Pribadi Tawadhu

ALHAMDULILLAHSegala puji hanya milik Allah Swt, Dzat Yang Maha mengetahui setiap perkara ghaib, Yang Maha Mendengar apa yang terlintas di dalam sanubari kita, Yang Maha melihat segala rahasia. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Saw.

Pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah, akan berdiri kokoh dan kuat. Jikalau dihempas angin, bahkan diterjang badai sekalipun ia akan tetap berdiri. Inilah perumpamaan mengenai orang yang berhasil menanamkan dirinya pada bumi ketawadhuan atau kerendahan hati.

Saudaraku, orang yang tawadhu akan ajeg dan mantap hidupnya. Ia sudah kuat sejak dari hatinya. Ia sudah mantap sejak dari jiwanya. Pribadinya kokoh sejak sebelum bergabung dengan lingkungannya. Karena apa? Karena ia memiliki kerendahan hati, ia tak memerlukan sanjungan dan pujian orang lain, meski jabatan tinggi dimilikinya, harta kekayaan berlimpah ada di rumahnya, gelar berderet di depan dan belakang namanya.

Orang yang rendah hati memiliki pembawaan yang tenang, disebabkan ketenangan hati yang memancar menyinari setiap tutur kata dan perilakunya. Ia tidak akan sibuk mencari penghargaan orang lain. Sebaliknya, ia justru akan sibuk menghargai keadaan orang lain, bagaimanapun keadaannya.

Inilah karakter baik yang penting untuk kita miliki. Lawan dari tawadhu adalah takabur atau sombong. Ini adalah sifat yang sangat berbahaya. Sesuai hadits Rasulullah Saw. bahwa ciri orang yang sombong itu ada dua, ..menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. (HR. Muslim)

Orang yang sombong adalah orang yang tidak suka pada hal-hal yang terkait dengan ilmu agama, tidak suka mendengar nasehat, tidak mau menerima kebenaran, gengsi jika dikoreksi, dan anti terkadap kritik. Orang yang sombong pun selalu melihat orang lain lebih rendah dari dirinya.

Oleh karena itu, bagi siapapun yang mendambakan punya karakter yang baik, milikilah ketawadhuan dan jauhilah kesombongan. Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang tawadhu.

Langkah untuk menjadi orang yang tawadhu, cobalah selalu memandang orang lain dari sisi kelebihan dan keunggulannya. Jikalau melihat anak kecil, maka pandanglah ia sebagai sosok yang dosanya masih sedikit, dan jika melihat orang yang lebih tua maka pandanglah ia sebagai orang yang punya pahala lebih banyak dari kita. Jika melihat orang yang melakukan perbuatan dosa, maka pandanglah boleh jadi ia melakukan itu karena belum tahu ilmunya. Melihat seorang non-muslim, maka pandanglah dengan pandangan boleh jadi esok atau lusa Allah Swt. memudahkan hidayah baginya sehingga menjadi seorang muslim yang taat dan lebih baik daripada kita.

Semakin kita tidak merendahkan orang lain, semakin kita tidak memerlukan orang lain mengangkat kita, maka hidup kita akan nyaman. Dan, bila kita merasa nyaman, maka orang lain pun akan nyaman bersama kita.

Orang yang rendah hati akan sangat cepat mendapatkan kondisi yang lebih baik dari waktu ke waktu, baik berkenaan dengan pribadinya, pekerjaannya, ataupun urusan lainnya. Mengapa? Karena ia selalu senang mendengarkan nasehat, masukan, bahkan hingga kritikan. Ia tidak pernah gengsi mengakui kekuarangan dan kesalahannya, sehingga ia pun bersegera memperbaiki dan melengkapi kekurangannya.

Sedangkan orang yang sombong akan dekat sekali dengan kehancuran, ia akan mudah sekali mengalami ketertinggalan. Karena ia selalu merasa lebih tinggi dan lebih mulia dari orang lain sehingga ia terlena. Orang sombong pun tidak akan bahagia, karena ia selalu cemas dan gelisah mencari-cari penilaian dan pujian manusia.

Padahal ketawadhuan justru akan mengangkat derajat kemuliaan seseorang baik di hadapan Allah Swt maupun di hadapan makhluk-Nya. Rasulullah Saw bersabda, Dan tidak ada orang yangtawadhu (merendahkan diri)karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.(HR. Muslim)

Tidak ada kenyamanan kecuali dengan kerendahanhati, tidak ada kemuliaan kecuali dengan kerendahanhati. Semoga kita digolongkan sebagai orang-orang yang tawadhu lillaahi taala. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK