Meninggal di Bulan Ramadhan, Apakah Langsung Masuk Surga?

Di antara yang sering dijadikan pertanyaan masyarakat ialah meninggal di bulan Ramadhan, apakah langsung masuk surga? Pasalnya, masuk surga merupakan cita-cita setiap muslim, hatta orang yang tidak terlalu saleh pun juga mendambakannya.

Semuanya berbondong-bondong mengamalkan ibadah agar bisa masuk surga, hanya saja perlu diketahui bahwasanya amal ibadah merupakan kunci untuk mengetuk anugerah Allah untuk masuk surga. 

Meninggal di Bulan Ramadhan, Langsung Masuk Surga?

Beredar di kalangan masyarakat terkait keutamaan meninggal di hari-hari tertentu, apakah yang demikian ini benar adanya? Imam al-Suyuthi memiliki karya khusus terkait kematian, dalam salah satu sub bahasannya, beliau mengamini opini yang beredar di masyarakat. Dalam bab waktu yang bagus untuk meninggal, beliau meriwayatkan beberapa hadis. Antara lain;

وَأخرج أَبُو نعيم عَن إِبْنِ مَسْعُود قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من وَافق مَوته عِنْد إنقضاء رَمَضَان دخل الْجنَّة وَمن وَافق مَوته عِنْد إنقضاء عَرَفَة دخل الْجنَّة وَمن وَافق مَوته عِنْد إنقضاء صَدَقَة دخل الْجنَّة

“Abu Nu’aim meriwayatkan bahwasanya Abdullah Bin Masud mendengar Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang meninggal di penghujung bulan Ramadhan, hari Arafah, dan saat bersedekah, niscaya ia akan masuk surga”

وَأخرج أَحْمد عَن حُذَيْفَة قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من قَالَ لَا إِلَه إِلَّا الله إبتغاء وَجه الله ختم لَهُ بهَا دخل الْجنَّة وَمن صَامَ يَوْمًا إبتغاء وَجه الله ختم لَهُ بِهِ دخل الْجنَّة وَمن تصدق بِصَدقَة إبتغاء وَجه الله ختم لَهُ بهَا دخل الْجنَّة

” Imam Ahmad meriwayatkan dari hudzaifah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang mengucapkan kalimat tahlil di akhir hayatnya niscaya ia akan masuk surga dan barang siapa yang Meninggal saat bersedekah niscaya ia juga masuk surga”.

وَأخرج الديلمي عَن عَائِشَة رَضِي الله عَنْهَا قَالَ قَالَت رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من مَاتَ صَائِما أوجب الله لَهُ الصّيام إِلَى يَوْم الْقِيَامَة

Addailami meriwayatkan dari Sayyidah Aisyah bahwasanya Rasulullah bersabda barangsiapa yang meninggal saat berpuasa, niscaya Allah akan mengijabahinya hingga hari kiamat. 

وَأخرج أَبُو نعيم عَن جَابر قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من مَاتَ لَيْلَة الْجُمُعَة أَو يَوْم الْجُمُعَة أجِير من عَذَاب الْقَبْر وَجَاء يَوْم الْقِيَامَة وَعَلِيهِ طَابع الشُّهَدَاء

Abu nuaim meriwayatkan dari Jabir bahwasanya Rasulullah SAW bersabda bareng siapa yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat niscaya ia akan selamat dari azab kubur. Dan ia di hari kiamat akan mendapat stempel sebagai orang yang syahid. 

وَأخرج حميد فِي ترغيبه من طَرِيق سعد بن طريف عَن أبي جَعْفَر قَالَ لَيْلَة الْجُمُعَة غراء ويومها يَوْم أَزْهَر من مَاتَ لَيْلَة الْجُمُعَة كتب الله لَهُ بَرَاءَة من عَذَاب الْقَبْر وَمن مَاتَ يَوْم الْجُمُعَة أعتق من النَّار

Syekh Hamid dalam kitabnya yang berjudul at tarhib meriwayatkan sebuah hadis dari jalur Saad Bin Thariq yang bersumber dari Abu Ja’far bahwasanya barangsiapa yang meninggal pada malam Jumat maka Allah akan menyelamatkannya dari azab kubur dan barang siapa yang meninggal di hari Jumat niscaya Allah akan membebaskannya dari api neraka. 

Dengan demikian bisa diketahui bahwasanya meninggal dalam beberapa waktu tertentu bisa menjadi modal menuju surga, keterangan ini disarikan dari  karyanya Imam Al-Suyuthi yang berjudul Syarh al-Shudur bi Syarh hal al-Mauta wa al-Quburhalaman 306.

Demikian penjelasan terkait meninggal di bulan Ramadhan, apakah langsung masuk surga?Semoga bermanfaat, Wallahu A’lam bi al-shawab.

BINCANG SYARIAH

Meninggal di Bulan Ramadhan, Apakah Wajib Zakat Fitrah?

Orang yang meninggal di bulan Ramadhan apakah wajib zakat fitrah? Zakat fitrah disamping merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan saat bulan Ramadhan, ia juga berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa saat bulan Ramadhan, sebagaimana hadis berikut Ini:

‎شَهْرُ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، وَلَا يَرْفَعُ إِلَى اللهِ إِلَّا بِزَكَاةِ الْفِطْرِ

Artinya: “ puasa bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, dan allah tidak akan mengangkatnya ke langit kecuali dengan zakat fitrah” (HR Ad-Dailami).

Pada sisi lain, dalam Q.S at Taubah ayat 3, terdapat dalil kewajiban membayar zakat bagi seorang muslim. Allah berfirman;

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Didalam literatur fikih dijelaskan beberapa syarat orang wajib membayar zakat fitrah, yakni orang orang yang menemui dua Waktu,

Pertama masa akhir bulan Ramadhan atau sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadhan dan kedua awal bulan Syawal, yakni setelah terbenamnya matahari lepas akhir Ramadhan. Dua waktu itu harus dijumpai, Jikalau tidak kewajiban membayar zakat fitrah gugur. 

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam kitab Nihayah az-Zain, hal. 174 karangan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani

‎الثاني: أن يدرك وقت وجوبها الذي هو آخر جزء من رمضان وأوّل جزء من شوال، فتخرج عمن مات بعد الغروب وعمن ولد قبله ولو بلحظة دون من مات قبله ودون من ولد بعده 

Artinya: “ Syarat kedua, menemukan waktu wajibnya zakat fitrah, yakni akhir bagian dari Ramadhan dan awal bagian dari Syawal. Maka wajib dikeluarkan zakat atas orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) dan atas bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari, meskipun dengan jarak yang sebentar.

Tidak dikeluarkan zakat bagi orang yang mati sebelum terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) dan bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari” 

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa orang yang meninggal di bulan ramadhan tidak wajib membayar zakat fitrah. Semoga jawaban dari pertanyaan terkait orang yang meninggal di bulan Ramadhan apakah wajib zakat fitrah memberikan manfaat. Wallahu’alam bissawab.

BINCANG SYARIAH