Petaka Medsos, Orang Tua Tidak Boleh Lalai

BERHATI-hatilah terhadap medsos sekarang ini.

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS At-Taghabun[64]: 15).

TEKNOLOGI ibarat pisau bermata dua, bermanfaat untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbahaya bagi mental, kejiwaan anak remaja, jika akses informasi yang merusak, seperti konten pornografi.

Peristiwa meninggalnya anak SD di Tasikmalaya, beberapa waktu lalu, akibat depresi karena dipaksa teman-teman sebayanya menyetubuhi seekor kucing, jadi tragedi memilukan. Hal itu jadi bentuk kriminal yang sangat berbahaya dan merusak bagi tumbuh kembang generasi muda.

Perihatin dan menyesakkan dada kita semua, peristiwa ini tidak boleh terulang. Setiap kita dan khususnya para orangtua tidak boleh lalai terhadap pengunaan gadget, anak-anak remaja sangat labil dan rentan mengikuti prilaku menyimpang yang mereka saksikan di media sosial.

Konten-konten pornografi bukan hanya menayangkan seks dewasa,tetapi juga ada video perilaku seks menyimpang terhadap hewan, atau yang dikenal dengan istilah zoophilia.

Pada era digitalisasi saat ini, orang tua punya peran penting untuk melakukan sensor mandiri dan menguatkan kemampuan literasi digital. Setiap orang tua harus memiliki kesadaran bahwa penggunaan internet dengan tidak benar ini tidak main-main bahayanya untuk masa depan anak.

Pemerintah, terutama pihak terkait harus lebih ketat membatasi, memblokir konten-konten pornografi di medsos. Seluruh rakyat Indonesia harus berperan aktif, melakukan pengawasan dilingkungan masing-masing, berupaya mengedukasi,mencegah setiap perilaku menyimpang dari agama, etika, moralitas yang dilakukan generasi muda.

Era digital tidak menafikkan bahwa kehidupan manusia sangat tergantung pada alat-alat teknologi. Hadirnya era disrupsi menyebabkan perubahan pola kehidupan manusia, yang di dalamnya juga memengaruhi kehidupan individu, orangtua hingga anak-anak.

Kita tidak alergi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, tetapi kewaspadaan tetap harus di lakukan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi moralitas, etika dan keadaban yang bersumber dari agama dan budaya bangsa, jangan sampai kemajuan teknologi merusak Nilai-nilai luhur tersebut.

Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka. []

ISLAMPOS