Makna Hadis “Bukan Bagian dari Golonganku”

Apa arti dari ungkapan dalam hadis, “bukan termasuk golonganku”

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Terdapat banyak hadis yang menyebutkan ancaman dalam bentuk kalimat semacam ini. Diantaranya,

hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ غَشَّ

“Bukan bagian dari golonganku, orang yang menipu” (HR. Ahmad 7292, Abu Daud 3454, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dan masih banyak hadis lainnya.

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna kalimat, “bukan bagian dari golonganku..

[1] Bukan pengikut sunahku.

[2] Tidak di atas agama yang sempurna.

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan makna kalimat ini,

ليس منا: أي من أهل سنتنا وطريقتنا، وليس المراد به إخراجه عن الدين، ولكن فائدة إيراده بهذا اللفظ المبالغة في الردع عن الوقوع في مثل ذلك، وقيل المعنى ليس على ديننا الكامل أي أنه خرج من فرع من فروع الدين وإن كان معه أصله.

‘Bukan bagian dari goloanganku’ artinya bukan termasuk orang yang mengamalkan ajaranku dan mengikuti jalanku. Dan bukan maksudnya mengeluarkan pelakunya dari agama. Namun manfaat adanya lafadz ini adalah memperkeras calaan, agar tidak terjerumus ke dalam pelanggaran semacam ini. Ada juga yang mengatakan, makna kalimat ini adalah dia tidak berada di atas agamaku yang sempurna. Artinya, dia telah meninggalkan salah satu cabang agama, meskipun bagian yang paling prinsip dalam agama tetap ada pada dirinya. (Fathul Bari, 3/163)

Disini kita perlu memahami perbedaan antara ancaman dan konsekuensi ancaman. Ketika orang tua mengingatkan kepada anak-anaknya, siapa yang tidak pulang saat idul fitri, bukan anakku.

Ketika ada anak yang tidak hadir ke rumah ortu saat idul fitri, bukan berarti hubungan dia dengan ortunya menjadi putus. Dalam arti, anak tetap anaknya. Hanya saja, kalimat ini menunjukkan kalimat celaan yang sangat tegas.

Demikian. Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Read more https://konsultasisyariah.com/36042-makna-hadis-bukan-bagian-dari-golonganku.html