Seriusnya Kita Obati Sakit Jasmani

DOKTER-DOKTER spesialis laris manis. Tak hanya di rumah sakit, di rumah tinggalnyapun ditunggu pasien. Ruang praktek tak pernah sepi. Perburuan kesembuhan dari penyakit memang tak tak pernah berhenti. Sebagian dari kita mungkin sering terlibat dalam perburuan ini. Sakit memang tak nyaman. Apapun akan dilakukan asal bisa sehat kembali.

Jamu dan obat yang pahit bahkan pembedahan operasi dengan melukai tubuh rela kita makan dan lakukan demi sembuh. “Asal saya bisa sembuh, pak/bu dokter,” kata setiap pasien. Olahraga yang menjadi bagian terapi dilakukan pula sesuai dengan petunjuk dan arahan dokter.

Sahabat dan saudaraku, itu adalah upaya sembuh dari penyakit jasmani. Lalu, bagaimanakah dengan upaya sembuh dari penyakit ruhani? Adakah orang sombong yang ingin sembuh? Adakah orang bakhil yang bersemangat mengobati kebakhilannya? Adakah orang malas yang serius mencari guru hati? Adakah pengeluh dan pemarah yang antri di rumah dan majelis para alim?

Semua kita tahu jawaban dari pertanyaan di atas. Lalu, mengapa pencarian kesembuhan dari penyakit ruhani tak seheboh usaha menuju kesebuhan penyakit jasmani? Apakah karena tak ada rumah sakit khusus ruhani? Apa karena tak ada “puskesmas” khusus hati?

Mushalla, masjid, ponfok pesantren, madrasah, majelis ta’lim adalah pusat kesehatan ruhani kita. Sayangnya, banyak kita yang pura-pura tak tahu sehingga jarang berkunjung memeriksakan diri. Inilah penyebab semakin maraknya penyakit mental masyarakat kita

 

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

INILAH MOZAIK