4 Macam Sabar Menurut Syekh Sahal Al-Tustari

4 Macam Sabar Menurut Syekh Sahal Al-Tustari

Artikel ini akan mengulas tentang 4 macam sabar dan hikmahnya menurut ulama sufi yaitu, Syekh Sahal bin Abdullah Al-Tustari. Sabar merupakan kata yang sangat mudah untuk diucapkan, tapi bisa jadi sangat sulit untuk dilakukan. Sifat sabar sangat dibutuhkan terutama di saat menghadapi berbagai masalah.

Ibnu Khamis, dalam karyanya Munakib Al-Abrar Wa Muhasini Al-Ahyar Fi Tabaqat As-Sufiyyah Juz 1, halaman 231, mengisahkan  Syekh Sahal bin Abdullah Al-Tustari ketika ditanya tentang sabar. Adapun redaksinya sebagai berikut:

وسُئل عن الصبر، فقال: الصبر على أربعة أوجه، صبر على المصائب، وصبر على الفرائض، وصبر على أذى النَّاس، وصبر على الفقر

Artinya: Syekh Sahal Al-Tustari ditanya tentang kesabaran, dan beliau menjawab, kesabaran mempunyai empat aspek, kesabaran terhadap musibah, kesabaran menunaikan kewajiban, kesabaran terhadap gangguan manusia, dan kesabaran terhadap kemiskinan.

Sabar Menurut Syekh Sahal Al-Tustari

Ungkapan Syekh Sahal Al-Tustari di atas, menjadi acuan atau arahan untuk bersikap sabar dalam menghadapi berbagai masalah. Selanjutnya Syekh Sahal Al-Tustari menjelaskan hikmah atau buah dari kesabaran. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Pertama, kesabaran terhadap musibah. Allah menguji hambanya dengan bermacam-macam musibah, seperti, kebakaran, banjir, wabah, kelaparan, dan sebagainya. Apabila seorang hamba sabar atas musibah yang menimpanya, maka wajib baginya mendapatkan pahala yang besar, kelak ia akan mendapatkan derajat tinggi di sisi Allah.

Kedua, kesabaran menunaikan kewajiban. Allah telah membebankan kewajiban terhadap hambanya, seperti, kewajiban menunaikan shalat lima waktu dan sebagainya. Apabila seorang hamba sabar menunaikannya, maka Allah akan memberi pertolongan dengan dimudahkan untuk menunaikannya. Jika tanpa pertolongan dari Allah maka sulit untuk menunaikannya kewajiban.

Ketiga, kesabaran terhadap gangguan manusia. Dalam menjalani kehidupan seorang hamba tidak akan selamat dari gangguan orang lain. Apabila seorang hamba sabar atas gangguan orang lain, maka Allah akan menganugerahkan rasa cinta manusia kepadanya. Karena orang yang diganggu oleh orang lain, akan ada manusia yang menaruh simpati kepadanya.

Keempat, kesabaran terhadap kemiskinan. Orang miskin yang sabar atas kemiskinannya, ia akan mendapatkan ridha Allah, asalkan ia bisa bersabar terhadap kemiskinan yang ia alami. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian dari Allah, Apabila seorang hamba bersabar atas ujian tersebut, maka ia akan di ridhai oleh Allah. Wallahu A’lam Bissawab.

BINCANG SYARIAH