Mendatangkan Rezeki

Rezeki adalah urusan Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya Dia yang tahu dan mengatur semua urusan manusia termasuk rezekinya. Bagaimana rezeki itu datang, seberapa banyak rezeki itu? Itu semua hanya Allah yang tahu.

Sebagai hamba-Nya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan rezeki-Nya hanyalah dengan cara berusaha keras dengan cara yang Allah ridhoi. Lalu usaha apa saja yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan rezeki dari Allah?

Dalam buku 20 Amalan Pelancar Rezeki Dalam Berbisnis yang ditulis oleh Abu Ibrahim disebutkan bahwa membantu orang-orang fakir dan membantu semua makhluk Allah adalah di antara cara mendatangkan rezeki.

Suatu saat ketika kita sedang menemukan seseorang yang fakir miskin atau bahkan binatang dalam keadaan susah maka hendaklah membantunya. Karena hal tersebut adalah salah satu kunci rezeki.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa seseorang itu ditolong dan diberi rezeki oleh orang-orang lemah di antara mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Darda, ia mendengar Rasulullah bersabda,

“Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi , An-Nasa’I, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

Selain itu, tidak hanya kepada sesama manusia saja, tetapi dengan sesama mahkluk Allah, diantaranya adalah binatang. Walaupun mereka binatang, mereka tetap makhluk Allah dan sama mempunyai hak untuk hidup dan kita sebgai manusia yang lebih sempurna sepatutnya kita membantunya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Seseoraang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Cerita singkat wanita yang menurung kucing dan membiarkannya mati karena kelaparan dan kehausan cukup menjadi sebuah pelajaran dan peringatan yang sangat penting bagi kita manusia. Peringatan akan besarnya dosa jika berbuat zalim kepada binatang.

Jika manusia bisa masuk neraka karena menzalimi seekor binatang, lalu bagaimana jika seseorang berbuat zalim terhadap sesama manusia. Tentulah keduanya akan menjadi penghalang rezeki-Nya. Allah tidak akan memberikan rezeki dan nikmat-Nya kepada manusia yang seperti itu.

Sumber: buku 20 Amalan Pelancar Rezeki Dalam Berbisnis yang ditulis oleh Abu Ibrahim. Bab Menyayangi Orang Miskin Dan Lemah. Hal 96.

 

REPUBLIKA

Haji dan Umrah Salah Satu Faktor Dimudahkannya Rezeki

Melakukan haji dan mengiringnya dengan ibadah umrah adalah satu faktor dimudahkannya rezeki seorang hamba. Keduanya mengikuti salah satunya. Artinya, setelah menunaikan haji tunaikanlah umrah atau sebaliknya, setelah umrah tunaikanlah haji.

Mengenai haji dan umrah sebagai sebab dihilangkannya kemiskinan, Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan surga.”

Hal itu ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengasara dan fakir.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

Dikutip dari buku yang berjudul ’20 Amalan Pelancar Rezeki dalam Berbisnis’ karya Yunus Mansur bahwa selain menghilangkan dosa-dosa, haji dan umrah mampu menghapuskan kemiskinan setiap muslim. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang berharap adar dosa-dosanya dihapuskan dan kemiskinan dihilangkan dari dirinya, maka tunaikan ibadah haji yang diiringi dengan umrah.

Imam Ath-Thayyaibi menjelaskan bahwa haji dan umrah mampu menghilangkan kemiskinan sebagaimana sedekah mampu menambah harta orang beriman. “… Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terdadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melakukan haji tanpa berkata-kata kotor dan tidak fasik, maka ia kembali suci dari dosa-dosanya sebagaimana waktu ia dilahirkan dari rahim ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur itu tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhrai dan Muslim)

Maka, tak ada salahnya ketika merintis sebuah usaha atau bisnis, langsung membuat tabungan haji atau jika mampu langsung tunaikan haji dan umrah. Tak perlu khawatir akan kehilangan uang berjuta-juta karenanya. Sesungguhnya Allah akan menggantikannya dengan pahala dan rezeki berkali lipat jumlahnya. Insya Allah.

 

REPUBLIKA

Singkat Padat, Panduan Muslim dalam Mencari Rezeki

BEGINILAH Alquran bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya.

(1). Urusan berzikir (salat), perintahnya adalah “Berlarilah!”

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumah: 9)

(2). Urusan melakukan kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”

“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah: 148)

(3). Urusan meraih ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”

“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA” (QS. Ali Imron: 133)

(4). Urusan menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”

“Maka BERLARILAH kembali taat kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat: 50)

(5). Tapi, urusan menjemput rezeki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”

“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja. Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena malah berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN.

Ya Allah, bimbinglah kami! Wallaahu a’lam bish shawwab. [Muslim.or.id]

 

INILAH MOZAIK

Rezeki Itu Datang Lebih Cepat Bergerak Daripada Ajalnya

Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki karunia Allah Swt. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat.

Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki karunia Allah Swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat. Kondisi dunia modern yang sarat persaingan dan pergulatan menuntut mereka untuk lebih berjibaku dalam mencari nafkah berupa karunia Tuhan. Betapa banyak setiap pagi hari di belahan bumi manapun didapati wajah-wajah penuh ketegangan dan kepanikan yang memancarkan rona khawatir dalam mengais rezeki di pagi hari. Seolah mereka tiada memiliki Tuhan yang Maha Kaya Yang Mampu menjamin rezeki setiap hambaNya. Dialah Allah, Ar Razzaq Sang Pemberi Rezeki.

Hal yang sering luput dari diri manusia zaman modern ini adalah keimanan dan keyakinan bahwa Allah Swt telah menjamin rezeki dan nafkah setiap hambaNya. Karena keyakinan ini semakin memudar, maka setiap individu bergulat dan berkutat dalam kehidupan dunia demi memenuhi kebutuhan hidup belaka.

Dalam kitab Mirqaat al Mafatiih terdapat kutipan pernyataan Al Qusyairi yang mengatakan, ““Seseorang yang mengetahui bahwa Allah itu adalah Sang Pemberi Rezeki, berarti ia telah menyandarkan tujuan kepadaNya dan mendekatkan diri dengan terus bertawakal kepadaNya.”

Pernyataan Al Qusyairi ini penting untuk diyakini bahwa memang kunci mendapatkan rezeki adalah dengan mendatangi Sang Pemilik rezeki yaitu Ar Razzaq! Sebab dengan mendatanginya maka segala kebutuhan akan terpenuhi.

Apakah kita belum pernah mendengar hadits yang amat masyhur ini:

Hai manusia, jika dari generasi pertama sampai terakhir, baik jin dan manusia berkumpul dalam satu tempat untuk meminta kepadaKu, lalu masing-masing orang meminta untuk dipenuhi kebutuhannya, niscaya hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun dari kekuasaanKu, kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan di laut. HR. Muslim

Ini semua bukanlah demi menafikan sebuah ikhtiar mencari nafkah atau bekerja. Tetap saja bekerja adalah sebuah prasyarat mulia untuk mendapatkan nafkah, dan para nabi manusia terhormatpun tetap melakukannya. Namun tekanan yang terpenting dalam mencari rezeki dan nafkah adalah ketaatan kepada Allah Sang Pemberi rezeki.

Dalam kitab Shahih Al Jami’ disebutkan sebuah hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi, “Sesungguhnya malaikat Jibril menghembuskan ke dalam hatiku bahwasanya jiwa hanya akan mati sampai tiba masanya dan memperoleh rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah, carilah nafkah yang baik, jangan bermalas-malasan dalam mencari rezeki, terlebih mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan apa yang dicarinya kecuali dengan taat kepadaNya.”

Sebab itu usahlah panik dalam mencari karunia Allah Swt berupa rezeki. Yakinilah bahwa rezeki itu datang, bahkan kedatangannya menghampiri diri kita begitu cepat.

“Sesungguhnya rezeki itu akan mencari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” HR. Thabrani

Semoga Allah memberkahi rezeki & hidup kita bersama. Amien!

 

Ustadz Bobby Herwibowo

ERA MUSLIM

Cepat Kaya dengan Menggandakan Uang

MENGGANDAKAN uang seperti yang pernah santer ini adalah dari “Dimas Kanjeng Taat Pribadi”. Secara logika saja, uang yang dicetak oleh Perum Peruri lalu beredar di tengah masyarakat jumlahnya terbatas. Lalu bagaimana bisa uang yang dikeluarkan Dimas Kanjeng begitu banyak hingga ratusan milyar rupiah?

Ada dua kemungkinan, pertama ia menipu orang banyak karena banyak yang menanam mahar padanya ketika itu. Ini termasuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil.

Disebutkan dalam ayat, “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil.” (QS. Al-Baqarah: 188)

Juga kemungkinan di situ dengan menggunakan bantuan jin (tuyul) untuk mengumpulkan uang. Jin dan tuyul ingin melayani jika kita melakukan syirik.

Kemungkinan yang kedua, itu adalah sihir. Kita mau sebut mukjizat seperti memindahkan istana di zaman Nabi Sulaiman alaihis salam tidak bisa karena Dimas Kanjeng bukanlah Nabi. Kita mau sebut karamah seperti para wali pun tidak bisa karena karamah itu dari para wali yang taat, sedangkan Dimas Kanjeng membuat ajaran yang mengada-ngada seperti menyariatkan shalawat fulus dan mengajarkan akidah Wihdatul Wujud seperti yang diajarkan dahulu oleh Syekh Siti Jenar, sebelumnya ada yang bernama Ibnu Arabi (bukan Ibnul Arabi).

Bacaan dzikir yang ditemukan di padepokan Dimas Kanjeng: sirrullah, dzatullah, sifatullah, wujudullah, ya ingsun sejatining Allah, wujud ingsun dzat Allah huakbar huakbar huakbar huallahuakbar Allahu Allah. Kalau mukjizat bukan, kalau karamah bukan, berarti kemungkinan yang ketiga, itu adalah ilmu sihir. Kalau sihir bisa dipelajari, sedangkan mukjizat dan karamah itu datang dengan kuasa Allah.

 

INILAH MOZAIK

Tiga Bentuk Rezeki

ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya kepada Allah Swt, Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki kepada seluruh makhluk. Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Allah, baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita yakin Allah Maha Pemberi Rezeki. Jika kita mentafakuri bagaimana Allah mencukupi rezeki kita, maka rezeki bisa kita klasifikasikan kepada tiga.

Pertama,rezeki yang dijamin oleh Allah Swt. Misalnya adalah rezeki penguat tubuh. Rumusnya, ada nafas ada rezeki. Jadi sepanjang kita masih bernafas, maka sepanjang itu pula rezeki kita terjamin. Minimal adalah udara. Sewaktu kita masih berada di dalam rahim ibu, rezeki kita terjamin. Rezeki yang mendatangi kita, bukan sebaliknya.Maasyaa Allah!

Setelah kita dewasa, rezeki itu tersebar di berbagai tepat di bumi ini. Tinggal kita memilih, mau yang halal atau yang haram. Mau memilih susu atau memilih minuman keras. Mau memilih daging sapi atau daging babi.Insyaa Allah,kita adalah orang-orang yang hanya memilih yang halal sebagaimana petunjuk Allah Swt.

Kedua,rezeki yang digantungkan. Rezeki Allah itu sudah pasti ada, tinggal kita ikhtiar menjemputnya. Nah, kalau ikhtiar kita sesuai dengan jalan Allah, maka Allah akan memberi petunjuk untuk sampai kepadanya. Dalam ikhtiar kita, Allah akan berikan rasa tenang dan semua proses yang kita jalani menjadi amal sholeh.

Sedangkan ikhtiar yang menyalahi jalan Allah, seperti mencuri atau menipu, maka sejak prosesnya sudah diliputi dengan kegelisahan, tidak menjadi amal sholeh, dan jika bertemu dengan rezeki maka jatuhnya menjadi haram. Oleh karena itu, tinggal kita memilih apakah mau mengambil cara yang halal atau cara yang haram.

Ketiga,rezeki yang dijanjikan. Ada orang yang khawatir jika rezekinya sedikit. Tidak apa-apa rezeki sedikit, yang terpenting adalah berkah dan senantiasa dicukupkan oleh Allah Swt, tidak pernah kekurangan, bahkan masih bisa berbagi kepada sesama. Inilah rezeki orang yang pandai bersyukur. Allah Swt menjanjikan bahwa rezeki orang yang bersyukur akan dilipatgandakan, sebagai mana firman-Nya,“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..”(QS. Ibrohim [14] : 7)

Ketika mendapatkan rezeki, ada rasa senang. Disisihkan sebagian untuk bersedekah. Mungkin rumah tidak besar, harta tidak banyak, tapi membantu orang lain tidak pernah berhenti. Inilah yang membuat rezeki yang sedikit namun mengalir terus beserta manfaat dan keberkahannya. Karena rezeki itu ada tiga; yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang, dan yang disedekahkan di jalan Allah Swt.

Demikianlah, Allah Swt. melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap rezeki yang kita peroleh.Aamiin yaa Robbal aalamin.

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

MOZAIK

Ini Rezeki Istimewa bagi Orang yang Istimewa Pula

BERIKUT ini adalah beberapa cara Allah dalam memberikan rezeki kepada semua makhluknya menurut Alquran:

1. Tingkat rezeki pertama yang dijamin oleh Allah

“Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.” (QS Hud: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Hal tersebut adalah rezeki dasar yang terendah.

2. Tingkat rezeki kedua yang didapat sesuai dengan apa yang diusahakan.

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS An-Najm: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika seseorang bekerja selama dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, seseorang akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu seorang muslim atau kafir.

3. Tingkat rezeki ketiga adalah rezeki lebih bagi orang-orang yang pandai bersyukur.

” Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)

Inilah rezeki bagi orang yang disayang oleh Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4. Tingkat rezeki keempat adalah rezeki istimewa dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakal pada Allah Ta’ala.

“. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq: 2-3)

Peringkat rezeki yang keempat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Rezeki ini akan Allah berikan dari arah yang tidak disangka-sangka. Mungkin pada saat seseorang berada dalam kondisi sangat sangat membutuhkan.

 

MOZAIK

Kisah Orang yang Salat Subuh Berjamaah Dilapangkan Rezekinya

Kisah nyata berikut ini sunguh mengharukan.

Adalah Ammar Mustafa adalah seorang pria muslim berkulit hitam yang bekerja di salah satu hotel di Riyadh. Ammar merupakan warga datangan yang berasal dari negara Sudan, Afrika.

Ia datang ke kota Riyadh lima tahun yang lalu hanya dengan bermodalkan tekad yang kuat untuk mencari kehidupan di kota ini dengan meninggalkan keluarganya.

Saat berangkat ke kota Riyadh, Ammar hanya bermodalkan visa tanpa membawa apa-apa, itu pun karena Negara Saudi Arabia menggratiskan visa untuk negara-negara arab lainnya, termasuk Sudan.

Ketika menginjakkan kaki di kota Riyadh, Ammar berharap mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini.

Ammar bekerja berpindah-pindah dikarenakan gaji yang ia peroleh tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan untuk membayar apartemen tempat dimana ia tinggal pun ia tidak mampu hingga ia memilih tinggal di apartemen temannya.

Tapi satu hal yang selalu dilakukan Ammar, salat Subuh datang lebih awal dan melantunkan azan.

Setiap hari ia melakukan hal tersebut selama 5 tahun.

Meskipun dalam hal pekerjaan ia tidak kunjung beruntung.

Ia berpindah-pindah dan memilih melakukan apa saja demi mendapatkan uang yang halal demi keluarganya di Sudan.

Nasib Ammar masih belum baik, bulan pertama ia di Riyadh, ia tidak mendapatkan apa-apa, begitu juga dengan bulan kedua, ketiga dan seterusnya semakin berat.

Hingga lima tahun berlalu, Hidup Ammar pun masih belum berubah, ia tetap belum mendapatkan hasil yang memuaskan untuk mengirimkan uangnya kepada keluarganya.

Ia berpindah-pindah tempat di sudut-sudut kota Riyadh dan bekerja dibawah terik matahari.

Dengan sabar ia mencari pekerjaan, hampir di setiap tempat ia cari namun tidak membawa hasil.

Ammar pantang menyerah, ia lewati hari harinya dengan menahan lapar dan dahaga sambil terus berikhtiar mencari sesuai nasi untuk keluarganya.

Sayangnya, akhirnya 5 tahun berlalu, Ammar memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya walau dengan perasaan malu baik kepada teman-temannya maupun kepada keluarganya di Sudah karena pulang tidak membawa apa-apa.

Setelah menceritakan kepada temannya tentang keinginannya untuk pulang walau tidak membawa uang, akhirnya ia mendapatkan satu tiket penerbangan ke Sudan yang dia beli dari uang hasil pemberian temannya.

Setelah mendapatkan tiket, dan jadwal penerbangannya masih satu minggu lagi.

Untuk menunggu waktu berangkat, ia merenung dengan nasibnya yang tak kunjung mendapatkan uang selama 5 tahun tinggal di kota Riyadh.

Satu hari jelang kepulangannya. Ammar memilih berdiam di masjid, dari salat zuhur ia telah berdiam. Setelah salat Zuhur selesai, ia masih bingung mau kemana lagi sedangkan penerbangan masih lama. Kemudian ia kembali masuk masjid dan mengambil Al-Qur’an lalu membacanya dengan tiada putus sampai waktu azan Ashar tiba.

Begitu juga ketika salat Maghrib dan Isya, ia masih tetap berada di dalam masjid tersebut sambil membaca Qur’an. Ia pun memutuskan untuk tinggal di dalam masjid hingga waktu keberangkatannya tiba.

Saat waktu salat tiba, Ammar pun mengumandangkan azan dengan suara indahnya untuk membangunkan orang-orang yang ada di kota itu. Hingga jadwal penerbangan tiba, Ammar siap-siap berangkat ke bandara 3 jam sebelum penerbangan.

Sebelum meninggalkan kota Riyadh, ia pamit kepada teman-temannya, pengelola masjid kemudian mencari bus untuk menuju ke bandara yang berjarak 30 menit dari pusat kota.

Ketika sampai di bandara, Ammar duduk termenung sambil menunggu jadwal masuk ke dalam bus, memikirkan nasibnya yang 5 tahun tinggal di kota ini tanpa mendapatkan apapun.

Ia pun berpikir bagaimana dengan tanggapan keluarganya di Sudan, karena ia akan pulang tapi tidak membawa uang, sama ketika ia membulatkan tekadnya untuk pergi ke Kota Riyadh ini.

Tiba-tiba lamunannya terhenti ketika ia mendengar suara dari speaker pesawat yang memanggil namanya.

Ammar kaget ketika ia didatangi oleh sekelompok orang berbadan tegap yang menghampirinya lalu membawanya masuk ke dalam mobil tanpa memberi tahu maksud dan tujuan mereka.

Hanya satu kata yang mereka ucapkan yakni “Prince (putra raja) memanggilmu”
.

Amar semakin kaget karena hendak dihadapkan dengan putra raja tanpa ia tahu apa tujuannya. Rasa kagetnya pun sirna tatkala ia sampai di masjid yang selama seminggu ia tinggali. Ternyata pengelola masjid tersebut menceritakan bahwa Prince (Putra Raja) merasa kehilangan dengan azan fajar yang biasa ia kumandangkan.

Rupanya Azan yang dikumandangkannya setiap fajar itu selalu membangunkan Putra Raja untuk melakukan salat Subuh berjamaan di masjid itu. Hingga Putra raja merasa kehilangan ketika Ammar hendak meninggalkan kota Riyadh.

Ammar pun disambut dengan baik oleh putra raja. Lalu ia menceritakan alasan kenapa ia begitu tergesa-gesa ingin meninggalkan Riyadh. Putra raja pun bertanya “Berapa gajimu dalam satu bulan”.

Ditanya begitu, Ammar bingung karena selama ini gaji yang ia terima tidak menentu.

“Berapa gajimu yang paling besar dalam sebulan yang pernah kamu peroleh?” tanya putra raja.

Dahi Ammar berkerut sambil mengingat-ingat kembali gaji terbesarnya selama lima tahun belakangan.

“Hanya SR 1.400″, jawab Ammar dengan nada malu.

Putra raja lalu memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang lalu memberikannya kepada Ammar.

Jumlah uang yang diterima Ammar sebesar 84 ribu Real atau setara dengan Rp 184.800.000.

Putra raja lalu menghampiri Ammar seraya berkarta ” Aku tahu keluargamua menantimu di Sudan”.

“Kini pulanglah, temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembalilah kesini setelah 3 bulan. Akan saya siapkan tiketnya untukmu dan keluargamu kembali kesini. Jadilah bilal di masjidku dah hiduplah bersama kami Palace ini”

Tak terasa air mata Ammar menetes di pipi tanpa terbendung lagi.

Ia memang membutuhkan uang itu untuk keluarganya. Keyakinan Ammar bahwa Allah memperhatikannya selama ini. Berkat kesabaran Ammar, kini nasibnya berubah dalam sekejap.

Kini Ammar hidup dengan banyak harta karena tinggal di rumah di Palace milik Putra Raja.

Dan kini ia bekerja sebagai Muadzin di Masjid Putra raja di Arab Saudi dengan gaji besar. (Bangka Pos/ewis herwis)

 

TRIBUN NEWS

Perjalanan Rizki

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Kaya, senantiasa membimbing kita agar bisa istiqomah dalam ikhtiar menjemput rezeki yang halal. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap hari setiap pagi dan setiap saat kita menikmati rezeki yang begitu berlimpah dari Alloh Swt. Jika kita tafakuri bagaimana rezeki itu sampai ke tangan kita, maka betapa kita akan mendapatkan hikmah yang luar biasa. Karena perjalanan rezeki itu sangat kompleks, tidak terkejar oleh akal kita, dan tidak sesederhana apa yang terlihat oleh mata.

Satu contoh sederhana misalnya sambal. Betapa kompleks sambal yang kita nikmati itu. Dari mana cabenya, bagaimana proses tanam hingga panennya. Bagaimana pula Alloh mengatur sedemikian rupa tanaman cabe itu tumbuh dan selamat dari hama. Kemudian, berjumpa dengan gula, garam, bawang merah dan bawang putih. Dan akan semakin kompleks jikalau kita telusuri pula satu-persatu perjalanan setiap bahan-bahan tersebut. Maasyaa Alloh.

Alloh Swt. berfirman, Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Alloh-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al Ankabut [29] : 60)

Barangkali kita setiap makan hanya sempat berpikir bagaimana rasa makanan itu, penampilan makanan itu, harganya, dan bagaimana menghabiskannya. Namun, jikalau kita lihat lebih dalam lagi, akan nampaklah kasih sayang Alloh yang pasti akan membuat hati kita luluh karena tak dapat menyangkal betapa karunia Alloh itu tidak terhingga.

Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Alloh sehingga kita menjadi hamba-hamba yang bersyukur. Aamiin yaa Robbal aalamiin.

 

KH Abdullah Gymnastiar

[smstauhiid]

Inikah 10 Dosa Penghalang Rezeki Anda?

SETIAP manusia bahkan setiap makhluk melata di muka bumi ini pasti diberi rezeki oleh Allah Subhanahu wa Taala.

Firman Allah SWT, “Dan tak ada satupun makhluk melata di bumi kecuali Allah-lah yang memberikan rezekinya.”(QS. Hud: 11)

Namun ada kalanya seorang muslim seret rezekinya. Misalnya bertahun-tahun tidak mendapat penghasilan padahal telah berusaha. Mencari pekerjaan nggak dapat-dapat. Buka usaha selalu rugi.

Bisa jadi itu ujian, namun jika pernah melakukan salah satu dari 10 dosa ini, menurut Al-Ustadz Yusuf Mansur itu adalah hukuman yang harus bertobat dulu kepada Allah Subhanahu wa Taala.

Berikut ini adalah 10 dosa yang menghalangi rezeki:

  1. Syirik kepada Allah, menyekutukan Allah
  2. Meninggalkan atau melalaikan shalat
  3. Berbuat zina
  4. Durhaka kepada orangtua
  5. Memakan uang haram
  6. Berjudi
  7. Minum khamr atau minuman keras
  8. Memutuskan silaturahim
  9. Suka ghibah
  10. Kikir alias pelit

Jika 10 dosa itu tidak pernah dilakukan tetapi rezekinya terkesan sulit alias seret, insya Allah itu adalah ujian dari Allah sebagaimana anak yang tak pernah melakukan kesalahan ia mengikuti ujian untuk naik kelas. Dari kelas 4 ke kelas 5, dari kelas 5 ke kelas 6, dari kelas 6 lulus SD menuju SMP.

Jika ujian, maka solusinya hanya sabar. Namun jika pernah melakukan salah satu dari 10 dosa penghalang rezeki tersebut, langkah pertama adalah bertobat. Tobat nasuha. Tobat sungguh-sungguh terlebih dahulu, menyesal dan tidak akan mengulanginya. Setelah itu baru sabar. Insya Allah dengan demikian rezeki kembali lancar.

 

[Bersamadakwah]