5 Metode Menghafal Al-Quran dengan Cepat dan Benar

Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup setiap Muslim. Kemurnian isi Al-Quran telah dijamin oleh SWT dan tetap terpelihara keasliannya. Allah berfirman:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Salah satu cara yang dapat dilakukan umat Muslim untuk menjaga keaslian ayat-ayat Al-Quran adalah menghafalnya. Mengutip buku Kemukjizatan Menghafal Al-Quran oleh Muhammad Makmun Rasyid, ulama sepakat hukum menghafal Al-Quran atau tahfidzul Qur’an adalah fardu kifayah. Artinya, kewajiban itu gugur jika sudah dilaksanakan oleh sebagian orang.

Meski demikian, umat Muslim tetap dianjurkan untuk mempelajari dan menghafal Al-Quran. Sebab, ada banyak keutamaan yang menanti mereka setelah amalan itu dilakukan.

Namun, menghafal Al-Quran bukan suatu perkara yang mudah. Sebagian orang mungkin kesulitan menghafal 6.236 ayat yang terangkum dalam 114 surat Al-Quran.

Agar lebih mudah melakukannya, ada beberapa metode menghafal Al-Quran yang dapat dipraktikkan. Apa saja metode-metode tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Metode Menghafal Al Quran

1. Thariqah Tasalsuli

Metode menghafal Al-Quran yang pertama adalah thariqah tasalsuli, yaitu membaca ayat yang akan dihafal secara berulang-ulang. Metode ini dilakukan dengan cara membaca satu ayat pertama-tama, kemudian diulang-ulang untuk dihafalkan.

Setelah ayat pertama berhasil dihafalkan, dilanjutkan dengan ayat kedua, ayat ketiga, keempat, dan seterusnya hingga lancar dan melekat dalam ingatan.

Menurut buku Mitos-Mitos Metode Menghafal al-Qur’an tulisan Abdulwaly, metode thariqah tasalsuli banyak dipraktikkan oleh para ulama. Mereka tidak akan melanjutkan hafalannya sebelum mengulang ayat yang sedang dihafalkan hingga beberapa kali.

2. Thariqah Jam’i

Thariqah jam’i dilakukan dengan menghafal rangkaian-rangkaian kalimat dalam setiap ayat. Hafalan dimulai dari ayat pertama sampai lancar, dilanjutkan pada ayat kedua sampai lancar hingga batas hafalan yang telah disusun. Setelah sudah sampai pada batas tersebut, hafalan diulang dari ayat pertama sampai terakhir beberapa kali hingga lancar tanpa kendala.

3. Thariqah Muqassam

Dalam metode thariqah muqassam, seorang penghafal Al-Quran akan membagi hafalan pada beberapa bagian sesuai makna lafadz maupun kalimatnya. Hasil hafalan tersebut kemudian dituangkan ke atas kertas dan diberi sub judul pada setiap bagiannya. Selanjutnya, bagian-bagian itu dihafalkan secara kumulatif dan digabungkan.

4. Khitabah

Pada metode khitabah, penghafal akan menulis terlebih dahulu ayat-ayat Al-Quran yang akan dihafalkan. Setelah itu, ayat tersebut dibaca hingga lancar dan benar, lalu dihafalkan.

Erlin Rosalina dalam jurnal Penerapan Metode Gabungan Wahdah dan Kitabah dalam Peningkatan Kompetensi Tahfidz Al-Quran menjelaskan, metode ini dinilai cukup praktis dan efektif. Sebab selain membaca dengan lisan, menulis ayat-ayat membantu mempercepat terbentuknya pola hafalan dalam benak.

5. Sima’i

Metode sima’i dilakukan dengan cara mendengarkan suatu bacaan, misalnya dengan murottal. Karena sering mendengarkannya, ayat-ayat tersebut secara otomatis melekat dalam ingatan. Metode ini cocok dipraktikkan kepada anak-anak yang masih di bawah umur dan belum mengenal baca tulis Al-Quran.

KUMPARAN

Keutamaan Bulan Muharram yang Wajib Diketahui oleh Muslim

Bulan Muharram adalah salah satu bulan suci yang memiliki nilai istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada masa Rasulullah, umat Muslim dilarang untuk berperang dan melakukan dosa saat memasuki bulan Muharram. Bulan ini terkenal dengan berbagai keutamaannya. Apa saja keutamaan bulan Muharram?

1. Pahala dan Dosa yang Dihitung Berlipat Ganda

Hati-hatilah dalam berbuat dosa, terutama pada bulan Muharram. Dosa yang dilakukan pada bulan ini akan dihitung berlipat ganda. Oleh karena itu, dosa sekecil apapun dapat mempengaruhi timbangan amal kita. Sebaliknya, amalan baik yang dilakukan selama bulan Muharram juga akan dilipatgandakan. Ini adalah alasan mengapa umat Islam yang beriman memanfaatkan bulan ini untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya dan menghindari perbuatan yang dimurkai oleh Allah.

2. Salah Satu dari Empat Bulan Suci Islam

Islam memiliki empat bulan suci: Dzulhijjah, Rajab, Dzulqa’dah, dan Muharram. Kesakralan bulan Muharram diabadikan dalam Surat At-Taubah ayat 36 di dalam Al-Qur’an. Selama bulan ini, umat Islam dilarang keras untuk menumpahkan darah dan dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik dan beribadah dengan niat tulus.

3. Waktu Terbaik untuk Berpuasa

Selain Ramadhan, bulan Muharram adalah waktu yang sempurna untuk mengamalkan ibadah puasa. Berpuasa dalam Islam berarti menahan hawa nafsu dari subuh hingga matahari terbenam. Puasa pada bulan Muharram memiliki ganjaran yang besar. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh HR Muslim, puasa Muharram adalah puasa terbaik setelah puasa Ramadhan. Ali bin Abi Thalib juga menyatakan bahwa Allah akan menerima taubat mereka yang berpuasa pada bulan Muharram.

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)

4. Hari Asyura yang Istimewa

Salah satu keutamaan bulan Muharram adalah adanya hari Asyura pada tanggal 10 Muharram. Hari Asyura adalah hari istimewa dan bersejarah dalam Islam. Umat Islam disarankan untuk berpuasa sehari sebelumnya (Puasa Tasu’a) sebagai pembeda dari cara perayaan hari Asyura oleh umat Yahudi dan Nasrani.

5. Bulan Bersejarah dan Penuh Kemuliaan

Bulan Muharram memiliki keistimewaan bagi para nabi dalam Islam. Menurut Kitab Al-Nawadzir yang ditulis oleh Syekh Sihabuddin bin Salamah Al-Qolyubi, terdapat 10 nabi yang diangkat derajatnya oleh Allah SWT pada bulan Muharram, termasuk Nabi Adam as, Nabi Idris as, Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Ayub as, Nabi Yunus as, Nabi Yakub as, dan Nabi Isa as.

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk meraih keistimewaan bulan Muharram. Salah satu cara meraih pahala adalah dengan berdonasi kepada orang yang membutuhkan. Bagi yang ingin berdonasi, bisa melakukannya melalui Dompet Dhuafa.

Manfaatkan keutamaan bulan Muharram untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan, serta mendapatkan ridho dari Allah SWT.

MYQURANCORDOBA