Islam Melarangmu Sombong

NABI Muhammad shalallahu alaihi wasallam diutus Allah adalah untuk menyempurnakan akhlak. Baik akhlak terhadap Allah berupa mentauhidkan Allah dan tidak berbuat syirik, maupun akhlak terhadap sesama manusia. Akhlak terhadap sesama juga permasalahan utama dalam pembahasan agama kita. Sebab Islam turun sebagai rahmat seluruh alam.

Di antara akhlak tidak terpuji yang harus dikikis dari sifat manusia adalah sombong. Kesombongan ini pula yang menjadikan iblis dilaknat oleh Allah Subhanahu Wa Taala hingga hari kiamat. Lantaran kesombonganlah, Iblis kemudian ingkar kepada Allah dan menyesatkan manusia dari agama Allah. Kesombongan membinasakan pelakunya. Oleh karenanya Islam melarang dan mencela kesombongan.

Kesombongan bisa ditujukan kepada Allah dan RasulNya dalam bentuk menolak dan tidak mau menerima kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Bertabur kisah tentang kesombongan seperti ini yang dijabarkan Al Quran dan Assunnah. Firaun yang menolak dakwah Musa. Namrudz, Qorun, hingga Abu Jahal, semua orang-orang ini bersikap sombong terhadap dakwah Nabiyullah.

Sedangkan kesombongan terhadap sesama yakni sikap meremehkan orang lain. Memandang rendah orang lain. Merasa dirinya punya kelebihan daripada orang lain.

Kesombongan terhadap orang lain bisa karena ia memiliki kelebihan fisik, materi, jabatan atau pangkat maupun ilmu. Jadi yang berpotensi bersikap sombong bukan hanya orang yang rupawan dan hartawan saja. Melainkan bisa pula menghinggap pada diri pejabat dan orang berilmu sekalipun.

Orang berilmu yang sombong, ia mungkin luput dari bentuk kesombongan menolak alhaq. Namun ia bisa terpeleset pada kesombongan kepada orang lain. Yakni apabila dengan ilmunya ia kemudian meremehkan orang lain, menganggap rendah orang lain, berpaling dan merasa tidak pantas menyapa, menanggapi atau bergaul dengan orang lain karena ilmunya lebih tinggi.

Di antara larangan Allah terhadap sifat sombong adalah firmanNya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu darimanusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Allah pun tidak menyukai orang yang menyombongkan diri. Allah berfirman, “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23). Dan bila Allah tidak menyukai kita yang sombong, maka yang akan kita adalah murka Allah.

Maka perhatikan diri kita, adakah kita berlaku sombong kepada orang lain karena kelebihan tertentu yang ada pada kita? Mari bertaubat. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita. [*]

INILAH MOZAIK