Urus Hatimu Terlebih Dahulu!

 Allah Swt berfirman :

إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS.Asy-Syu’ara:89)

Ayat ini menyebut khusus tentang hati karena hati adalah tolok ukur keselamatan seseorang. Karena apabila hati selamat maka seluruh tubuh akan selamat. Dan apabila hati telah rusak maka seluruh tubuh akan menjadi rusak.

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ

“Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan shalat.” (QS.Al-Qiyamah:31)

“Membenarkan” adalah perbuatan hati. Karenanya hal ini lebih di dahulukan sebelum amal yang dilakukan dengan anggota badan seperti Solat misalnya.

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗا

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu.” (QS.Al-Baqarah:10)

Ketika Al-Qur’an menceritakan tentang amal dan perilaku orang-orang munafik yang menyimpang, disebutkan pula bahwa hati mereka sedang sakit. Karena semua amal buruk itu sumbernya adalah karena hati mereka yang sakit.

إِنَّمَا يَسۡتَـٔۡذِنُكَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَٱرۡتَابَتۡ قُلُوبُهُمۡ فَهُمۡ فِي رَيۡبِهِمۡ يَتَرَدَّدُونَ

“Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.” (QS.At-Taubah:45)

Mereka enggan untuk berjihad bersama Rasulullah Saw dengan membawa berbagai alasan palsu, mengapa ?

Karena hati mereka dipenuhi keraguan tentang apa yang dibawa oleh Rasulullah Saw !

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٞ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنۡهُ ٱبۡتِغَآءَ ٱلۡفِتۡنَةِ وَٱبۡتِغَآءَ تَأۡوِيلِهِۦۖ

“Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya.” (QS.Ali ‘Imran:7)

Mereka menafsirkan Al-Qur’an dengan seenaknya saja dan mempermainkannya karena hati mereka condong pada kesesatan. Mereka tidak akan pernah bisa menangkap makna dari Al-Qur’an dan menyerap cahayanya karena hati mereka terkunci.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS.Muhammad:24)

Dan akhirnya, ketika kita ingin berjalan lurus di atas agama suci ini dan tidak menyimpang darinya, maka seringlah berdoa agar Allah tidak memalingkan hati kita dan mengokohkannya di atas jalan yang lurus.

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS.Ali ‘Imran:8)

Ayat-ayat di atas semua semua membicarakan mengenai pentingnya menjaga dan membersihkan hati. Maka urus hatimu.. hatimu.. terlebih dahulu !

Karena orang yang selamat dan sukses di akhirat hanyalah orang yang selamat hatinya.

إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS.Asy-Syu’ara:89)

Semoga bermanfaat..

KHAZANAH ALQURAN