Zakir Naik Ceramah di Indonesia, Ini Tanggapan Komisi Dakwah MUI

Kedatangan pendakwah Islam Internasional dan ahli perbandingan agama Zakir Naik ke Indonesia April mendatang menjadi sorotan dan perbincangan di Tanah Air. Polemik terkait sosok Presiden Research Fondation (IRC) ini memunculkan pro dan kontra, di Indonesia, karena dakwahnya yang ekspansif mendialogkan perbedaan keyakinan di muka umum.

Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi cara dakwah Zakir Naik ini, di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Ketua Komisi Dakwah MUI, KH. M. Cholil Nafis mengatakan memang cara dakwah model Zakir Naik ini terasa baik bagi kalangan intelektual, akademisi atau antarpimpinan umat beragama.

Namun bagi kalangan masyarakat awam, menurutnya dapat disalahpahami sebagai penghinaan bagi keyaninan umat lain. Secara pribadi, Cholil mengakui tak kenal dengan Zakir Naik, selain hanya menonton debatnya di televisi dan di youtube.

“Beberapa kali saya melihat di televisi saat berkunjung ke Bangladesh tahun 2011 dan belakangan ini saya acapkali membuka di youtube ceramah dan debatnya,” kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (14/3).

Ia pun memandang Zakir Naik merupakan ahli di bidang perbandingan agama, sehingga ia senang mendiskusikan antarkeyakinan. “Meskipun tak semua keyakinan dapat didialogkan. Mungkin hal-hal logika dan spiritualitas dapat diperdebatkan, tapi kesadaran atau hidayah dalam beragama sepenuhnya adalah kewenangan Allah SWT,” ujarnya.

Bagi MUI, kedatangan Zakir Naik ini sebagai sarana menjalin ukhuwah Islamaiyah dan ukhuwah insaniyah. Tentunya bagi MUI, kata dia, baik sekali safari dakwah ini ke Indonesia. Hadirnya Zakir Naik menjadi sara transfer ilmu dan pengalam bagi aktivis dakwah di Indonesia. Indonesia punya konsep Islam Wasathi (moderat) yang bisa dikenalkan kepada Zakir Naik agar dibawa ke negerinya dan disiarkan ke seluruh dunia.

Colil mengimbau bagi warga Indonesia yang hendak melakukan dialog antariman bisa memanfaatkan kedatangan Zakir Naik ini menjadi sarana untuk mengasah pengetahuan tentang rasionalisasi ajaran agama. Hal itu juga menjadi upaya untuk saling memahami tentang konsep keyakinan antarmasing-masing umat beragama.

“Kami berharap dengan kunjungan Zakir Naik ke Indonesia menjadi sarana tukar menukar ilmu dan pengalaman aktivitas dakwah yang menyejukkan dan mendamaikan umat muslim dan menjadi sarana untuk menepis tuduhan Islam teroris. Kami berharap jangan sampai kehadiran Zakir Naik menjadi kontra produktif sehingga menyinggung perasaan apalagi menistakan keyakinan umat beragama lain,” ujarnya.

Agenda Zakir Naik di Indonesia dimulai 1 hingga 10 April mendatang. pada Sabtu, 1 April di Masjid Kota Wisata, Cibubur. Ustazah Farhat Zakir Naik, istri Zakir Naik pukul 08.00-11.00 WIB. Pada 2 April agenda Zakir Naik Ceramah terbuka untuk umum di Auditorium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, pukul 08.00-12.00 WIB.

Pada Senin, 3 April Zakir Naik dijadwalkan menyampaikan ceramah umum dengan tema “Misconseption of Islam” di Auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pukul 08.00-12.00 WIB.

Rabu, 5 April, Zakir Naik akan ceramah umum di Auditorium Universitas Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur dengan tema “Religion in Right Perspective” pukul 08.00-12.00 WIB.  Kemudian Sabtu, 8 April, bertempat di Stadion Patriot, Bekasi, Zakir Naik akan menyampaikan ceramah umum pada pukul 19.00-24.00 WIB. Pada Senin 10 April, Zakir Naik akan menyampaikan ceramah bertema “Quran and Modern Science” di Auditorium Universitas Hasanuddin, Makassar dimulai pukul 08.00 WIB.

 

sumber: Republika Online