Penyebab Seseorang Memiliki Sifat Ujub Menurut Imam Al-Ghazali

Ujub adalah sifat yang senang membanggakan diri sendiri, seolah-olah ia merasa hebat dan kuat dalam hal apapun. Ujub merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Nah berikut  penyebab seseorang memiliki sifat ujub menurut Imam Al-Ghazali.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ

Artinya: “Jika kalian tidak berdosa maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub ! ujub !” (HR. Al-Baihaqi)

Hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW, merasa takut umatnya akan memiliki sifat ujub. Karena ujub adalah sumber dari perbuatan dosa. Imam Al-Ghazali dalam karyanya Sulwatul Arifin Juz 2, halaman 128, menjelaskan tentang 8 penyebab seseorang memiliki sifat ujub. 

Pertama, ujub karena sehatnya badan. Orang yang sehat badannya, ia tidak menyadari bahwa badannya kelak akan ditumpuk tanah dan badannya akan di kubur di tanah. 

Kedua, ujub karena kekuatan. Orang yang memiliki kekuatan fisik terkadang ia ujub akan kekuatannya, ia tidak merasa bahwa fisiknya yang kuat tidak akan dapat mendaki gunung yang tinggi.

Ketiga, ujub karena mempunyai akal yang cerdas. Orang yang cerdas terkadang tidak mau diajak bermusyawarah, ia menganggap orang lain bodoh. Seseorang tidak bisa mengukur kecerdasannya sebelum ia berdiskusi dengan orang lain, terkadang ia ujub dan menganggap pendapatnya yang paling benar.

Keempat, ujub dengan nasab atau keturunan. Orang yang mempunyai garis nasab yang mulia, terkadang menyangka bahwa nasabnya akan menyelamatkannya. Ia tidak tahu bahwa kemuliaan bukan sebab nasab, akan tetapi sebab ketaatan, ilmu, dan perilaku yang terpuji.

Kelima, ujub dengan pengabdian kepada pemimpin yang zalim. Orang yang mengabdi kepada pemimpin yang zalim terkadang ujub atau berbangga diri, ia tidak sadar bahwa hal itu merupakan suatu kebodohan, kelak di hari kiamat kezalimannya akan diperlihatkan oleh malaikat, dan ia akan dimasukkan ke neraka Jahanam.

Keenam, ujub dengan banyak famili, anak, pembantu, dan pengikut. Ia tidak sadar bahwa yang ia sayangi dan ia banggakan akan berpisah saat kematiannya telah tiba. Ujub dengan banyak famili, anak, pembantu, dan pengikut, tidak akan memberikan manfaat, yang memberikan manfaat adalah amal dan keutamaan dari Allah.

Ketujuh, ujub dengan harta benda. Harta benda yang kita miliki akan ditanyakan dari mana diperoleh, dan dibelanjakan untuk apa saja. Ujub dengan harta bisa melalaikan ibadah karena ia sibuk mengurus hartanya.

Kedelapan, ujub dengan pemikiran yang menyesatkan. Di akhir zaman akan banyak para pemikir yang menyesatkan umat, ia merusak sendi-sendi pemikiran ulama salaf, namun ia merasa bangga atas pemikirannya. 

Demikian penjelasan terkait penyebab seseorang memiliki sifat ujub menurut Imam Al-Ghazali. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bissawab.

BINACANG SYARIAH