Keutamaan Suami Istri yang Saling Mengingatkan untuk Ibadah

Islam adalah agama yang sangat menekankan ibadah kepada Allah. Dalam satu firman-Nya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

Secara bahasa, ibadah adalah ketundukan, ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Ibadah juga diartikan segala hal atau perbuatan/sikap yang mendatangkan ridha Allah. Berikut keutamaan suami istri yang saling mengingatkan untuk ibadah.

Salah satu bentuk ketaatan yang didorong untuk bisa dilakukan suami istri adalah saling membangunkan untuk ibadah bersama, sholat berjamaah dan sholat Tahajjud. Jika hal ini bisa dilakukan, ada keutamaan yang menanti suami istri.

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah memberi rahmat seorang laki-laki yang bangun malam kemudian shalat, lalu membangunkan istrinya kemudian sholat. Jika istrinya enggan ia memercikkan air di wajahnya. Dan semoga Allah memberi rahmat seorang wanita yang bangun malam kemudian sholat, lalu membangunkan suaminya kemudian sholat. Jika suaminya enggan ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Ibnu Majah)

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Allah akan merahmati seseorang yang bangun malam kemudian sholat lalu membangunkan istrinya. Apabila istrinya menolak, dia akan memercikkan air ke mukanya, dan Allah akan merahmati seorang istri yang bangun malam lalu sholat, kemudian dia membangunkan suaminya, apabila suaminya enggan, maka istrinya akan memercikkan air ke wajah suaminya.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Kedua hadis ini sangat mirip sama-sama dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Intinya kedua hadis sama-sama menjelaskan keutamaan suami istri yang saling membangunkan untuk sholat malam akan mendapatkan rahmat (kasih sayang) dari Allah.

Keutamaan lainnya diterangkan dalam hadis berikut:

مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan dicatat sebagai orang yang selalu mengingat Allah Ta’ala.” (HR. Abu Daud)

Wallahu A’lam

KALAM SINDO