Warisan Berharga Tiga Bersaudara

Seperti mendiang ayahnya, Banu Musa bersaudara menitipkan sesuatu yang berharga sepeninggal mereka. Kitab al- Hiyal atau Kitab Perangkat Mekanik merupakan warisan bernilai yang ditinggalkan Banu Musa. Melalui kitab ini, mereka memberikan warisan berguna bagi perkembangan teknik dan arsitektur dalam dunia Islam.


Prinsip geometri dan fisika Dalam kitab itu, Banu Musa juga menjelaskan rancangan pembuatan air mancur yang mereka ciptakan. Mereka menerapkan beragam prinsip geometri dan fisika untuk membuat air mancur. Kitab tersebut juga memuat tujuh desain air mancur. Desain pertama adalah bentuk dasar yang ditemukan pada semua air mancur.

Desain lainnya menunjukkan pembuatan air mancur yang lebih kompleks. Misalnya, air mancur yang pancaran airnya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Setidaknya, terdapat tiga bentuk dasar air mancur, yakni bentuk lili, perisai, dan tombak. Selain tiga bentuk dasar itu, ada air mancur yang pancarannya berubah secara periodik, misalnya berubah dari bentuk tombak ke perisai, kemudian kembali lagi ke pancaran air berbentuk tombak.

Untuk membuat pancaran air yang keluar bergantian dan berbentuk, seperti tombak dan perisai, diperlukan pengaturan yang sangat cermat dan teliti. Pengaturan harus seimbang dengan memerhatikan prinsip-prinsip fisika. Dalam hal ini, salah satu bak difungsikan untuk memancarkan air dalam bentuk tombak, sedangkan bak lainnya untuk memancarkan air dalam bentuk perisai.

Diposisikan di sebuah tempat yang tersembunyi dari pandangan mata, bak ini berfungsi sebagai akumulator tekanan. Dengan begitu, bak menyediakan pasokan air yang cukup dan tekanan untuk menciptakan efek air mancur yang diinginkan.

Dalam sebuah rancangan, Banu Musa mendesain sebuah bak yang menentukan bentuk pancaran air yang keluar. Mereka juga merancang air mancur dengan roda gerigi dan katup canggih yang memungkinkan bentuk pancaran air berubah dari satu bentuk ke bentuk lain.

 

sumber: Republika Online

Tiga Bersaudara Perancang Air Mancur

Khazanah sains Islam mencatat Banu Musa bin Shakir sebagai ilmuwan terkemuka dalam bidang teknik mesin. Banu Musa (Musa bersaudara) menciptakan sejumlah perangkat mesin yang terbilang canggih pada masanya.

Namun, bukan cuma teknik mesin yang menjadi bidang kepakaran mereka. Banu Musa juga menorehkan prestasi gemilang di ranah matematika. Keahlian mereka di bidang ini bahkan layak disejajarkan dengan beberapa ilmuwan Muslim lainnya, seperti al-Khawarizmi, al-Kindi, dan Umar Khayam.

Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara: Jafar Muhammad bin Musa bin Shakir, Ahmad bin Musa bin Shakir, dan al-Hasan bin Musa bin Shakir. Mereka adalah putra seorang cendekiawan terkemuka abad ke- 8, Musa bin Shakir. Si sulung Jafar Muhammad adalah pakar dalam kajian geometri, demikian pula al-Hasan.

Lain halnya dengan Ahmad bin Musa yang membawa konsep matematika kepada aspek mekanika. Meski berbeda spesialisasi, tiga bersaudara ini bahu-membahu untuk mendapatkan sesuatu yang sempurna. Ayah mereka, Musa bin Shakir, bekerja sebagai ahli astrologi Khalifah al-Ma’mun. Saat itu, Musa merupakan sahabat al- Ma’mun, putra Khalifah Harun al-Rasyid.

Ketika Musa bin Shakir meninggal, al- Ma’mun menjadi wali yang menjaga tiga bersaudara ini. Mereka diberikan pendidikan yang bagus di Baghdad. Mereka mempelajari geometri, mekanik, musik, matematika, hingga astronomi. Pada masa kekhalifahan al-Ma’mun pada 813-833, mereka membangun karier yang bagus di bidang ilmu pengetahuan.

Setelah al-Ma’mun wafat, Banu Musa melanjutkan pekerjaan mereka di bawah pimpinan al-Mu’tasim (833-842), al-Wathiq (842-847), dan al-Mutawakkil (847-861). Muhammad dan Ahmad sangat mendukung al-Mutawakkil yang mempekerjakan mereka di bidang teknik konstruksi pembangunan kanal di al-Dja’fariyya, sebuah kota tak jauh dari Baghdad.

Selain berkiprah di bidang ilmu pengetahuan, Banu Musa bersaudara juga mendanai penerjemahan karya ilmiah Yunani. Mereka menggunakan kekayaan mereka untuk mendanai aktivitas intelektual yang menjadi fitur penting dalam kehidupan di Baghdad pada masa itu.

 

 

sumber: Republika ONline

Ragam Karya Banu Musa

Penemuan cara pembuatan air mancur BANU MUSA Tiga Bersaudara Perancang Air Mancur Rancangan mereka berpengaruh besar bagi kemajuan arsitektur Islam. Buah pemikiran Banu Musa bersaudara tak sebatas pada rancangan air mancur. Mereka juga menemukan sejumlah mesin otomatis dan alat mekanik lainnya.

Misalnya katup, mesin yang bisa diprogram, seruling otomatis, lampu badai, lampu otomatis, tekanan diferensial, dan masker gas.

Banu Musa bersaudara juga menemukan sebuah alat yang dikenal sebagai alat musik mekanik paling awal. Alat musik ini disebut sebagai hydropowered organ. Alat musik ini masih diproduksi hingga pertengahan abad ke- 19.

Banu Musa bersaudara juga meninggalkan karya-karya mereka dalam bidang matematika. Di bidang ini, mereka menulis Kitab Pengukuran Pesawat dan Figur Berbentuk Bola. Di antara karya Banu Musa, ini merupakan salah satu risalah matematika paling terkenal. Dalam kitab ini, mereka membahas teori-teori dari Archimedes, para ahli matematika, fisika, dan astronomi Yunani.

Abu Ja’far Muhammad ibn Musa ibn Shakir, sulung dari tiga bersaudara ini, juga dikenal sebagai perintis astrofisika dan mekanika langit. Pada salah satu bukunya, Abu Ja’far menjelaskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi. Ia pun membahas gerakan bintang dan hukum tarik-menarik di antara benda langit.

Banu Musa bersaudara memberikan efek besar bagi kemajuan arsitektur Islam. Ya, karena kehadiran air mancur sangat berguna untuk mempercantik taman. Biasanya, air mancur di antara pepohonan atau dalam sebuah kolam. Sejarah mencatat, umat Islam ternyata menjadi yang pertama menggunakan media air dalam menata taman. Tak hanya taman, media air juga dimanfaatkan untuk memperindah ruangan, seperti di rumah, masjid, istana, ataupun taman umum.

 

sumber:Republika Online