Tahukah Anda Apa Obat dari Penyakit Ini?

Ada salah satu penyakit yang paling berbahaya bagi manusia. Bukan penyakit fisik, tetapi penyakit hati yang bisa menghancurkan kehidupan seseorang.

Penyakit ini adalah kesombongan diri sehingga ia merasa cukup dengan kemampuan dirinya, merasa tak lagi membutuhkan Allah swt.

Puncak kesombongan semacam inilah yang akan membuatnya berpaling dari semua kebaikan. Ia akan menerobos semua batas dalam hidupnya. Karena ia tak lagi merasa memerlukan sesuatu dari selainnya.

Maka tak heran bila kita temukan dalam Surat pertama yang Allah turunkan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman :

كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰٓ – أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰٓ

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,apabila melihat dirinya serba cukup.” (QS.Al-‘Alaq:6)

Mungkin salah satu hikmah dari diturunkannya surat ini sebagai yang pertama adalah ingin memberi pelajaran bahwa :

“Apabila manusia memiliki rasa congkak dan merasa cukup dengan apa yang ia miliki pasti ia akan menolak semua wahyu dan kebenaran yang disampaikan oleh utusan Allah swt.”

Akan tetapi Al-Qur’an tidak pernah mengabarkan sebuah penyakit tanpa memberi obatnya. Dalam Surat yang sama Allah swt memberi resep agar kita bisa terhindar dari penyakit sombong ini dalam beberapa ayat berikut ini :

(1) Ingatlah bahwa engkau adalah hamba, sementara disana ada Tuhan Menciptakanmu dan Mengatur semua urusanmu.

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS Al-‘Alaq:1)

(2) Ingatlah asal usulmu, apakah layak engkau menyombongkan diri sementara engkau tercipta dari sesuatu yang hina.

خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS Al-‘Alaq:2)

(3) Ingatlah pasti engkau akan dikembalikan kepada Tuhanmu.

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجۡعَىٰٓ

“Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).” (QS.Al-‘Alaq:8)

Tiga resep ini adalah resep terbaik untuk mengobati penyakit congkak dan sombong. Ingatlah bahwa dirimu adalah hamba, engkau diciptakan dari sesuatu yang hina dan suatu saat engkau pasti akan kembali kepada Allah swt !

Pantaskah engkau menyombongkan diri?

Dalam ayat lain Allah menceritakan bagaimana seorang pemilik kebun menyombongkan diri dihadapan kawannya yang miskin. Dari kisah ini kita akan menemukan resep yang hampir sama.

Allah swt menceritakan dalam firman-Nya,

وَكَانَ لَهُۥ ثَمَرٞ فَقَالَ لِصَٰحِبِهِۦ وَهُوَ يُحَاوِرُهُۥٓ أَنَا۠ أَكۡثَرُ مِنكَ مَالٗا وَأَعَزُّ نَفَرٗا

Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS.Al-Kahfi:34)

Kemudian kawan itu memberi resep kepadanya untuk menyembuhkan kesombongannya dengan sebuah nasihat,

قَالَ لَهُۥ صَاحِبُهُۥ وَهُوَ يُحَاوِرُهُۥٓ أَكَفَرۡتَ بِٱلَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ سَوَّىٰكَ رَجُلٗا

Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?” (QS.Al-Kahfi:37)

Kesombonganmu sama sekali tidak pantas karena engkau hanya tercipta dari sesuatu yang hina.

Dan kemudian pada ayat-ayat selanjutkan kembali diberi peringatan,

وَيَوۡمَ نُسَيِّرُ ٱلۡجِبَالَ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ بَارِزَةٗ وَحَشَرۡنَٰهُمۡ فَلَمۡ نُغَادِرۡ مِنۡهُمۡ أَحَدٗا -وَعُرِضُواْ عَلَىٰ رَبِّكَ صَفّٗا

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris.” (QS.Al-Kahfi:47-48)

Resep utama untuk menghilangkan penyakit sombong adalah dengan mengingat asal usul kita dan mengingat hari dimana semua manusia akan kembali pada-Nya.

Semoga bermanfaat…

 

KHAZANAHALQURAN.COM

Berobat dengan Bersedekah (1)

AL-ASWAD bin Yazid meriwayatkan dari Abdullah, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda: ‘Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah, bentengilah harta kalian dengan zakat, dan siapkanlah doa untuk menghadapi musibah.“‘ (HR Baihaqi)

Hadits tersebut merupakan nash yang menyebutkan sedekah merupakan salah satu media pengobatan dan penyembuhan atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kata-kata tersebut diungkapkan oleh orang yang ma’shum yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu.

Ibnul Qayyim berkata, “Setiap dokter yang tidak mengobati pasiennya dengan memeriksa hati, kebaikan, kekuatan ruhani, dan tidak menguatkan itu semua dengan sedekah, berbuat kebaikan dan kebajikan serta kembali kepada Allah dan hari akhir, berarti ia bukan dokter sejati. Akan tetapi, seseorang yang baru belajar menjadi dokter.”

Sedekah bisa menghilangkan penyakit setelah terjangkit dan akan mencegahnya sebelum terjangkit. Ulama fikih dan dokter mengatakan bahwa tindakan pencegahan lebih mudah daripada pengobatan. Karena itu, mencegah sesuatu sebelum terjadi jauh lebih mudah daripada menghilangkannya setelah terjadi.

Pencegahan lebih berguna daripada pengobatan untuk menghilangkan penyakit. Atas dasar ini, obat yang mampu menghilangkan penyakit ialah obat yang dijadikan Allah mampu mencegah terjadinya penyakit itu. Sedekah bisa mencegah penyakit, sebagaimana juga bisa menghilangkan penyakit dengan izin Allah.

Dari titik tolak inilah seharusnya orang menaruh perhatian untuk suatu masalah penting, yakni seorang mukmin tidak bermualamah dengan Allah dalam bentuk coba-coba. Bila berhasil mendapatkan yang dikehendaki akan selalu dan konsisten melakukannya, sementara bila tidak berhasil akan melemah dan berhenti.

Orang mukmin haruslah bermuamalah dengan Rabbnya dengan keyakinan yang kuat, kepercayaan, dan tawakal yang benar, serta berbaik sangka kepada Allah. Allah berfirman dalam hadits qudsi:

Aku berada pada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.

 

*/Hasan bin Ahmad Hamma et.al., dalam bukunya Terapi dengan Ibadah.

HIDAYATULLAH