usia jamaah haji akan semakin lanjut sehingga menyebabkan semakin tingginya prosentase jamaah yang beresiko tinggi menghadapi kematian,” kata anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat dalam rilis, Sabtu (3/8).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tingkat kematian jamaah haji Indonesia di tahun 2015 mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun 2014, yaitu dari 297 jamaah haji Indonesia (2014) menjadi 605 jamaah haji Indonesia (2015).

Politisi PKS itu menyatakan, Komisi IX DPR RI tidak menginginkan semakin tingginya angka kematian jamaah haji Indonesia di Tanah Suci pada masa yang akan datang.”Kinerja kementerian kesehatan akan dipertaruhkan sebagai kementerian yang paling bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan jamaah haji,” ucap Adang.

Apabila pemerintah mampu menerapkan sistem antrean berdasar usia, lanjutnya, maka diperkirakan pada kurun waktu lima tahun mendatang, 70 persen usia jamaah haji berada pada wilayah aman akan risiko kematian akibat usia terlalu lanjut.

Untuk itu, ujar dia, diharapkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama dapat melakukan simulasi bersama untuk mengukur risiko berdasar usia.”Pemerintah harus sudah mulai memikirkan keberangkatan haji tidak hanya sekedar lunas ONH, namun ada porsi minimal 50 persen dari kuota haji diurut berdasar usia,” papar Adang.

 

sumber: Republika Online


BPIH Turun, Kemenag Pastikan Berikan Pelayanan Terbaik

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Abdul Jamil mengatakan pihaknya berupaya pelayanan penyelenggaraan haji tahun ini lebih maksimal meskipun Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) turun.

Pelayanan tersebut, kata dia, misalnya dalam hal pembenahan embarkasi penuh di 12 lokasi, serta embarkasi antara seperti halnya di Gorontalo. “Kami memberi pelatihan kepada petugas di embarkasi untuk melayani jamaah dalam kloter nanti. Mereka harus dibekali hal-hal penting dalam melayani para calon haji,” ujarnya di Gorontalo, Senin (30/5).

Menurut dia, petugas harus melayani kebutuhan jamaah, termasuk membimbing dan memberi perlindungan kepada jamaah.
Selain itu, Kemenag telah menyewa 119 hotel di Mekkah yang sudah siap menampung jamaah Indonesia.

Penyewaan hotel juga dilakukan di Madinah, yang jaraknya tidak lebih dari 650 meter dari hotel ke Masjid Nabawi. “Dengan memilih hotel yang jaraknya dekat, jamaah bisa jalan kaki ke masjid,” ucap dia.

Peningkatan pelayanan juga diberikan dalam hal transportasi, dengan menggunakan bus yang lebih besar, lebih dingin dan bagasinya lebih luas dibandingkan bus yang dipakai 2015. Sementara untuk katering makanan jamaah haji di Madinah, Kemenag menyiapkan makanan dengan menu masakan Indonesia.

“Di Madinah jamaah akan diberikan dua kali yakni makan pagi dan malam, serta snack. Sedangkan di Mekkah akan mendapatkan makanan sebanyak 24 kali, tahun lalu hanya 15 kali,” kata dia menjelaskan.

Ia meyakinkan, penurunan BPIH sebanyak 132 dolar AS dibanding tahun sebelumnya tidak akan menurunkan kualitas pelayanan haji. Kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia pada 2016 adalah 168.800 orang, yang dibagi dua yakni 155.200 jamaah untuk haji reguler dan 13.600 jamaah untuk haji khusus.

 

 

Cek Kapan Naik Haji Bisa Lewat Android

Bagi Anda yang sudah mendaftarkan diri menjadi salah satu calon jamaah haji dan ingin mengetahui kapan tahun keberangkatannya, sekarang tidak perlu Lagi harus pergi ke kantor Kementrian Agama (Kemenag). Cukup mengunduh aplikasi Check Porsi Haji di Android dan Anda akan mengetahui data keberangkatan calon jamaah haji.

Pengguna tinggal memasukkan kode yang sudah diberikan oleh bank saat mendaftarkan diri dan tekan tombol ‘cari’.

“Mudah penggunaannya, sangat membantu. Saya juga baru mengunduh dan mencoba di sini setelah diberitahu sama petugas urusan Haji di Kemenag Kota Cirebon,” kata Hartono ditemui di Kantor Kemenag Kota Cirebon, Rabu (9/9/2015).

Hartono mencoba memasukkan nama istri dan saudaranya yang akan berangkat haji. Ketika dimasukkan dalam aplikasi tersebut, nama lengkap calon haji, tahun keberangkatan dan kuota haji bisa dilihat langsung. Dari hasil pencarian tersebut, diketahui saudaranya diperkirakan akan berangkat pada 2017.

“Ini memudahkan kita dan tak usah ke kantor Kemenag untuk menanyakan masalah ini,” ujar Hartono.

UWA

sumber: MetroTV News

————————————————————

 

Aplikasi Cek Porsi haji, bisa Anda download di sini atau kunjungi url http://bit.ly/daftarhaji

Setelah mendownload, Anda akan mendapatkan artikel keislaman setiap harinya.

Daftar Tunggu Haji Jateng Hingga 2034

Jamaah calon haji (Calhaj) setelah musim haji tahun ini, musti menahan nafas panjang. Sebab, daftar tunggu haji untuk Provinsi Jawa Tengah mencapai 19 tahun. ”Jadi, waktunya cukup panjang,” kata Kepala Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Jateng Badrus Salam, Sabtu (29/8).

Tingginya daftar tunggu haji ini, menurut Badrus, disinyalir lantaran adanya layanan Talangan Haji dari perbankan. Kalau daftar sekarang, lanjut dia, berarti baru bisa berangkat tahun 2034 mendatang. Menurut dia, tingginya daftar tunggu haji ini disebabkan lantaran kuota haji dikurangi. Berkurangnya jatah kuota ini, karena adanya pembangunan di Masjidil Haram. Namun, jika pembangunan Masjidil Haram sudah selesai, maka pemerintah Indonesia akan minta kuota ditambah supaya mengurangi masa tunggu.

Pembangunan Masjidil Haram diperkirakan selesai tahun 2016. Setelah itu, maka minta penambahan kuota supaya bisa mengurangi masa tunggu. Mudah-mudahan pembangunan Masjidil Haram segara selesai. Sehingga masa tungggu haji mendatang semakin pendek. Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag) selalu mengimbau kepada umat Islam, teruma yang sudah menunaikan ibadah haji. Mereka dihimbau, agar yang sudah pergi haji untuk tidak berhaji lagi. Ini supaya memberi kesempatan bagi umat Islam yang belum ibadah ke Tanah Suci.

 

sumber: Republika Online

———————————————–

Baca juga: Aplikasi Pengecekan Jadwal Keberangkatan Haji