Ini Panduan Jika Ingin Mengunjungi Masjid Hagia Sophia

Pengunjung yang ingin datang melihat bangunan bersejarah Hagia Sophia kini menjadi Masjid Aaya Sophia diharuskan membeli tiket terlebih dahulu.

Dilansir di tourscanner.com, harga tiket untuk satu orang dewasa adalah 15 dollar atau sekitar Rp 219.150. Sedangkan anak-anak berusia dibawah 8 tahun tidak perlu membeli tiket.

Tidak hanya anak-anak yang mendapat tiket gratis, anak-anak Turki dan remaja Turki di bawah 18 tahun dan anak-anak asing di bawah 8 tahun.  Kemudian warga negara Turki berusia 65 tahun atau lebih. 

Veteran militer, pasangan mereka, dan anak-anak juga pasangan dan anak-anak syuhada Turki. Warga disabilitas mengunjungi dengan seorang pendamping. Perwira dan tentara yang tidak ditugaskan, pemegang kartu ICOMOS, UNESCO dan ICOM, serta jurnalis dengan Kartu Pers.

Pengunjung resmi dipandu oleh Direktorat Jenderal Promosi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Petugas dan operator tur asing mereka juga mendapatkan gratis. Personil Departemen Kebudayaan & Pariwisata, pensiunan, pasangan mereka, dan anak-anak mereka. Tamu resmi asing (dan pelayannya) diundang oleh lembaga negara.

Pemandu wisata profesional yang membawa Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta rombongan dan guru pendamping dalam Kerjasama Sekolah Comenius dan Program Pertukaran Siswa Erasmus juga gratis.

Bagi yang ingin mendapatkan tiket berbayar pengunjung bisa mendapatkan di loket pintu masuk. Tetapi jika  tak ingin mengantri tiket juga dapat dibeli secara online. Apalagi ketika berniat datang saat musim liburan ini tentu dapat menghemat waktu.

“Anda dapat memesan tiket Hagia Sophia secara online dari situs resmi atau dari agen perjalanan online seperti Viator atau Getyourguide. Yang terbaik adalah membandingkan harga di antara beberapa situs web sebelum memesan karena terkadang ada diskon,” saran dari website tourscanner.

Hagia Sophia adalah salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di Istanbul yang kini menjadi masjid tetapi ada banyak hal lain untuk dilihat juga. Jadi, jika ingin menghemat waktu dan uang, ada baiknya mendapatkan tiket gabungan.

Hagia Sophia + Istana Topkapi, istana ini merupakan kunjungi kediaman utama Sultan Ottoman selama lebih dari 600 tahun, yang harus dikunjungi di Istanbul.

Hagia Sophia + Blue Mosque, keduanya adalag temukan masjid-masjid Utsmani yang paling menakjubkan di seluruh Turki. Jika pengunjung kesulitan untuk berwisata ke Turki, pengunjung dapat menggaet pemandu. 

Pemandu wisata akan membantu membeli tiket terlebih dahulu. Beberapa orang suka menjelajahi tempat baru sendiri. Tetapi jika seseorang yang tahu tempat itu mengajak berkeliling, mereka bisa membantu mengungkap rahasia dan mengunjungi tempat-tempat paling penting.

Jika seorang pecinta sejarah, ini bisa menjadi cara yang baik untuk mengetahui hal-hal yang baru. Pemandu wisata tidak hanya memperkenalkan sejarah tempat itu tetapi juga untuk menjawab semua pertanyaan yang dimiliki pengunjung.

Ada banyak tur berpemandu yang tersedia. Periksa penawaran, baca ulasannya dan pastikan untuk membandingkan harga karena ada banyak penyedia yang menawarkan tur online.

Jika ingin berkeliling di kota Istanbul, pengunjung dapat menggunakan city pass sehingga dapat menghemat ratusan dolar di berbagai lokasi wisata di sekitar kota. 

Terkadang pengunjung bisa mendapatkan diskon transportasi juga. Berikut adalah beberapa Pass Kota Istanbul yang lebih populer yang mencakup tiket Hagia Sophia.

Istanbul Museum Pass  berbeda dengan MuzeKart (yang hanya melayani warga dan penduduk Turki), Museum Pass memungkinkan pengunjung masuk ke 11 tempat termasuk Hagia Sophia secara gratis. Ini juga mencakup diskon masuk ke tempat-tempat seperti Menara Maiden. Pass berharga 185 lira atau sekitar Rp  394.768,74 dan berlaku 5 hari setelah pertama kali menggunakannya. 

Anak-anak bebas masuk ke semua lokasi wisata yang berlaku dengan kartu, sehingga mereka tidak perlu membeli kartu untuk anak-anak.

Istanbul Tourist Pass, Pass komprehensif ini memberi akses gratis ke Hagia Sophia serta tempat-tempat lain seperti Masjid Biru, Menara Maiden, dan Madame Tussauds Istanbul. Pengunjung juga mendapatkan internet ponsel gratis selama tiga hari, tiket bus hop-on-hop-off, tiket pelayaran Bosphorous, tur perahu Prince’s Island, dan banyak lagi. 

Pengunjung mendapatkan diskon untuk transfer bandara dan layanan terpilih. Tiket Turis Dewasa mulai dari 95 euro atau Rp  1.611.550,46 selama 2 hari hingga € 145 atau Rp 2.459.734,92 selama sepekan. Tiket masuk anak  45 euro atau Rp 763.366,01 untuk semua durasi.

Istanbul Welcome Card, hanya dengan 49 euro atau Rp 831.220,76, pengunjung bisa mendapatkan akses gratis ke Hagia Sophia, Istana Topkapi, dan pelayaran Bosphorous. Pengunjung juga dapat menggunakan transportasi umum hingga 10 kali gratis. 

Wahana gratis ini berlaku di bus, trem, funicular, metro, dan feri. Kartu termasuk peta kota digital gratis, dan setiap tempat (Hagia Sophia, Bosphorous, Topkapi) termasuk pemandu wisata berbahasa Inggris. Kartu ini berlaku selama 7 hari.

Meski setiap saat Haghia dapat dikunjungi namun waktu terbaik untuk berkunjung. Namun baru-baru ini Hagia Sophia ditutup setiap senin. Tidak banyak orang tahu itu apakah akan dibuka kembali untuk kunjungan hari Senin. 

Pada hari-hari lain, kunjungi dekat dengan waktu pembukaan, ketika ada lebih sedikit pengunjung. Jika ingin masuk ketika akhir hari, pengunjung harus tiba satu jam sebelum penjualan tiket terakhir, sekitar pukul 15.00 di musim dingin atau pukul 16.00 di musim panas.

Hagia Sophia buka di Musim Dingin (November hingga Maret) mulai pukul 09:00 hingga 17:00 dan di Musim Panas (April hingga Oktober) mulai pukul 09:00 hingga 19:00. Jadwal terbaru pengunjung dapat masuk satu jam sebelum waktu penutupan.

Satu hal lagi adalah tips bagi pengunjung ketika berada di Haghia Sophia. Bawalah payung, topi lebar, kacamata hitam, dan minuman dingin, karena bisa kepanasan mengantri. Jika membeli tiket secara online, cetaklah sehingga lebih mudah untuk memindai barcode.

Pengunjung diperbolehkan mengambil foto, karena sebagian besar situsnya adalah pasangan bata (batu, bata, mosaik) yang tidak akan terpengaruh oleh flash. Tidak boleh membawa tripod, karena  tidak diperbolehkan.

Tidak ada kamar mandi di museum, jadi pengunjung harus menggunakan kafe di dekatnya.

IHRAM

Muslimah Travelling Sendirian, Bolehkah?

Era modern telah memunculkan beberapa gaya hidup baru. Salah satunya adalah bepergian atau travelling. Berpetualang ke daerah baru kini sudah menjelma menjadi sebuah gaya hidup.

Tak hanya pria, para wanita pun banyak yang menggandrungi travelling sebagai sebuah hobi. Bahkan dalam beberapa kondisi, travelling tak hanya sekadar hobi namun bisa menjadi mata pencaharian baru.

Lalu bagaimanakah jika seorang Muslimah memiliki kebiasaan travelling yang mengharuskan ia pergi dari rumah dalam beberapa waktu?

Secara fikih, bab ini masuk dalam bahasan wanita keluar rumah. Islam sebagai agama yang komprehensif memberikan pengaturan demi perlindungan umatnya. Termasuk dalam urusan seorang wanita bepergian keluar rumah.

Wanita pada dasarnya boleh keluar rumah untuk urusan tertentu seizin walinya jika ia masih gadis atau seizin suaminya jika ia sudah menikah.

Para wanita di zaman Rasulullah SAW juga terbiasa keluar untuk ikut shalat berjamaah di dalam masjid. Dalam sebuah hadis dari Abdullah Bin Umar dia berkata, Nabi SAW bersabda, “Apabila salah seorang perempuan di antara kamu minta izin (untuk berjamaah di masjid) maka janganlah mencegahnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Saat keluar rumahpun, seorang wanita harus memperhatikan adabnya. Pertama ia harus menutup auratnya, kemudia ia tidak tabaruj (melebih-lebihkan) perhiasan dan menjaga diri dari fitnah.

Beberapa ulama mewajibkan seorang perempuan yang keluar rumah ditemani mahramnya. Menurut mantan mufti Mesir Syekh Ali Jum’ah Muhammad, ada perbedaan pendapat tentang boleh tidaknya seorang wanita keluar rumah tanpa ditemani mahram.

Golongan pertama memandang sama sekali tidak boleh seorang perempuan keluar rumah tanpa ditemani mahram. Golongan ini mendasarkan pendapatnya pada hadis Ibnu Abbas RA, “Seorang perempuan tidak boleh bepergian tanpa ditemani oleh seorang mahram. Dan dia tidak boleh dikunjungi oleh seorang laki-laki kecuali dia bersama mahramnya.” (HR Muttafaqalaih).

Pendapat ulama golongan ini dikuatkan dengan beberapa keterangan jika wanita keluar rumah lebih dari tiga hari maka ia wajib ditemani mahramnya. Hal ini didasarkan pada hadis dari Ibnu Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diperbolehkan seorang wanita bepergian selama tiga hari melainkan bersamanya ada seorang muhrim”. (HR Muttafaqalaih)

Dalam redaksi lain dari Abu Said al-Khudri, batas bepergian seorang wanita yang harus ditemani mahram adalah dua hari. Bahkan dalam riwayat lainnya dari Abu Hurairah, meski bepergian satu hari saja seorang perempuan harus ditemani mahramnya. (HR Muttafaqalaih).

Hal ini juga berlaku bagi wanita yang ingin menunaikan ibadah haji. Ia harus ditemani mahramnya, baik keluarga maupun suaminya jika ia sudah menikah. Ada seorang lelaki berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, istriku keluar rumah untuk menunaikan ibadah haji dan aku bertugas di perang ini dan ini”. Beliau SAW pun bertutur. “Pergi dan berhajilah bersama isterimu”. (HR Muttafaqalaih)

Pendapat kedua mengatakan sebagian ulama memperbolehkan wanita untuk bepergian sendirian dengan syarat jalan yang akan ditempuhnya dan daerah yang akan didatanginya dalam kondisi aman.

Ulama golongan ini mendasarkan pendapat ini pada hadis dari Adiy bin Hatim RA bahwa Rasulullah SAW bersabda ,”Jika kamu berumur panjang niscaya kamu akan melihat seorang perempuan pergi sendiri dari Hira (wilayah Irak) hingga (sampai Makkah) melakukan tawaf di sekeliling Kakbah. Dia tidak takut kepada seorang pun kecuali kepada Allah.” (HR Bukhari).

Golongan ulama yang memperbolehkan wanita keluar sendiri beralasan, berdasarkan hadis di atas maka illat (sebab hukum) dari larangan bepergian yakni faktor keamanan sudah hilang. Jika dipastikan perjalanannya aman dan tujuannya sangat aman maka hukumnya menjadi boleh. Sebab illat dari larangan adalah tidak adanya keamanan selama perjalanan.

Meski begitu golongan ulama ini tetap mensyaratkan bagi wanita yang ingin bepergian sendiri tetap wajib meminta izin dari wali jika ia belum menikah atau suaminya jika ia sudah menikah. Allahu a’lam.

Disarikan dari Dialog Jumat Republika