Kurban Digital Berdayakan Masyarakat

Turut memberdayakan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan inovasi pengembangan ekonomi kurban, Kurban Digital. Selain mudah diakses dan transparan, Kurban Digital melibatkan pelaku ekonomi lokal.

Menyambut Iduladha 1437 Hijriyah, BAZNAS meluncurkan program Kurban Digital. Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo menyampaikan program ini adalah layanan bagi masyarakat untuk menunaikan kurban dengan mudah, memberdayakan masyarakat lokal, transparan, dan interaktif.

Layanan ini memudahkan masyarakat melaksanakan ibadah kurban melalui berbagai cara seperti aplikasi Kurban Digital, situs belanja daring (e-commerce), layanan Jemput Kurban, Gerai Kurban di pusat-pusat perbelanjaan, serta fasilitas lainnya. Kurban Digital juga memberdayakan banyak pihak, di antaranya peternak, pedagang kambing dan sapi, tukang potong dan jasa antar.

Program ini juga transparan dimana proses pelaksanaan ibadah kurban terjaga dengan baik, laporan realtime dari pemotong hingga pendistribusian. Daging kurban dapat dilaporkan seketika proses sedang berlangsung. Interaksi antara pekurban dan masyarakat penerima manfaat dapat dijembatani melaui ponsel pintar dengan fasilitas notifikasi pesan singkat, pesan aplikasi daring Whatsapp, dan surat elektronik.

Bambang menjelaskan, Kurban Digital merupakan gerakan mengajak masyarakat menikmati ekonomi kurban. Yaitu upaya syariat menggerakan ekonomi ternak dengan mendorong tata kelola peternakan yang baik dan meningkatkan produktifitas serta menjaga kualitas ternak mulai dari pakan ternak, tenaga kerja, limbah ternak, dan lain-lain.

Aspek lain dari ibadah kurban adalah menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Momen setahun sekali ini mendorong kecukupan pangan dan gizi yang tinggi karena melimpahnya cadangan daging di tengah masyarakat.

”BAZNAS melakukan pemberdayaan ternak dengan menyebar kurban ke daerah yang rawan gizi, pelosok hingga membangun tata niaga produksi pangan melalui Lembaga Pengembangan Pertanian dan Peternakan,” ungkap Bambang dalam keterangan resminya, Senin (29/8).

Melalui program ini, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia nantinya dapat berkurban. Di sisi lain, BAZNAS berusaha menggerakkan ekonomi kurban dengan menyelenggarakan program yang bermanfaat bagi mustahik yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Menurut Bambang, ekonomi kurban juga bisa mendorong kemandirian ternak nasional. Sebagaimana diketahui, potensi peternakan di Indonesia besar, didukung oleh sumber daya dan kondisi geografis yang teramat baik. Potensi-potensi ini didukung oleh permintaan daging yang sangat besar karena jumlah penduduk mencapai seperepat miliar. Namun, Indonesia harus susah payah memenuhi kebutuhan tersebut bahkan dengan impor dari berbagai negara.

Masyarakat yang ingin mengikuti program kurban digital bisa mengunjungi laman www.kurban.baznas.go.id, laman belanja online www.tokopedia.com dan juga di laman komunitas terbesar www.kaskus.co.id.

Pekurban tidak membeli dan melihat langsung proses penyembelihan, namun cukup membeli melalui dua laman tersebut dan penyembelihan hewan kurban diproses dan dilakukan sesuai syariat Islam oleh BAZNAS.

Hewan kurban yang disembelih ialah kambing hasil budidaya para peternak lokal sehingga ikut membantu pemberdayaan masyarakat sekitar. Berat kambing 25 kg dengan harga Rp 2,5 juta. Harga itu sudah termasuk biaya operasional untuk sosialisasi, penyediaan hewan, pemotongan, distribusi, dokumentasi, dan pelaporan.

Target Kurban Digital tahun ini sebanyak 3.000 ekor kambing atau senilai Rp 6 miliar. Hewan kurban tersebut nanti akan disebar ke berbagai daerah di Indonesia terutama daerah-daerah yang sangat membutuhkan karena warganya miskin, terdampak bencana alam, rawan pangan serta daerah yang minoritas Muslim. Untuk itu BAZNAS akan bekerjasama dengan jaringan daerah melalui 34 BAZNAS Provinsi.

Untuk menjaga amanah para pekurban, BAZNAS akan memberikan kepada masing-masing pekurban berupa laporan bukti donasi melalui surat elektronik kepada masing-masing pekurban setelah pembayaran terverifikasi oleh BAZNAS. Para pekurban juga akan menerima laporan pemotongan dan distribusi kurban setelah hari Iduladha melalui surat elektronik atau bukti cetak  berupa foto hewan kurban sebelum dipotong (hewan hidup), setelah dipotong,serta foto kegiatan kurban ke alamat rumah pekurban.

 

 

sumber: Republika Online

BAZNAS Luncurkan Program Kurban Digital

BADAN Amil Zakat Nasional (BAZ NAS) meluncurkan program Kurban Digital menyambut hari raya Idul Adha 1437 H. Ini adalah sebuah layanan bagi masyarakat menunaikan kurban dengan berbagai keunggulan, yaitu mudah, memberdayakan, transparan dan interaktif.

Mudah artinya memudahkan masyarakat melaksanakan ibadah kurban melalui berbagai cara dengan aplikasi Kurban Digital, situs belanja online (ecommerce), layanan Jemput Kurban, Gerai Kurban di mall serta fasilitas lainnya.

Kurban Digital ini juga memberdayakan banyak pihak, di antaranya peternak pedagang kambing dan sapi, tukang potong dan jasa antar/distribusi. Keunggulan lain adalah transparan, yaitu proses pelaksanaan ibadah kurban terjaga dengan baik, laporan realtime dari pemotong hingga pendistribusian daging kurban dapat dilaporkan seketika proses sedang berlangsung. Kemudian keunggulan lain adalah interaktif, yaitu intraksi antara pekurban dan masyarakat penerima manfaat dapat dijembatani melaui smartphone dengan fasilitas notifi kasi sms/wa /email.

Ketua BAZNAS Prof. Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA mengatakan Kurban Digital merupakan gerakan mengajak masyarakat menikmati ekonomi kurban. Yaitu upaya syariat menggerakan ekonomi ternak dengan mendorong tata kelola peternakan yang baik dan meningkatkan produktifi tas serta menjaga kualitas ternak mulai dari pakan ternak, tenaga kerja, limbah ternak dll.

Aspek lain dari ibadah kurban adalah menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Momen setahun sekali ini mendorong kecukupan pangan dan tentunya gizi yang tinggi karena melimpahnya cadangan daging di tengah masyarakat.

“BAZNAS melakukan pemberdayaan ternak dengan menyebar kurban ke daerah yang rawan gizi, pelosok hingga membangun tata niaga produksi pangan melalui Lembaga Pengembangan Pertanian dan Peternakan,”ujar Bambang.

Melalui cara ini, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia nantinya dapat berkurban. Sedangkan BAZNAS berusaha menggerakkan ekonomi kurban dengan menyelenggarakan program yang bermanfaat bagi mustahik yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

 

 

– See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/64159/baznas-luncurkan-program-kurban-digital/2016-08-30#sthash.oGbgOBE7.dpuf

 

Kurban Digital, Membeli Kambing Kurban di Mall

Menjelang Idul Adha 1437 hijriah, berbagai kemudahan untuk berkurban dapat menjadi pilihan masyarakat. BAZNAS mengemas kemudahan berkurban melalui Program Kurban Digital. Masyarakat tak perlu repot lagi untuk membeli kambing sendiri lalu mengantarkan ke lokasi penyembelihan yang diinginkan. Namun, kita cukup memanfaatkan smartphone di tangan, melalui situs www.kurban.baznas.go.id, aplikasi Kurban Digital, situs belanja online (e-commerce) www.tokopedia.com, www.blibli.com, dan situs komunitas terbesar di Indonesia www.kaskus.co.id.
Selain itu masyarakat juga dapat menikmati layanan Jemput Kurban dan Gerai Kurban di mall. BAZNAS membuka 20 gerai layanan Kurban Digital di gedung perkantoran utama dai Jakarta dan pusat perbelanjaan (mall).

“Mall selalu menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung, karena itu kami menjemput bola, mendatangi masyarakat agar memudahkan mereka menunaikan kurban,” kata Ketua Konter Kurban Digital, Romidi Karnawan.
Konter Kurban Digital buka mulai Kamis (1/9) hingga Selasa (13/9) nanti. Satu pekan ini, kata Romidi, minat masyarakat sangat tinggi untuk melaksanakan kurban dengan cara yang baru.
Dua puluh titik tersebut terdiri dari delapan mall yaitu Tangerang City, Aeon Mal Tangerang, Depok Town Square, Pacific Place, Summarecon Bekasi, Pondok Indah Mall, Mal Metropolitan Bekasi dan Grand Indonesia.
Selain itu juga dibuka di 12 titik perkantoran yaitu Equity Tower, Kementerian Keuangan Juanda II, Ratu Plaza, Kementerian Keuangan Radius Prawiro, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Pusat Pertamina, Kantor Pusat Perusahaan Gas Negara (PGN), Kementerian Pariwisata, Kantor Medco Energy, Indofood Tower, Kementerian Dalam Negeri dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penyaluran akan dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia melalui BAZNAS Provinsi dan mitra terpercaya.

Ketua BAZNAS Prof. Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA mengatakan Kurban Digital merupakan gerakan mengajak masyarakat menikmati ekonomi kurban. Yaitu upaya syariat menggerakan ekonomi ternak dengan mendorong tata kelola peternakan yang baik dan meningkatkan produktifitas serta menjaga kualitas ternak mulai dari pakan ternak, tenaga kerja, limbah ternak dll.
Aspek lain dari ibadah kurban adalah menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Momen setahun sekali ini mendorong kecukupan pangan dan tentunya gizi yang tinggi karena melimpahnya cadangan daging di tengah masyarakat.
Sebagai pertanggungjawaban, BAZNAS akan memberikan laporan bukti donasi melalui email kepada masing-masing pekurban setelah pembayaran terverifikasi oleh BAZNAS. Para pekurban juga akan menerima laporan pemotongan dan distribusi kurban setelah Hari Raya Idul Adha, melalui email atau hard copy ke alamat rumah yang tertera di alamat Rumah berupa foto hewan kurban sebelum dipotong (hewan hidup) dan setelah dipotong, serta foto kegiatan kurban.

 

sumber: Baznas Indonesia

Kurban Digital

Ibadah kurban merupakan ibadah ritual umat Islam yang dilaksanakan setiap tahun pada Idul Adha (10 Zulhijjah) dan 3 hari setelah Idul Adha (11-13 Zulhijjah), yaitu dengan menyembelih hewan kurban dan kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.

Melalui Kurban Digital BAZNAS ingin memudahkan masyarakat dalam berkurban. Kami sebut Kurban Digital karena di era digital sekarang ini, BAZNAS ingin menawarkan pengalaman ber-Kurban Digital dengan 4 aspek kelebihan. Pertama, mudah. Dengan berbagai layanan kemudahan berkurban melalui BAZNAS, memudahkan masyarakat melaksanakan ibadah kurban, melalui aplikasi Kurban Digital, Transfer Rekening, E-comerce, Jemput Kurban dan  Gerai Kurban.

Kedua, memberdayakan. Berkurban melalui BAZNAS di samping tertunaikan ibadah kurbannya, banyak pihak yang terberdayakan melalui Kurban Digital, di antaranya, peternak hewan, pedagang kambing dan sapi, tukang potong, jasa antar/distribusi dan masih banyak lagi yang diuntungkan dari manfaat Kurban Digital.

Ketiga, transparan. Melalui Kurban Digital, aspek transparansi dari proses pelaksanaan ibadah kurban terjaga dengan baik, laporanreal time dari pemotong di lokasi pemotongan sampai pendistribusian daging kurban dapat dilaporkan seketika proses sedang berlangsung.
Proses transaksi yang didukung oleh perbankan (bankable) menjaga akuntabilitas transaksi ibadah kurban.

Keempat, interaktif. Intraksi antara pekurban dan masyarakat sebagai penerima manfaat dapat dijembatani melalui Kurban Digital yang setiap kejadian dapat diterima oleh pekurban melalui smartphone dengan fasilitas notifikasi SMS / WA / email.

 

 

sumber: www.baznas.go.id