Lima Rahasia di Balik Kalender Masehi

Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ya, ada lima bahaya besar yang menjadi rahasia di balik kalender masehi. Namanya saja bahaya berstatus rahasia, masih banyak orang yang terjatuh ke dalamnya karena tidak menyadarinya. Anda ingin selamat darinya? Mari, simaklah renungan berikut ini.

Tahukah Anda kalender masehi adalah syi’ar agama nashara (Kristiani)?

Ini bisa disimpulkan dari asal penyebutan kata “masehi”, penisbatan kepada Nabi ‘Isa  ‘alaihis salam karena awal perhitungan penanggalan ini diambil dari tahun lahirnya Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (Sumber: artikel Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid di http://www.saaid.net/mktarat/aayadalkoffar/55.htm dan Istikhdamut TarikhilMiladi, http://www.dorar.net/art/223).

Dengan demikian, kalender masehi hakikatnya adalah simbol dari agama mereka. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah, “…Apalagi kalender masehi adalah simbol dari agama mereka karena ia mengisyaratkan pada pengagungan kelahiran Al-Masih ‘alaihis salam dan berhari raya dengannya di setiap penghujung tahun. Ini adalah bid’ah yang diada-adakan oleh nashara” (http://www.alathary.net/vb2/showthread.php?13590- ). Lantas apakah kita sebagai seorang muslim rela mengiklankan secara gratis  syi’ar agama nashara yang isinya adalah pelecehan terhadap Rabbul ‘alamiin? Di sisi lain, relakah kita meninggalkan syi’ar Muslimin berupa penanggalan Hijriyyah? (baca: Raihlah enam keuntungan menggunakan kalender Hijriyyah).

Apakah seorang yang menyatakan dirinya muslim rela mengatakan, “Biarlah pudar sinar syi’ar muslimin dan berkibar bendera syi’ar agama nashara?” Kalau bukan kita, kaum muslimin, siapa lagi yang akan mengibarkan bendera syi’ar umat ini (kalender Hijriyyah)? Camkanlah!

Tahukah Anda Sebagian Penamaan Bulan-Bulan dalam Kalender Masehi Diambil dari Nama Berhala-Berhala Romawi dan Kaisar-Kaisarnya?

Berikut asal pengambilan nama-nama bulan dalam  kalender masehi:

  1. Januari diambil dari Janus (dewa permulaan dan akhir bangsa Romawi ada yang mengatakan dewa matahari).
  2. Februari diambil dari februus (dewa kematian dan pemurnian Romawi yang juga menjadi dewa bangsa etruskan. Bulan ini menjadi bulan perayaan ritual pemurnian di romawi yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan ini).
  3. Maret diambil dari mars (dewa perang romawi) .
  4. April diambil dari aperire yang artinya membuka. Bulan April (aprilis) dalam kalender romawi merupakan penghormatan untuk dewi venus, dewa cinta dan keindahan. Kata april diambil dari nama venus dalam bahasa yunani yaitu aphrodite (Aphros).
  5. Mei diambil dari maia maiestas (dewi romawi ,dewi kelahiran dan perkembangbiakan keturunan).
  6. Juni diambil dari juno (dewi romawi, istri jupiter (mitologi), ada yang mengatakan dewi bulan).
  7. Juli diambil dari julius caesar (diktator romawi).
  8. Agustus diambil dari agustus (kaisar romawi pertama).

(Sumber: artikel Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid di http://www.saaid.net/mktarat/aayadalkoffar/55.htm & http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_gregorius).

Saudaraku seiman, tentulah kalau bukan karena kebutuhan yang mendesak, tentu keimanan kita menolak mentah-mentah mengucapkan nama-nama berhala, dewa, dewi, dan kaisar mereka dengan lisan kita. Tak sudi rasanya hati yang dipenuhi keimanan memuliakannya (kalender masehi), lisan yang basah dengan dzikrullah menyebut-nyebutnya, jari-jemari yang akrab dengan mushaf Al-Qur`an menuliskan nama-nama berhala, dewa, dewi, dan kaisar mereka.

(baca artikel Benarkah penggunaan kalender masehi dalam keadaan tertentu dibolehkan?)

Tahukah anda bahwa menggunakan kalender Masehi adalah bentuk tasyabbuh terhadap orang kufar?

Tahukah Anda bahwa seseorang yang sudah mengetahui status kalender masehi sebagai syi’ar agama nashara dan romawi kemudian masih nekad menggunakannya sebagai ganti kalender Hijriyyah, hakikatnya itu merupakan bentuk  meniru (tasyabbuh) dengan simbol-simbol mereka?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari kaum itu” (HR. Abu Dawud,Syaikh Al-Albani menyatakan derajatnya hasan shahih).

Hadits di atas mengandung larangan tasyabbuh dengan simbol-simbol orang kafir, hari raya, kebiasaan-kebiasaan, dan seragam-seragam khas mereka serta apa-apa yang menjadi kekhususan mereka. Dan tidak diragukan lagi bahwa penggunaan kalender masehi masuk kedalam ciri khas orang kafir.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya tentang apakah perhitungan dengan kalender masehi termasuk bentuk loyalitas kepada orang kafir?

Maka beliau hafizhahullah menjawab,”Tidak dianggap sebagai bentuk loyalitas, akan tetapi dianggap sebagai tasyabbuh (dengannya) (Istikhdamut Tarikhil Miladi, http://www.dorar.net/art/223).

Tahukah Anda Bahwa Menggunakan Kalender Masehi dan Meninggalkan Kalender Hijriyyah Hakikatnya Bentuk Penjajahan Karakter Kaum Muslimin?

Sesungguhnya kaum muslimin -sejak dicanangkannya kalender Hijriyyah oleh Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu- telah menggunakan kalender Hijriyah, namun penjajahan kuffar terhadap kaum musliminlah yang menyebabkan banyak dari mereka lupa dengan kalender mereka sendiri (kalender Hijriyah).

Berikut penjelasan Fadhilatusy Syaikh Dr. Abdullah bin ‘Abdurrahman Al-Jibrin rahimahullah“…Dan kaum Muslimin (zaman dulu telah) menggunakannya (kalender Hijriyah) dalam kitab-kitab dan sejarah mereka, sekalipun mereka telah mengetahui kalender-kalender umat sebelum mereka.”

Hal ini terus berlangsung hingga orang-orang kristen menguasai sebagian besar negeri-negeri Islam, menjajah mereka, memaksa mereka untuk mempelajari kalender masehi, dan membuat kaum muslimin lupa dengan kalender Hijriyah kecuali apa yang dikehendaki Allah. (Istikhdamut Tarikhil Miladi, http://www.dorar.net/art/223).

Ketika banyak kaum muslimin yang lupa dengan kalender mereka sendiri (kalender Hijriyah) dan menggantinya dengan kalender masehi, maka lunturlah bagian besar jati diri dan karakter khas mereka. Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kalender dan penanggalan adalah syi’ar sebuah umat. Jika umat melupakan syi’ar ini, maka mereka pun melupakan jati diri mereka”.

Selanjutnya, beliau pun menjelaskan tentang pentingnya kaum muslimin dalam menjaga kepribadian mereka, di antaranya dengan memiliki penanggalan yang khas sebagai ciri khas mereka sebagai umat yang terhormat, beliau berkata, “Wahai kaum muslimin, selayaknyalah kita memiliki kepribadian yang khas, sebuah karakter yang menjadi jati diri mereka (kaum muslimin), tidak mengikuti umat lain (selain muslimin-pent).

Bukanlah maksud kita memerangi setiap perkara yang baru yang berasal dari umat lain. Jika itu memang baik (kita terima-pent), akan tetapi kita memerangi umat lain yang datang dengan tujuan buruk, yaitu melunturkan kepribadian kita.

Wahai Kaum muslimin, sesungguhnya kaum muslimin adalah umat Islam yang memiliki jati diri, memiliki ciri agama, bahasa, kalender/sejarah, dan ibadah yang khas. Umat Islam adalah umat yang memiliki jati diri yang kokoh, maka (umat Islam) wajib tidak menjadi pengekor umat lainnya sebagaimana Allah telah menganugerahkan kepada umat Islam ini agama yang mulia, Allah berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) ilmu dan amal, untuk dimenangkan-Nya atas segala agama lain, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”(At-Taubah:33).

Sesungguhnya Islam adalah agama yang tinggi (mulia) dan tidak ada satupun yang bisa merendahkannya, maka wajib bagi umat Islam menjadi umat yang  yang tinggi (mulia) pula dan tidak ada seorang pun yang merendahkannya. Inilah kewajiban kita jika bercita-cita meraih kemuliaan dan kehormatan” (http://www.ibnothaimeen.com/all/khotab/article_89.shtml).

Tahukah Anda Bahwa Menggunakan Kalender Masehi dan Meninggalkan Kalender Hijriyyah hakikatnya Adalah Bentuk Perbudakan dan Perendahan Martabat Kaum Muslimin?

Al-‘Allamah Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan hakikat penerapan kalender masehi, Ketika orang-orang kafir berhasil menjajah sekian banyak negeri-negeri muslimin, mereka mengganti kalender muslimin dengan kalender mereka dalam rangka memperbudak negeri-negeri kaum Muslimin dan menghinakannya” (Liqaul Babil Maftuhhttp://sh.rewayat2.com/fkh3ame/Web/7687/006.htm).

Semoga Allah Ta’ala menjaga umat ini dari terjatuh ke dalam kehinaan dan menjadikan mereka sebagai umat yang berkuasa di muka bumi, taat kepada Rabbnya,di manapun mereka berada. Amin.

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.Or.Id