3 Amalan saat Keluar Rumah supaya Mendatangkan Rezeki dan Berkah

terdapat beberapa amalan saat keluar rumah yang mendatangkan rezeki serta keberkahan. Apa saja, sih, amalan tersebut?

Dihimpun dari aplikasi Apa Doanya, berikut beberapa amalan saat keluar rumah yakni berupa doa sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.

1 Amalan saat keluar rumah: Berdoa

Ketika keluar rumah bacalah doa sahih berikut ini:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bismillaah, tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR Abu Dawud nomor 5095, Turmudzi 3426, dan disahihkan Syekh Al Albani)

Dalam hadis dari Anas bin Malik, Nabi ﷺ menjelaskan keutamaan doa ini:

“Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca ‘Bismillaah, tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah’, maka disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi’”.

Makna “disampaikan kepadanya” yang menyampaikan adalah malaikat. Malaikat itu mengatakan kepada orang yang membaca doa ini ketika keluar rumah, “Wahai hamba Allah, kamu telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.” (Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, 9/271)

2 Amalan saat keluar rumah: Doa lainnya

Ada juga doa sahih lainnya yang bisa dibaca ketika keluar rumah, sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ. Berikut doanya:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Allaahumma innii a’uudzu bika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi.” (HR Abu Dawud nomor 5094, Nasai 5486, Ibnu Majah 3884, dan disahihkan Syekh Al Albani)

Berdasarkan riwayat dari Ummu Salamah, beliau menceritakan, “Setiap kali Rasulullah ﷺ keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa: Allaahumma innii a’uudzu bika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.”

Doa ini menunjukkan bagaimana ketergantungan Nabi Muhammad ﷺ kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Sekalipun beliau seorang nabi, beliau tetap memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala.

Doa ini dibaca persis ketika di luar rumah, sambil menengadahkan pandangan ke langit, sebagaimana yang dituturkan Ummu Salamah.

3 Amalan saat keluar rumah: Mencari nafkah, didoakan malaikat

Dikutip dari Rumaysho, dijelaskan bahwa doa malaikat untuk orang-orang yang keluar rumah mencari rezeki halal sangatlah mustajab. Di antara doanya, makaikat akan mendoakan yang memerhatikan nafkah keluarga dan gemar sedekah agar mendapatkan ganti dan memperoleh keberkahan.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).’ Malaikat yang lain berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).’ (HR Bukhari nomor 1442 dan Muslim 1010)

Itulah beberapa amalan saat keluar rumah sehingga bisa mendatangkan rezeki dan keberkahan. []

SUMBER: OKEZONE/ ISLAMPOS

Anjuran Berpagi-pagi Dalam Mencari Rezeki

SALAH satu adab mencari rezeki adalah berangkat pagi-pagi. Dalam beberapa kitab fadhail amal atau at targhib wa at tarhib, anjuran berpagi-pagi dalam mencari rezeki dicantumkan dalam bab tersendiri.

Mengapa harus berangkat pagi-pagi untuk mencari rezeki? Berikut ini sabda Rasulullah dan bukti di balik anjuran itu. Dari Shakhr bin Wadaah al Ghamidi ash Shahabi radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi)

Shakhr menambahkan, apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi.

Anjuran berpagi-pagi dalam mencari rezeki berdasarkan kebiasaan Rasulullah (hadits fili) sekaligus doa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tersebut (hadits qauli). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mendoakan keberkahan waktu pagi bagi umatnya. Sehingga dalam mencari rezeki, kita dianjurkan untuk memulainya pagi-pagi. Ketika menjelaskan hadis tersebut, sebagian ulama juga mengingatkan bahwa tidur di waktu pagi setelah Subuh hukumnya makruh.

Keberkahan waktu pagi itulah yang kemudian dikejar oleh banyak umat Islam sejak generasi sahabat. Rasulullah sendiri mencontohkan, beliau biasa memberangkatkan pasukan di pagi hari.

Shakhr yang meriwayatkan hadis ini juga telah membuktikan bahwa berangkat pagi-pagi dalam mencari rezeki membuahkan keberkahan yang luar biasa. Shakhr adalah seorang pebisnis. Dia selalu memberangkatkan barang-barangnya dimulai sejak dini hari sehingga ia menjadi kaya raya dan hartanya barakah.

Secara ilmiah, memulai atau berangkat pagi-pagi dalam mencari rezeki memiliki sejumlah dampak yang positif.Pertama, bangun pagi membuat tubuh lebih segar karena bisa menikmati udara pagi yang relatif bersih dari polusi, oksigen yang didapat lebih banyak. Tidak mungkin seseorang bisa berpagi-pagi dalam mencari rezeki tanpa bangun lebih pagi.

Kedua, kinerja otak menjadi optimal ketika seseorang memulai aktivitas sejak pagi. Di waktu pagi otak menjadi lebih segar karena telah beristirahat. Karenanya beberapa buku seperti Be Student Idol menganjurkan waktu belajar di pagi hari. Melatih otak. Dan sesungguhnya, aktivitas mencari rezeki juga merupakan bagian dari proses belajar. Sebab tidak ada satu pun pekerjaan melainkan membutuhkan kemampuan otak dan kreatifitas.

Ketiga, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, rentang waktu antara jam 7 9 pagi merupakan waktu paling optimal untuk menciptakan atau menguatkan hubungan dengan orang-orang terpenting. Jika kita pebisnis, marketing atau bekerja di manapun yang berinteraksi dengan orang lain, jam 7 9 adalah saat yang tepat untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya. Wallahu alam bish shawab. 

INILAH MOZAIK

Tentang Dua Cara Mencari Rezeki

Rezeki mesti dijemput dengan cara-cara yang baik.

Salah satu indikator penting kebahagiaan hidup seorang mukmin adalah mendapatkan rezeki yang halal. Sebab, rezeki yang halal akan menyebabkan ketenangan dan kedamaian, sekaligus mendorong dan menumbuhkan perilaku dan sifat yang baik, seperti kejujuran, kerendahan hati, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan sosial.

Sebaliknya, rezeki yang haram akan mendorong dan menumbuhkan perilaku dan sifat yang buruk seperti khianat, sombong, culas, nifak, dusta, bahkan menyebabkan doa dan ibadah tidak akan diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT (sebagaimana dikemukakan dalam hadis shahih riwayat Imam Muslim dari Abi Hurairah).

Mencari rezeki yang halal bagi seorang mukmin merupakan sebuah keniscayaan sekaligus kebutuhan, serta dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan yang disebut asbaab maaddiyyah dan asbaab diniyyah (kitab Anta wal Maal, 2003: hlm 75).

Asbaab maaddiyyah adalah sebab-sebab yang terukur secara material dengan cara bekerja, berusaha, maupun ikhtiar sepanjang waktu dan zaman. Terhadap sebab ini, ajaran Islam mendorong umatnya memiliki etos kerja yang tinggi dan menjauhkan diri dari kemalasan, frustrasi, serta mengandalkan pemenuhan kebutuhan hidup hanya pada belas kasihan orang lain.

Perhatikan firman Allah dalam Alquran surah Al Mulk ayat 15: ”Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah (bekerjalah) di segala penjurunya dan makanlah sebahagiaan dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Bahkan, setelah selesai shalat Jumat pun kaum Muslimin diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al Jumu’ah ayat 10: ”Apabila telah ditunaikan shalat (Jumat), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah dengan ingat yang banyak, agar kalian mendapatkan kebahagiaan.

Asbaab diniyyah adalah sebab-sebab yang berkaitan dengan perilaku keagamaan, yang tecermin dalam kehidupan keseharian. Shalat yang dilakukan dengan baik, doa yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT, zakat, infak, dan sedekah yang selalu ditunaikan, ilmu yang selalu dimanfaatkan bagi kepentingan kesejahteraan bersama, dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang semuanya itu tercakup dalam ruang lingkup iman dan takwa, ternyata akan mengundang rezeki dari Allah SWT yang penuh dengan keberkahan.

Hal ini sebagaimana tecermin dalam firman Allah SWT QS At-Tholaq ayat 2 dan 3: ”[…] Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya jalam keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya […]”

Itulah dua cara dan dua pintu yang dibukakan oleh Allah SWT dalam menggapai rezeki yang halal dan berkah, yang akan mendorong pada perilaku yang baik. Sepantasnya orang-orang yang beriman memasuki kedua pintu ini, dan melakukan kedua cara ini agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Pusat Data Republika