Pekerjaan Rumah Tangga Membuatmu Lelah

Ibu, Pekerjaan Rumah Tangga Membuatmu Lelah, Jangan Lupakan Membaca Ini!

Pepatah mengatakan bahwa seorang istri dan ibu rumah tangga akan bangun paling pagi dan tidur paling malam.

Hal tersebut berarti,  seorang ibu jam kerjanya lebih panjang dari anggota keluarga yang lain. Mungkin terlihat sepele dan tak menghasilkan,  namun seorang ibu tidak hanya lelah secara fisik namun kadang juga psikis.

Membersihkan rumah,  mencuci pakaian dan merapikannya,  memasak,  menjaga anak-anak dan mendidiknya, mengajak bermain semua harus dilakukan setiap hari.

Lelah? Tentu,  terlebih jika anak-anak masih kecil dan tengah masanya berekspolarasi dengan lingkungannya. Rumah yang baru dibersihkan,  tak akan bertahan lama,  lima menit saja rumah kan kembali seperti kapal pecah.

Saat rasanya ingin istirahat, anak bisa saja meminta ini dan itu yang kadang menimbulkan emosi.

Memiliki asisten rumah tangga menjadi salah satu pilihan, bagi mereka yang mampu. Tetapi terkadang memiliki asisten tidak banyak membantu dan malah menimbulkan masalah baru.

Tak jarang asisten rumah tangga memiliki berbagai karakteristik yang bisa jadi tak sesuai dengan apa yang diharapkan keluarga.

Atau jika asisten rumah tangga masih sangat belia, banyak sekali yang harus diajarkan dan belum lagi misalnya asisten belum memahami mengenai aurat dan mahram, ini tentu akan menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi keluarga muslim.

Ibu, Pekerjaan Rumah Tangga Membuatmu Lelah, Jangan Lupakan Membaca Ini!

Kelelahan dalam pekerjaan rumah tangga pernah juga dikeluhkan oleh putri Rasulullah Fatimah. Mari simak bagaimana Ali bin Abi Thalib menuturkan kisahnya. Ali menuturkan bahwa Fatimah pernah mengeluh kepadanya. Ia merasa bahwa pekerjaan menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Rasulullah mendapat seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantu baginya. Akan tetapi, Rasulullah sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi Ummul Mukminin Aisyah dan menyampaikan hajatnya.

Ketika Rasulullah berada di rumah Aisyah, ia menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah lantas mendatangi kami (Ali dan Fatimah) saat kami telah berbaring di tempat tidur.

Mulanya, kami hendak bangun untuk menghampiri beliau, namun beliau menyuruh kami tetap berada di tempat.

Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau.

Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi (HR. Bukhari dan Muslim).

Semenjak mendengar petuah Rasulullah tadi, Ali tak pernah lalai meninggalkan wirid tadi. Ia selalu membacanya, bahkan di malam perang Shiffin; sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Bukhari.

Tahukah kamu, apa yang sebenarnya dikeluhkan oleh Fatimah? Beliau mengeluh karena kedua tangannya bengkak akibat terlalu sering memutar batu penggiling gandum yang demikian berat.

Subhanallah, ternyata putri tercinta Rasulullah demikian berat ujiannya. Pun begitu, beliau tak segera memenuhi keinginan puterinya tadi.

Namun beliau mengajarkan sesuatu yang lebih bermanfaat baginya dari seorang pembantu. Sesuatu yang menjadikannya semakin dekat dan bertawakkal kepada Allah. Itulah wirid pelepas lelah.

Mengapa wirid tadi lebih baik dari pembantu? Menurut al-Hafizh Badruddien al-‘Aini, alasannya ialah karena wirid berkaitan dengan akhirat, sedangkan pembantu berkaitan dengan dunia.

Dan tentunya, akhirat lebih kekal dan lebih afdhal dari dunia. Atau, boleh jadi maksudnya ialah bahwa dengan merutinkan bacaan wirid tadi, keduanya akan mendapat kekuatan lebih besar untuk melakukan berbagai pekerjaan; melebihi kekuatan seorang pembantu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga berpendapat senada. Menurut beliau, siapa yang rajin membaca wirid tadi di waktu malam, niscaya tidak akan kelelahan.

Alasannya karena Fatimah mengeluh kecapaian kepada Rasulullah, lalu Rasulullah mengarahkannya agar membaca wirid tadi.

Akan tetapi, menurut al-Hafizh Ibnu Hajar, penafsirannya tidak harus seperti itu. Hadis ini tidak berarti bahwa rasa lelah pasti hilang bila seseorang rutin membacanya.

Namun boleh jadi maksudnya ialah bila seseorang rutin mengamalkannya, maka ia tidak akan terkena madharat walaupun banyak bekerja. Pekerjaan itu juga takkan terasa berat walaupun ia merasa lelah karenanya.

Hadis ini juga bisa berarti bahwa orang yang membaca wirid tadi, kelak akan bangun pagi dalam keadaan segar-bugar dan penuh semangat.

Tentunya, ini lebih baik daripada menyewa pembantu yang meringankan pekerjaan, namun tidak menjadikan badan segar-bugar.

Nah, inilah salah satu solusi penghilang lelah yang mendatangkan pahala.

Tentunya jika kita mampu untuk membayar khadimat (asisten rumah tangga)  dan mendapatkan khadimat yang amanah, Islam pun tak melarangnya karena bisa manjadi bagian dari ta’awwun (saling tolong menolong).

Jangan lupa untuk selalu membaca dzikir pelepas lelah ini wahai para ibu. [w/ind]

Sumber: https://konsultasisyariah.com/15007-dzikir-pelepas-lelah.html

CHANEL MUSLIM