Arab Saudi Tambah Kuota Haji 10 Ribu untuk RI

Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, jumlah kuota haji Indonesia telah bertambah sebanyak 10 ribu jamaah. Tambahan itu muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Raja Salman di Riyadh, Arab Saudi, pada Ahad (14/4). Sebagai informasi, saat ini kuota jemaah haji RI sebanyak 221 ribu jamaah.

“Keputusan penambahan kuota haji ini disampaikan saat pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman di Istana Pribadi Raja (Al-Qahr al-Khas) di Riyadh, Ahad 14 April 2019,” kata Ace Hasan Syadzily dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/4).

Menurut Ace, penegasan keputusan itu juga disampaikan kembali Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS). MBS sebelumnya telah menerima kedatangan Presiden Jokowi pada hari yang sama.

Penambahan kuota haji itu dinilai bermanfaat dalam mengurangi daftar tunggu jamaah haji Indonesia yang kini rata-rata mencapai 18 tahun. Bahkan, umpamanya, di Sulawesi Selatan daftar tunggu itu bisa mencapai 40 tahun.

“Tambahan ini merupakan upaya diplomasi Presiden Jokowi yang secara khusus kepada Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi,” tambahnya.

Politikus Partai Golkar itu mengklaim, penambahan kuota haji itu merupakan salah satu bukti kedekatan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi saat ini. Karena itu, dirinya menilai kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi kemarin patut diapresiasi.

 

IHRAM REPUBLIKA

Ini Tradisi Baru di Istana: Bayar Zakat Berjamaah

Ada pemandangan menarik di Istana Negara Jakarta, Kamis (30/6). Sejumlah menteri Kabinet Kerja dan ratusan pejabat eselon I ramai-ramai menunaikan zakat di Istana Negara.

Ini merupakan tradisi baru yang diinisiasi Presiden Jokowi agar pejabat pemerintah menunaikan zakatnya secara berjamaah. Ada belasan konter zakat dari badan amil zakat nasional (Baznas) yang disediakan di ruang utama dan beranda Istana Negara.

Tampak di antara para pejabat yang hadir antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Mereka mengantre giliran untuk dilayani petugas zakat.

Baznas sendiri menyediakan beragam jenis pembayaran zakat dan infak, mulai dari zakat tunai, transfer dan debit. Sebelum membayarkan zakat, para pejabat berkonsultasi untuk mengetahui berapa rupiah dari harta mereka yang menjadi hak mustahiq.

Selasa (28/6) lalu, Presiden Joko Widodo sudah menyerahkan zakat profesi dan zakat maal-nya pada Baznas. Usai menunaikan rukun Islam ketiga tersebut,

Presiden berpesan pada Baznas untuk menggelorakan zakat ke seluruh masyarakat. Kemudian, Jokowi mencetuskan gagasannya untuk mengumpulkan menteri dan pejabat eselon I agar beramai-ramai menunaikan zakat di Istana.

Hal ini agar para pejabat memberikan teladan yang baik pada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan masyarakat ikut tergerak hatinya untuk mengeluarkan sebagian harta mereka yang menjadi hak mustahiq.

 

Republika Online