Hukum Bersumpah dengan Al-Quran

Di antara perkara yang ditanyakan oleh sebagian orang adalah mengenai hukum bersumpah dengan Al-Quran. Pasalnya, terdapat sebagian orang yang bersumpah bukan nama Allah, melainkan dengan Al-Quran. Misalnya, aku bersumpah, demi Al-Quran. Terkadang sebagain sambil memegang Al-Quran dan sebagian tidak. Sebenarnya, bagaimana hukum bersumpah dengan Al-Quran ini, apakah boleh?

Bersumpah dengan Al-Quran, baik sambil memegang Al-Quran atau tidak, hukumnya boleh dan sumpahnya sah. Karena itu, seseorang yang bersumpah dengan Al-Quran, maka dia wajib melaksanakan sumpahnya. Jika dia melanggar, maka dia wajib membayar kafarah sumpah.

Menurut para ulama, kebolehan bersumpah dengan Al-Quran ini didasarkan karena Al-Quran adalah kalam Allah, dan kalam Allah termasuk bagian dari sifat-sifat-Nya. Sementara bersumpah dengan salah satu sifat-Nya, termasuk dengan sifat kalam-Nya, adalah boleh dan sumpahnya sah, sebagaimana bersumpah dengan nama Allah itu sendiri.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

إن الحلف بالقرآن يمين منعقدة تجب الكفارة بالحنث فيها. وبهذا قال ابن مسعود والحسن وقتادة ومالك الشافعي وأبو عبيد وعامة أهل العلم مستدلين بأن القرآن كلام الله وصفة من صفات ذاته تنعقد اليمين به كما لو قال: وجلال الله وعظمته

Sesungguhnya bersumpah dengan Al-Quran adalah sumpah yang sah, yang wajib membayar kafar jika dilanggar. Ini telah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud, Al-Hasan Al-Bashri, Qatadah, Malik, Al-Syafii, Abu ‘Ubaid, dan kebanyakan para ulama. Mereka berdalil bahwa Al-Quran adalah kalam Allah dan termasuk bagian dari sifat dari sifat-sifat Dzat-Nya. Karena itu, bersumpah dengan Al-Quran adalah terjadi atau sah, sebagaimana jika bersumpah dengan kalimat ‘Demi kemuliaan Allah dan keagungan-Nya.

Dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah juga disebutkan sebagai berikut;

فإن الحلف بالقرآن العظيم قد تعارفه الناس في أيمانهم مثل الحلف بقولهم: والله العظيم، فيكون يمينًا؛ لأن القرآن كلام الله تعالى، وممن ذهب إلى ذلك العلامة محمد بن مقاتل، وقال: وبه أخذ الجمهور

Bersumpah dengan Al-Quran termasuk sumpah yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat, sebagaimana sumpah ‘Demi Allah Yang Maha Agung.’ Karena itu, bersumpah dengan Al-Quran adalah sah karena Al-Quran adalah kalam Allah. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Muhammad bin Muqatil. Beliau juga berkata; Ini pendapat yang diambil oleh kebanyakan ulama.

Dengan demikian, bersumpah dengan Al-Quran hukumnya boleh. Sumpahnya wajib dilaksanakan dan tidak boleh dilanggar. Jika dilanggar, maka wajib membayar kafarah sumpah, seperti halnya bersumpah dengan nama Allah; Demi Allah.

BINCANG SYARIAH