13 Jenis Orang yang Doa-nya Dikabulkan Allah dan Mustajab

13 Jenis Orang yang Doa-nya Dikabulkan Allah dan Mustajab

Doa menurut bahasa, adalah ath-thalabu yang berarti permohonan atau an-nidaa’u yang berarti panggilan.

Sedangkan menurut istilah syar’, doa adalah, “Meminta pertolongan kepada Allah , berlindung kepada-Nya, dan memanggil-Nya demi mendapatkan manfaat atau kebaikan, dan menolak gangguan atau bala.”

Sedangkan hakikat doa adalah seorang hamba menampakkan bahwa dirinya benar-benar membutuhkan Allah Yang Maha Suci, dengan melepaskan diri dari segala kekuatan dan daya manusia, serta hanya berlindung kepada Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Mulia.’

Jadi, berdoa diibaratkan sebagai tali yang sangat kokoh, yang seorang hamba senantiasa bergantungan padanya ketika ia berjalan untuk mengerjakan suatu amalan, atau melangkah maju dalam setiap keadaan.

Doa juga merupakan penyebab paling kuat untuk menolak segala hal yang tidak dinginkan. Juga penyebab paling kuat untuk memperoleh apa yang didam-idamkan. la adalah obat yang sangat bermanfaat, dan musuh dari segala bala dan malapetaka.

Karena, ia senantiasa menolak, mendorong, dan mencegah turunnya hal-hal seperti itu. la senantiasa mengangkat atau meringankan bencana dan malapetaka yang sedang turn. Doa inilah senjata satu-satunya yang dimiliki seorang mukmin.

Sehingga, seorang muslim tidak pernah malas untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Karena, setiap kali berdoa ia segera mendapat sebuah harapan, sebuah pencerahan, dan suatu bentuk pengobatan. Yaitu, obat bagi hati yang dirundung kesedihan, dan obat dari segala penyakit yang menimpa. Dalam berdoa, ada makna yang lebih mendalam lagi. Yaitu, mewujudkan ibadah hanya untuk Allah semata, Rabb semesta alam.”

Perumpamaan doa adalah ibarat obat yang ada di hadapan seorang penderita suatu penyakit. Maka, sangatlah tidak benar jika seorang yang sakit ini meninggalkan berobat, dan hanya berpasrah terhadap takdir Allah. Jika Allah mentakdirkan sembuh, pasti sembuh; dan jika tidak, pasti tidak sembuh, sama saja meminum obat, atau tidak.

Demikian pula dengan doa. Sangatlah tidak patut jika seorang muslim meninggalkan berdoa, dengan alasan berpasrah kepada takdir yang ditentukan Allah, tapa memohon apapun kepada Allah. Padahal, doa adalah intisari atau pokok ibadah seorang hamba kepada Allah.

Orang yang berakal adalah yang berusaha keras dalam mengerjakan banyak sebab dengan penuh kegigihan dan keikhlasan, tidak hanya berpasrah pada takdir yang ada. Setelah ia berusaha keras, barulah ia memasrahkan diri terhadap hasil yang akan diberikan Allah kepadanya.

Berikut ini 13 Orang yang Doa-nya Mustajab

  1. Doa seorang pemimpin yang adil (yang tidak berbuat zhalim kepada rakyat, dan sangat memperdulikan keadaan mereka.

Orang-orang itu adalah seperti empat Khalifah, Umar bin Abdul Aziz quis, dan para pemimpin yang memiliki sifat seperti mereka, pen.)

  1. Doa orang yang dizhalimi. Meskipun ia adalah seorang yang fajir atau berkelakuan buruk.
  2. Doa orang yang terdesak (yang tidak ada penolong lain selain hanya Allah)
  3. Doa anak shalih yang berbakti kepada kedua orangtua.
  4. Doa seorang ayah buat anaknya.
  5. Doa orang yang berpuasa, khususnya saat ia berbuka.
  6. Doa orang yang berhaji dan umrah.
  7. Seorang muslim jika berdoa buat saudaranya yang lain, yang sedang tidak bersamanya.
  8. Doa orang yang banyak berdzikir.
  9. Doa orang yang bermalam, atau tidur dalam keadaan suci dan berdzikir kepada Allah.
  10. Doa orang yang berperang, dan berjuangnya adalah untuk menegakkan dinullah (agama Allah).
  11. Doa orang yang dicintai Allah dan diridhai-Nya. Mereka adalah orang-orang shalih.
  12. Doa musafir (orang yang sedang bepergian).

HIDAYATULLAH