Haruskah Baca Surah Ad-Dhuha saat Salat Dhuha?

SALAT dhuha mempunyai keutamaan yang sangat banyak sekali. Di antaranya terdapat dalam hadits riwayat Abu Dzar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, yang artinya,

Pada setiap pagi hari wajib atas setiap ruas salah seorang di antara kalian dikeluarkan sedekahnya, maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, tahmid sedekah, tahlil sedekah, takbir sedekah, amar makruf sedekah, nahi mungkar sedekah, dan sesuatu yang mencukupi itu semua adalah dua rekaat yang dia kerjakan pada waktu dhuha. (Hr. Muslim: 720)

Setahu kami pula, tidak ada bacaan tertentu yang wajib dibaca saat salat tersebut, kecuali bacaan yang dibaca seperti salat lainnya. Wallahu alam.

[Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, edisi 12, tahun ke-7, 1430 H]

INILAH MOZAIK

Waktu Terbaik Shalat Dhuha

SHALAT dhuha memiliki banyak keutamaan. Shalat yang dihukumi sunnah ini termasuk shalat ringan yang dikerjakan pada siang hari. Yakni antara waktu setelah matahari terbit hingga menjelang dzuhur. Lalu kapan waktu terbaik untuk shalat dhuha?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, disebutkan bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam Nabi melarang melaksanakan shalat dan mengubur jenazah pada tiga waktu berikut. Pertama ketika matahari terbit sampai tinggi, kedua ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir, dan ketia ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.

Berdasarkan hadits tiga larangan waktu untuk shalat di atas, maka di mana waktu dhuha (dibolehkannya shalat)? Shalat dhuha bisa dilakukan setelah matahari terbit dan matahari meninggi hingga jarak satu tombak (sekira dua meter).

Bila diukur dengan keumuman waktu zaman ini adalah sekitar limabelas menit. Jadi sebaiknya apabila hendak shalat dhuha di awal waktu, maka kita dapat melaksanakan pada lima belas menit setelah waktu terbit matahari.

Lalu kapan batas akhirnya? Batas akhirnya adalah hingga sebelum waktu terlarang kedua untuk shalat sebagaimana disebutkan hadits di atas. Atau bila diukur dengan keumuman waktu sekarang, kurang lebih lima belas menit sebelum dzhuhur tiba.

Sedangkan waktu yang utama untuk shalat dhuha adalah ketika matahari sudah mulai panas. Dalam shahih Muslim, disebutkan bahwa Zaib bin Al Arqam radliyallahu anhu melihat beberapa orang sedang shalat dhuha, dan kemudian beliau berkata, “Andai mereka tahu bahwa shalat dhuha setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Shalat awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan”.

Karenanya, ulama menjelaskan, yakni waktu ketika matahari mulai panas adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat dhuha, meskipun dibolehkan shalat sejak terbit matahari hingga menjelang tergelincirnya matahari.

Allahu Alam. [*]

INILAH MOZAIK

Manfaat Shalat Dhuha

Ass Ustad,,,,

saya mau bertanya apa manfaat sholat dhuha & apa saja makna dari sholat dhuha tersebut???

oya satu lagi ustad,,,apakah di perbolehkan jika kita jarang untuk sholat subuh tapi untuk sholat dhuha kita sering melakukannya….(hampir tiap hari sholat dhuha )

sekian dulu pertanyaan dari saya ustad,,,

Ass…

Hamba Allah

Waalaikumussalam Wr Wb

 

 

Jawab:

Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.

Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.

Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”

Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.

Berbeda dengan shalat shubuh maka tidak ada perbedaan dikalangan ulama bahwa ia adalah wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakannya dan berdosa jika ditinggalkan. (baca : Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan).

Dengan demikian tidak dibenarkan bagi seorang yang hanya mengerjakan shalat dhuha yang kedudukannya sunnah sementara dirinya meninggalkan shalat shubuh yang kedudukannya lebih tinggi darinya yaitu wajib.

Wallahu A’lam

-Ustadz Sigit Pranowo Lc-

 

 

sumber: EraMuslim.com