Mengambil Ibroh dari Ta’ziyah

Banyak hal yang sungguh teramat sangat berharga sekali saat kita berta’ziyah.

Banyak hal yang sungguh teramat sangat berharga sekali saat kita berta’ziyah. Disamping pahalanya yang besar, mendo’akan almarhum/ah, menghibur keluarga yang ditinggal dan yang tidak kalah bermanfaatnya adalah nasehat bagi kita yang tak lama lagi akan menyusul al-marhum/almarhumah

Saudaraku, … Perhatikanlah dengan penuh keimanan nasehat Rasulullah Saw berikut ini :

 جاء الموت بغتة       

‘”Kematian itu datangnya mendadak/tiba-tiba”.(Hadits)

Kematian itu datangnya mendadak, kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan bagaimanapun. Bisa jadi saat bekerja, mengendarai kendaraan, saat ngobrol, saat cermah/khutbah bahkan saat bermaksiat, na’zubillah min dzaalik.

Dan kematianpun tidak ada rumusnya.Tidak harus nunggu tua dan tidak harus nunggu sakit terlebih dahulu.

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya Tafsir ibunu Katsir mengatakan :

مات الناس يعيشهم

“seseorang itu mati sesuai kebiasaannya”.Kalau semasa hidupnya istiqamah melakukan amal kebaikan insya Allah ia wafat Husnul khatimah.

Itulah mengapa Rasulullah Saw sangat mewanti kita agar tak putus mempersiapkan bekal untuk keselamatan kita di akhirat kelak.

Sahabat Umar bin Khattab RA menasehati kita : 

(كفى بالموت واعظًا)

” Cukuplah kematian sebagai nasehat berharga bagi kita”

Setiap kali mendengar berita kematian saudura kita, hendaknya menjadi peringatan dan nasehat berharha bagi kita bahwa kita akan mengalami hal serupa.Alangkah meruginya seseorang yang menyikapi nasehat ampuh ini bak angin liwat.Tidak membuat dirinya terpicu untuk segera bertaubat dan beramal soleh.Bahkan masih larut dalam kemaksiatan dan terus mengejar kenikmatan dunia yang cuma setetes ini.

Bahwa Allah SWT maha penerima taubat itu benar sekali. Akan tetapi cobalah kita merenung sejenak “andai saat bermaksiat sementara kita masih jauh dari beribadah, nyawa kita dicabut allah swt, bisa dibayangkan betapa menderitanya kita di akhirat kelak”

Yuk, jadikanlah kematian saudara kita pemicu agar kita segera berlomba-lomba meningkatan amal ibadah kita dan buang jauh-jauh keinginan bermaksiat.

Teruslah bekerja dan beraktifitas yang diniatkan dalam rangka meraih Ridha Allah agar bernilai ibadah di sisiNya

Semoga kita semua selalu dalam bimbingan Allah SWT dan pada akhirnya diwafatkan Husnul khatimah.

Aamiin

Oleh : Hasan Yazid Al-Palimbngy

KHAZANAH REPUBLIKA