Ustadz Dr Muinudinillah Basri: Ciri Aswaja Sesuai Karakter Sahabat Rasulullah

“Banyak yang mengklaim Ahlul Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) itu dirinya, tapi diluar kelompoknya bukan, ini masalah besar. Aswaja terbuka untuk semua orang “ ucap ustadz Dr Muinudinillah Basri MA pada malam Pencerahan di masjid Istiqlal, Sumber Krajan, Banjarsari, Solo, Jum’at (10/6/2016).

Ustadz Muin mengurai ciri Aswaja sebanyak sepuluh hal, dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci dikarenakan keterbatasan waktu kajian yang hanya satu jam. Untuk itu beliau berusaha menjelaskan secara ringkas dan jelas.

Ustadz Muin mengawali bahwa umat Nabi Muhammad akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang akan selamat. Menurut ustadz Muin satu itu yang berada diatas konsep Nabi mengikutu sunnah Nabi dan sunnah para sahabat.

“Semua orang bisa mengaku Aswaja tapi apakah ciri-cirinya sesuai dengan karakter sahabat, kita sebutkan satu, ciri Aswaja jauh dari sifat berlebih-lebiha, kalau kita jelaskan ini bisa 3 jam”ucapnya.

Ustadz Muin mencontohkan sifat aswaja tidak boleh mengkafirkan orang yang tidak ada dalilnya tapi juga jangan menganggap orang telah kafir sebagai orang Islam. Sifat Aswaja berada ditengah-tengah.

“Yang kedua Aswaja tidak mengkultuskan imam satupun, tidak mengambil ucapannya, perbuatannya, kecuali Rosulullah. Kalau sesuai dengan sunnah Nabi maka bisa diambil ataupun tidak. Jadi imam Aswaja tidak mau dikultuskan omongannya.” katanya.

Lebih lanjut ustadz Muin mengatakan  yang ketiga mencintai sunnah Nabi maka perlu mempelajari siroh Nabi dan yang keempat tidak mau berselisih pendapat, dan yang kelima menolak berdebat dalam aqidah. Ustadz Muin melanjutkan ciri keenam mereka menolak takwil dalam aqidah, pasrah dalam syari’at.

“Yang ketujuh mereka kalau melihat suatu masalah maka dikumpulkan dalil masalah tersebut, tidak mengambil satu ayat tapi menolak ayat yang lain. Yang kedelapan Aswaja itu teladan yang baik bagi orang-orang yang sholeh” tandasnya.

Ustadz Muin melanjutkan bahwa ciri kesembilan adalah mereka tidak mengunggulkan nama kelompoknya masing-masing. Namanya Islam sunnah dan jama’ah artinya mereka tidak memiliki identitas diri kecuali Islam.

“Yang nomor sepuluh mereka punya semangat untuk meningkatkan aqidah, dinnul Islam yang lurus. Mereka mengajarkan manusia petunjuk yang benar dan memperhatikan nasib kaum muslimin”pungkasnya. [SY]

 

sumber:Panji Mas