Fatwa Ulama: Fenomena Kematian Mendadak

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah

Soal:

Apakah fenomena kematian yang mendadak itu merupakan pertanda kiamat? Apakah ada amalan tertentu agar bisa terhindar darinya? Apakah dengan memohon perlindungan dari hal itu sudah cukup untuk terhindar darinya?

Jawab:

Dikabarkan dalam banyak hadits yang menunjukkan bahwa fenomena kematian mendadak akan banyak terjadi di akhir zaman. Dan itu kematian yang dibenci oleh orang fajir dan disenangi orang mu’min.

Terkadang orang mu’min mati secara mendadak dengan cara diam tiba-tiba atau cara lain dan itu merupakan yang menggembirakan dan nikmat baginya karena ia telah bersiap diri dan berusaha beristiqamah untuk menghadapi maut. Ia pun senantiasa bersungguh-sungguh mengerjakan amalan kebaikan sehingga ia dicabut nyawanya secara tiba-tiba dalam keadaan yang baik atau dalam keadaan sedang beramal shalih. Ia senang karena tidak merasakan kesulitan,  kelelahan dan beratnya sakaratul maut.

Terkadang kematian mendadak juga terjadi pada orang fajir. Dan itu merupakan bentuk kematian yang ditakuti oleh mereka, yaitu mereka takut dicabut nyawanya secara mendadak dalam keadaan yang buruk.

Kita memohon keselamatan dunia dan akhirat kepada Allah, serta perlindungan dari-Nya.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/18136

Penerjemah: Yulian Purnama

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/13906-fatwa-ulama-fenomena-kematian-mendadak.html

Nasihat Imam Bukhari tentang Kematian Mendadak

IMAM aL BukhAri rahimahullah telah mengingatkan masalah kematian mendadak melalui syairnya, seraya menasihatkan untuk memperbanyak amalan. Beliau rahimahullah berkata, “Manfaatkanlah di saat longgar keutamaan rukuk (salat, ibadah); kemungkinan kematianmu datang tiba-tiba; berapa banyak orang sehat yang engkau lihat tanpa sakit; jiwanya yang sehat pergi dengan mendadak.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Termasuk perkara yang mengherankan, bahwa beliau (Imam al-Bukhari rahimahullah) mengalaminya (kematian mendadak) atau yang semacamnya”.

Seorang yang mulia mengatakan bahwa banyak di antara kawanku yang telah melepaskan nyawanya di saat mengikuti syahwatnya, menjadi tawanan kenikmatan, dan lalai dari mengingat maut dan hisab (perhitungan amal). Setelah Allah Azza wa Jalla memberikan petunjuk kepadaku untuk mentaati-Nya, aku segera menemui sahabatku untuk menasihatinya, mengajaknya kepada ketaatan, dan mengancamnya dari kemaksiatan. Tetapi ia hanyalah beralasan dengan keadaannya yang masih muda, ia telah tertipu oleh panjang angan-angan. Maka demi Allah, kematian telah mendatanginya secara mendadak, sehingga hari ini ia telah berada di dalam tanah, terkubur.

Dia terbelenggu dengan keburukan-keburukan yang telah ia lakukan. Kenikmatan telah hilang darinya. Penyanyi-penyanyi wanita telah meninggalkannya. Tinggallah berbagai tanggung-jawab di atas lehernya. Dia telah menghadap kepada al-Jabbar (Allah Yang Maha Perkasa) dengan amalan-amalan orang-orang fasik dan durhaka. Semoga Allah melindungiku dan Anda dari catatan amal, seperti catatan amalnya, dan dari akhir kehidupan, seperti akhir kehidupannya.

Maka bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah- janganlah engkau seperti dia, sementara engkau tahu bahwa dunia ini telah berjalan ke belakang, dan akhirat berjalan mendatangi. Ingatlah saat kematian dan perpindahan, dan (ingatlah) apa-apa yang akan tergambarkan di hadapanmu, berupa keburukan yang banyak sedangkan kebaikan begitu sedikit. Kebaikan yang ingin engkau amalkan, maka segera amalkan sejak hari ini. Dan apa yang ingin engkau tinggalkan, maka (tinggalkanlah) sejak sekarang:

Maka seandainya jika kita telah mati, kita dibiarkan,
Sesungguhnya kematian itu merupakan kenyamanan seluruh yang hidup,
Tetapi jika kita telah mati, kita pasti dibangkitkan,
Dan setelah itu, kita akan ditanya tentang segala sesuatu.

[baca lanjutan: Awas! Mati Mendadak Tanda Kemurkaan Allah?]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2363060/nasihat-imam-bukhari-tentang-kematian-mendadak#sthash.odE0kbcj.dpuf