Arab Saudi Siapkan Denda 25 Ribu Riyal untuk Visa Overstay Haji dan Umroh

Direktorat Paspor Arab Saudi (Jawazat) di Makkah sediakan sanksi denda kepada penyedia layanan haji dan umrah. Denda tersebut sebesar 25 ribu riyal Saudi untuk setiap jamaah yang tinggal lebih lama (overstay) di sana setelah berakhirnya visa mereka.

Dilansir di Saudi Gazette, Jumat (18/3), Kapten Abdul Rahman Al-Qathami mengatakan hukuman akan dikenakan pada perusahaan haji dan umrah karena mereka bertanggung jawab untuk memulangkan jamaah sebelum visa mereka berakhir.

Al-Qathami mengatakan bahwa penyelenggara haji dan umrah memiliki tanggung jawab besar dalam menegakkan aturan visa secara ketat. Hal ini mengingat dimulainya kembali kedatangan jamaah dalam jumlah besar menyusul pencabutan sebagian besar tindakan pencegahan dan protokol pencegahan Covid-19.

Dia mengatakan bahwa perwakilan dari beberapa perusahaan haji dan umroh dipanggil di masa lalu untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran terhadap mereka. Sebanyak 208 perusahaan telah dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran.

“Adapun hukuman dijatuhkan pada masing-masing perusahaan ini,” kata dia.

Pihaknya mencatat bahwa denda terhadap pelanggaran akan berlaku sebesar 25 ribu riyal Saudi bagi setiap jamaah yang melanggar.

Visa kunjungan umroh

Dalam perkembangan terkait, Program Doyof Al-Rahman mengungkapkan bahwa ada beberapa jenis visa elektronik untuk keperluan umroh, dan pengunjung dapat memanfaatkannya. Program ini juga mengumumkan nama-nama negara yang dapat memanfaatkan layanan ini.

Jenis-jenis visa tersebut antara lain visa kunjungan untuk tujuan umrah, visa umroh melalui agen asing, dan visa transit. Adapun negara-negara yang akan mendapatkan keuntungan dari visa pengunjung untuk tujuan umrah antara lain Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Prancis, Italia, Kazakstan, Malaysia, Brunei, Andorra, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia , Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hongaria, Belanda, dan Yunani.

Daftar ini juga mencakup Islandia, Irlandia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Monako, Montenegro, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Rusia, San Marino, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Ukraina, Australia, dan Baru Selandia.

Program Doyof Al-Rahman merupakan salah satu dari sekian banyak program yang telah diluncurkan di bawah payung Saudi Vision 2030. Program ini berupaya untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan haji dan umrah serta layanan yang diberikan kepada Doyof Al-Rahman (tamu Allah).

IHRAM