Dianjurkannya Mendoakan Orang yang Memberi Zakat

Dianjurkannya Mendoakan Orang yang Memberi Zakat

Diriwayatkan dari Amru bin Murrah, dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ، قَالَ: اللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ، فَأَتَاهُ أَبِي، أَبُو أَوْفَى بِصَدَقَتِهِ، فَقَالَ: اللهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

Apabila seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa sedekahnya, maka beliau mendoakan, ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAIHIM.’ (Ya Allah, berikan selawat atas mereka).

Kemudian bapakku, Abu Aufa, mendatangi beliau (dengan membawa sedekah). Maka, beliau pun mendoakan, ‘ALLAHUMMA SHALLII ‘ALA ALI ABI AUFA.’ (Ya Allah,  berikan selawat kepada keluarga Abu Aufa).” (HR. Bukhari no. 4166 dan Muslim no. 1078)

Kandungan hadis

Pertama, hadis ini adalah dalil disyariatkannya mendoakan orang yang mengeluarkan atau memberikan zakat dengan mendoakan semoga selawat Allah Ta’ala tercurah kepada mereka. Tidak ada ketentuan khusus lafaz doa tersebut. Selain mendoakan dengan lafaz doa yang terdapat dalam hadis di atas, seseorang boleh saja mendoakan dengan,

اللهم بارك لهم فيما أعطيتهم

“ALLAHUMMA BARIK LAHUM FIIMA A’THAITAHUM” (Ya Allah, berkahilah mereka dalam harta yang Engkau berikan kepada mereka)

Atau bisa juga dengan lafaz,

اللهم أعنهم به على طاعتك

“ALLAHUMMA A’INHUM BIHI ‘ALA THA’ATIKA.” (Ya Allah, tolonglah mereka untuk taat kepada-Mu)

Dan juga doa-doa lain yang mengandung kebaikan.

Faedah dari mendoakan orang yang memberi zakat adalah untuk menenteramkan jiwanya agar dia merasa ringan ketika mengeluarkan harta zakat, karena harta adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh jiwa manusia. Allah Ta’ala berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun mematuhi dan melaksanakan perintah Allah Ta’ala tersebut, yaitu mendoakan orang yang memberikan harta zakat kepada beliau. Apabila seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa sedekahnya, maka beliau pun mendoakan,

اللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAIHIM”, maksudnya adalah berikanlah pujian untuk mereka.

Yang dimaksud dengan doa, “Ya Allah,  berilah selawat kepada keluarga Abu Aufa.” adalah Abu Aufa itu sendiri. Ath-Thahawi rahimahullah memaksudkan diksi “keluarga fulan” sebagai “fulan” itu sendiri, kemudian beliau pun berdalil dengan hadis ini. (Syarh Al-Ma’ani Al-Atsar, 8: 61)

Kedua, hadis ini menunjukkan bolehnya berselawat kepada selain para Nabi. Akan tetapi, jumhur ulama berpendapat bahwa hal itu makruh. Hal ini karena selawat itu adalah syiar untuk para Nabi ketika disebutkan nama mereka. Sehingga selain Nabi, tidaklah disamakan dengan para Nabi dalam hal selawat. Jumhur ulama memaknai hadis ini, dan juga firman Allah Ta’ala,

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ

Mereka itulah yang mendapat selawat dan rahmat dari Tuhan mereka.” (QS. Al-Baqarah: 157)

dengan “doa untuk mereka”. Oleh karena itu, tidak terdapat keterangan bahwa selawat kepada keluarga Abu Aufa itu sebagai syiar di kalangan mereka. Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

وهذا مسلك حسن

Ini adalah keterangan yang baik.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6: 467)

Demikian pembahasan singkat ini, semoga bermanfaat.

Wallahu Ta’ala a’lam.

***

@Rumah Kasongan, 13 Rabi’ul akhir 1445/ 28 Oktober 2023

Penulis: M. Saifudin Hakim

© 2023 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/89982-dianjurkannya-mendoakan-orang-yang-memberi-zakat.html