Tetaplah dengan Jilbabmu, Nak, Meski Berada di Eropa

Inilah sebuah pesan dari seorang ibu untuk anak gadisnya yang saat ini tengah berada di Eropa untuk sebuah acara misi budaya. Ibu tersebut bernama Eka Putri Handayani, seorang guru dan Ketua Yayasan Alifa Permata Bunda, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Putrinya satu-satunya bernama Bunga Zakia (17 tahun). Siswa kelas III Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu, saat ini tengah berada di Eropa. Bersama dengan 14 remaja putri lainnya, yang merupakan anggota Sangar Tari Trinero, Bunga tampil membawakan misi budaya di tiga negara Eropa, yakni Spanyol, Perancis dan Inggris, 28 Agustus sampai 8 September 2015.

“Hal utama yang saya pesankan kepada Bunga adalah jangan sekali-kali melepas jilbabnya,” kata Eka Putri Handayani kepada Republika di Jakarta, Senin (31/8).

Eka menegaskan, bagi seorang Muslimah, kalau membuka jilbab, apalagi dilihat banyak orang, misalnya foto selfi, berarti dia sudah membuka auratnya untuk orang lain. “Ananda Bunga, tunjukkan kalau Bunga adalah anak yang tetap komitmen dan taat dengan hukum-hukum agama Islam. Jangan lepas jilbabmu, sayang,” nasehat Eka kepada putrinya yang dikirim via WhatsApp, Sabtu (29/8), sesaat setelah putri kesayangannya mendarat di Spanyol.

Eka menuturkan, sejak kecil ia selalu mendidik putrinya agar selalu menjaga dan menutup auratnya. “Karena aurat merupakan kehormatan bagi seorang Muslimah,” ujar Eka.

Eka dan suaminya, Afrizal Sinaro, memasukkan Bunga ke SD Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang. Kemudian pasangan yang merupakan pendidik itu mengirimkan putri sulung mereka ke SMP Pesantren Al-Kahfi Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Setelah itu, mereka menyekolahkan Bunga ke MAN 4 Pondok Pinang.

“Semua itu, kami lakukan agar Bunga mendapatkan pendidikan agama yang baik sejak kecil, sehingga menjadi Muslimah yang takwa. Salah satu hal yang utama adalah selalu menjaga dan menutup auratnya, dengan selalu berjilbab,” papar Eka Putri Handayani.

 

sumber: Republika Online