Mengerikan, 7 Neraka Ini Menanti Manusia

ALLAH menjanjikan balasan Neraka bagi siapa saja yang membangkang terhadap syariatNya. Dan Neraka adalah tempat penyiksaan paling dahsyat bagi mahluk Allah yang mendustakan ajaran RasulNya.

Tidak ada yang bisa menggambarkan kepedihan siksa neraka ini. Apa pun jenis siksa yang dibuat manusia di dunia, tidak bisa melebihi pedihnya siksa neraka.

Kata Neraka sering disebutkan dalam kitab suci Al – Qur’an dan jumlahnya sangat banyak sekali . Dalam bahasa Arab disebut naar ( an – Nar ) .

Siapapun orang yang dimasukkan ke dalam neraka , dia tidak akan bisa keluar darinya, kecuali jika dikehendaki oleh Allah. Pintu neraka berdiri kokoh dan tertutup rapat . Itulah penjara bagi orang – orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat .

Ada juga orang-orang yang terakhir kali masuk surga, setelah mereka di siksa sesuai dengan dosa-dosanya yang telah mereka perbuat.

Didalam Al-Qur’an disebutkan bahan bakar neraka adalah dari manusia dan batu (ada yang mengartikan berhala). Pintu gerbang Neraka di pimpin oleh Malaikat Malik, yang memiliki 19 malaikat penyiksa di dalam Neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al -Qur’an adalah Zabaniah .

Meskipun neraka sering digambarkan sebagai tempat penyiksaan yang teramat panas, tetapi ada jenis penyiksaan yang teramat sangat dingin . Disebutkan di dalam Al – Qur’an : ” Inilah ( azab neraka ), biarlah mereka merasakannya, ( minuman mereka ) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin . (Sad [ 38 ] : 57 ) ”

Siksaan di dalam neraka yang paling ringan adalah diberikan sandal api yang bisa membuat otak mereka mendidih . ” Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka , lalu mendidihlah otaknya karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam panci . Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu , padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan . ” ( HR. Bukhari – Muslim )

Nama-nama Pintu Neraka

Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama Jahannam. Jahannam itu memiliki 7 pintu, setiap pintu (tingkat), telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari para makhluk-Nya. Pintu (tingkat) neraka yang disebutkan di dalam Al – Quran adalah :

1. Hawiyah

Neraka yang diperuntukkan pada orang – orang yang ringan timbangan kebaikannya , yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan . Orang muslim laki dan perempuan yang tindak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam , seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, atau pria muslim yang sering memakai sutra dan emas , mencari rezeki dengan cara tidak halal , memakan riba dan sebagainya , Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya . (Surah Al – Qari’ah ).

2. Jahiim

Neraka sebagai tempat penyiksaan orang – orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah . Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka . Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. (Surah Asy – Syu’ara ‘ dan Surah As – Saffat.)

3. Saqar

Neraka untuk orang munafik , yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul . Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad , tetapi mereka meremehkan syariat Islam .( Surah Al – Muddathir ).

4. Lazhaa

Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta , serakah dan menghina orang miskin . Bagi mereka yang tidak mau bersedekah , membayar zakat , atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan . (Surah Al – Ma’arij ).

5. Huthamah

Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas , perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin . Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia kolektor harta. (Surah Al Humazah) .

6. Sa’iir

Neraka yang diisi oleh orang – orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim . (Surah Al – Ahzab , Surah An – Nisa ‘ , Surah Al – Fath dan Surah Luqman)

7. Wail

Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik , dengan cara mengurangi berat timbangan , mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat – lipat . Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa – dosa mereka. ( Surah Al – Tatfif dan Surah At Tur) .

Neraka ini dipegang ( ditahan ) oleh tujuh puluh ribu tali , dan setiap talinya di pegang oleh tujuh puluh ribu malaikat .

Penghuni neraka terbanyak disebutkan di dalam salah satu hadist , bahwa penghuni neraka yang terbanyak adalah dari kalangan perempuan . ” …

Orang – orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka maka ketika saya berdiri di dekat pintu neraka tiba – tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang – orang perempuan.

 

INILAH MOZAIK

 

 

—————————————————————-
Artikel keislaman di atas bisa Anda nikmati setiap hari melalui smartphone Android Anda. Download aplikasinya, di sini!

Alat-alat Penyembur Api Neraka Telah Disiapkan

SUATU hari, Jibril mendatangi Nabi Suci Muhammad shalallaahu ‘alaihi wa sallaam dengan wajah yang sedih dan murung.

“Wahai Muhammad,” kata Jibril, “bagaimana mungkin aku tidak murung padahal hari ini aku melihat alat-alat penyembur api neraka telah dipersiapkan.”

Jibril kemudian menuturkan bahwa Allah memerintahkan neraka untuk membakar alat-alat itu selama seribu tahun hingga merah membara. Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk membakarnya lagi selama seribu tahun hingga putih menganga.

Lalu, Allah memerintahkannya untuk membakarnya selama seribu tahun lagi hingga menjadi hitam legam membara. Jika sebagian sangat kecil darinya diteteskan ke dunia ini, panasnya akan melelehkan seluruh jagat raya.

Jika setetes dari zaqqum (sebuah pohon di neraka, yang disebutkan dalam Alquran untuk mengungkapkan pahitnya) dan dhari’ (benda yang lebih pahit dari pohon gaharu, lebih busuk dari bangkai dan lebih panas daripada api, yang akan menjadi makanan orang-orang yang terkutuk) menetes di sumber air bumi, setiap orang akan mati karena busuknya.”

Sumber: Kabar Gembira bagi Pendosa, Musa Kazhim & Alfian Hamzah (2012)

MOZAIK

Masuk Surga Meski Ia Berzina dan Mencuri

DIRIWAYATKAN oleh Imam Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka berdua, dari Abu Dzar al- Ghifari radhiyallahu anhu ia berkata, “Ketika aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di jalan kota Madinah menuju Uhud beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar!”

Labbaika, ya Rasulullah.” Jawabku. Nabi bersabda, “Aku tidak senang sekiranya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu setelah tiga hari masih tertinggal satu dinar padaku selain untuk membayar hutang. Aku pasti membagi-bagikannya kepada hamba-hamba Allah seperti ini.” Beliau membentangkan tangannya ke kanan dan ke kiri, kemudian ke belakang. Kemudian beliau berjalan dan bersabda, “Ingatlah, orang yang banyak harta itu yang paling sedikit pahalanya di akhirat, kecuali yang menyedekahkan hartanya ke kanan, ke kiri, ke muka, dan ke belakang. Tapi sedikit sekali orang berharta yang mau seperti ini.”

Kemudian beliau berpesan kepadaku, “Tetaplah di tempatmu, jangan pergi kemana-mana hingga aku kembali.” Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pergi di kegelapan malam hingga lenyap dari pandangan. Sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam aku mendengar gemuruh dari arah beliau pergi. Aku khawatir jika ada bahaya yang menghadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ingin rasanya aku menyusul beliau! Tapi aku ingat pesan beliau, “Tetaplah di tempatmu, jangan pergi kemana-mana!”

Akhirnya beliau kembali. Aku menceritakan tentang suara gemuruh yang kudengar dan kekhawatiranku terhadap keselamatan beliau. Aku menceritakan semuanya kepada beliau. Lalu beliau bersabda, “Itu adalah malaikat Jibril alaihissalam. Ia menyampaikan kepadaku, “Barang siapa di antara umatmu yang mati dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu sesuatupun, maka ia pasti akan masuk surga.”

Aku bertanya, “Meskipun ia berzina dan mencuri?”
“Meskipun ia berzina dan mencuri!” Jawab Beliau. (HR. Muttafaqun Alaih)

 

[Sumber: Majalah Al-Ibar, edisi III]

MOZAIK

Neraka Ditampakkan di Padang Mahsyar

KITA mengetahui dan mengakui kebenaran adanya tempat lain yang akan kita singgahi setelah dunia ini, yakni alam akhirat. Hanya, sebelum sampai ke tempat itu, ada beberapa fase tempat yang akan kita lewati.

Salah satunya ialah padang mahsyar.Padang mashyar merupakan tempat dikumpulnya seluruh manusia di muka bumi ini, dari mulai penghuni pertama muka bumi hingga penghuni terkahir di muka bumi. Ada berbagai macam jenis manusia dan tentunya itu yang menentukan keadaan mereka di sana.

Ada satu hal yang membuat orang-orang berdosa gemetar karena merasa sangat takut akan tempat yang ia singgahi nantinya. Apakah itu? Yakni ditampakkan neraka. Hal ini disaksikan oleh umat manusia.

Allah SWT berfirman, “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu,” (QS. Al-Fajr: 23).

Muslim berkata di dalam kitab Shahihnya, Umar bin Hafsh bin Ghiyats bercerita kepada kami, ayahku bercerita kepadaku, dari Al Ala bin Khalid Al Kahil, dari Syaqiq, dari Abdullah bin Masud, Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari itu neraka Jahannam didatangkan dengan 70 ribu utas tali kekang, setiap tali kekang terdapat 70 ribu malaikat yang menyeretnya.”

Yang demikian ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi secara marfu, dan juga diriwayatkan dari jalur lain oleh Tirmidzi dan Ibnu Jarir secara mauquf. []

Sumber: Bencana dan Peperangan Akhir Zaman Sebagaimana Rasulullah SAW Kabarkan/Karya: Ibnu Katsir/Penerbit: Ummul Qura

 

MOZAIK

Rasul: Jagalah Diri dari Neraka Meski dengan Kurma

BARANGKALI, generasi muda saat ini tidak memahami nilai harta bagi keluarga mereka sebab mereka masih hidup di bawah tanggungan biaya keluarga. Adapun mereka, generasi muda sahabat, sangat dermawan menginfakkan harta meskipun hanya sedikit yang mereka miiki. Bahkan, sebagian di antara mereka ada yang rela melewati malam dalam kondisi lapar. Bahan, makanan untuk diri dan keluarganya ia infakkan di jalan Allah.

Alangkah bagusnya bila generasi muda melatih dirinya berinfak dan berderma. Yang menjadi tolak ukur bukan besaran harta yang diinfakkan, melainkan niat tulus yang dengannya mereka mendermakan sedikit harta yang dimiliki. Jumlah yang sedikit ini teramat besar di sisi Allah. Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Begitulah perilaku yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada para sahabatnya, yakni ketika beliau bersabda,

“Tidak seorang pun di antara kalian kecuali dia akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Tidak ada penerjemah antara dirinya dengan Allah. Kemudian ia melihat ternyata tidak ada sesuatu pun yang ia persembahkan. Selanjutnya, ia menatap ke depan ternyata neraka telah menghadangnya. Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang bisa menjaga diri dari neraka, meski hanya dengan (memberikan) sebelah kurma (maka lakukanlah).”

Menurut riwayat yang lain, “Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan perihal neraka. Lalu beliau memohon perlindungan darinya dan memalingkan wajah beliau. Beliau kembali menyebutkan perihal neraka, lalu memohon perlindungan darinya dan memalingkan wajah. Syubah berkata, Untuk dua kali tindakan yang beliau lakukan, aku tidak meragukannya. Kemudian beliau bersabda, Jagalah diri kalian dari neraka meski hanya dengan (menginfakkan) sebelah kurma. Biarpun yang tidak mendapatkannya, maka hendaknya ia mengucapkan kata-kata yang baik.”

[Sumber: Biografi Generasi Muda Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy, Zam-Zam]

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2371982/rasul-jagalah-diri-dari-neraka-meski-dengan-kurma#sthash.Lcgvr8qQ.dpuf

Janji Rasulullah kepada Pembaca Kalimat Pendek Ini

Neraka adalah tempat terburuk dan penuh rasa sakit. Diperuntukkan buat mereka yang hidup bergelimang dengan dosa di dunia. Penuh kobaran api yang panasnya sungguh dahsyat. Batu yang dilemparkan ke dalamnya baru akan mencapai dasarnya 70 tahun kemudian. Bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Serta minuman buat para penghuninya adalah air kental yang berbau busuk dan membakar.

Sebagai manusia yang beriman tentunya kita tidak akan pernah mau dijerumuskan ke dalam neraka karena dosa-dosa yang telah dilakukan. Rasulullah saw pun tidak pernah rela umatnya menjadi bahan bakar neraka. Oleh karenanya Rasulullah saw seringkali bicara dalam nada tarhib (peringatan) kepada para sahabat agar berhati-hati dengan amalan-amalan ahli neraka yang akan menjerumuskan mereka kepada siksa.

Selain itu Rasulullah SAW banyak memberikan cara kepada umatnya agar terhindar dari lubang yang sangat dalam itu. Salah satunya dengan doa perlindungan seperti yang ada pada sebuah hadits hasan berikut ini.

Dari Alharits bin Muslim Attamimi ra, ia berkata: Nabi saw bersabda kepadaku: “Apabila kamu selesai salat Subuh maka ucapkanlah sebelum berbicara: “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Allahumma ajirni minannar)”, tujuh kali; karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada harimu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka, dan apabila kamu selesai salat Magrib maka ucapkanlah sebelum berbicara, “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Allahumma ajirni minannar)”, tujuh kali; karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada malammu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka.”

 

Dalam kitab Almuntaqa min KitabAttarghib wa Attarhib Lil Mundziri karya Dr. Yusuf Alqaradhawi, disebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Nasa’i, lafaz ini baginya, dan Abu Dawud dari Alharits bin Muslim dari bapaknya Muslim bin Alharits. Alhafizh Almundziri berkata: “Ia benar, karena Alharits bin Muslim adalah tabi’i. Abu Zar’ah dan Abu Hatim Arrazi mengatakannya.” Catatan kaki dalam kitab itu tertulis: Alhafizh berkata, “Ia adalah hadis hasan (sumber yang lain sama yakni Syarh Alazhar, hal.68).”

Hadits ini mengajarkan kepada kita beberapa hal. Pertama, berlindung dari api neraka dapat dengan berdoa menggunakan kalimat yang pendek dan bisa dihafal dengan mudah serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Langsung pada tujuan dan sasarannya. Tidak seperti kebanyakan doa pada manusia zaman sekarang yang bersajak-sajak dan berlebihan.

Kedua, Islam mengajarkan umatnya untuk berlaku istikamah. Bahwa doa ini menuntut kepada pembacanya untuk dibaca setiap hari dan malam. Cukup membacanya sebanyak tujuh kali setelah salat Subuh dan Magrib.

Ketiga, sifat menepati janji melekat pada semua nabi dan tentunya Rasulullah SAW. Manusia mulia ini memberikan jaminan bahwa Allah akan melindungi dari api neraka jika si pembaca kalimat ini meninggal di hari atau malam itu.

Semoga kita terhindar dari siksa api neraka.

Wallahua’lam bishshawab.

 

 

[Riza Almanfaluthi/BersamaDakwah]

Ilustrasi Neraka dan Permohonan Ampunan

TENTUNYA kita pernah melihat seorang pelaku kejahatan yang habis dipukuli masa hingga babak belur. Bagaimana kiranya ketika kita bayangkan bahwa yang dipukuli itu adalah kita? Sungguh kita anggap kejadian tersebut sebagai suatu kemalangan yang luar biasa. Ingatlah bahwa Allah Ta’ala mengajarkan manusia dengan hikmah, namun hanya sedikit saja manusia yang dapat memahaminya. Sungguh, apa yang sedang diperlihatkan oleh kita melalui penyiksaan para pelaku kejahatan adalah salah satu ilustrasi dari siksaan yang akan Allah Ta’ala timpakan kepada manusia berdosa di akhirat kelak.

Bayangkan seorang pelaku kejahatan, misalkan pencuri sepeda motor yang dipukuli masa dikarenakan salah satu ulahnya, yaitu mengambil harta orang lain dengan batil. Pencuri itu dihajar dengan berbagai jenis pukulan dengan tingkatan kekuatan yang beragam, pukulan demi pukulan ia rasakan dalam jangka waktu tertentu, yang mungkin saja terjadi 20 menit namun sudah membuat si pencuri mengalami rasa sakit yang berminggu-minggu.

Namun ingatlah, bahwa rasa sakit di dunia ini adalah fana, lambat laun rasa sakit akan hilang dan tubuh yang remuk akan kembali pulih, hukuman penjara yang divoniskan memiliki jangka waktu tertentu, sehingga seorang residivis (seseorang yang sudah beberapa kali masuk penjara) mengatakan bahwa “selama apa pun kita dipenjara tetap ada waktunya, kalau sudah saatnya pulang, pasti akan dipulangkan”.

Bagi seseorang yang berpikir melewati batas-batas pemikiran manusia akan menyatakan bahwa “bagaimana jika saya dipukuli seperti itu dengan pukulan yang jauh lebih menyiksa (pukulan malaikat), dengan waktu yang tak dapat terhitung (akhirat yang kekal), dan dengan jumlah kesalahan (dosa) yang dihukumi lebih banyak”. Menangislah kita dengan tangisan kemalangan yang sudah tidak lagi berguna.

Beberapa dalil berikut mungkin dapat membuat kita menjelajah neraka melalu alam bawah sadar, PERHATIKANLAH! Dikatakan dalam Hadist Qudsi: “Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum. Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.

“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7).

Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Saya memastikan diri saya dan sahabat sekalian, tidak akan ada di antara kita yang mampu menahan siksaan di neraka yang jauh melampaui berbagai siksaan yang terberat sekalipun di dunia. Oleh karenanya, cukuplah siksaan bagi seorang pelaku kejahatan menjadi pelajaran bagi kita bahwa ILUSTRASI NERAKA di dunia telah diperlihatkan dari Allah Ta’ala TUHAN yang Maha Bijaksana, tidak kah kita menyadarinya? Tidak kah kita merasa bahwa kita penuh dosa akibat lalai dalam melaksanakan kewajiban sebagai hamba? Tidak kah merasa bahwa kita penuh dosa akibat tidak mengindahkan segala larangannya? Maka kembalilah kepada jalan Allah Ta’ala yang penuh pengampunan wahai diri yang penuh dosa.

Saya tutup artikel ini dengan doa memohon ampunan. Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta alamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa amdii, wa kullu dzalika indii”. (Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan).

Wallahu a’lam. [Oleh Maulana Ishak, S.Pi. Alumni MPS IPB angkatan 43, Relationship Management Rumah Zakat, EX Staff Khusus Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Danuri, MS.]

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2361810/ilustrasi-neraka-dan-permohonan-ampunan#sthash.VZAf3BqH.dpuf

Bisakah Kita Masuk Surga Tanpa ke Neraka Dahulu?

PERTANYAAN ini tentu sering diajukan oleh berbagai macam orang atau bahkan menggelitik perasaan kita sendiri. Apakah kita sebagai seorang muslim sudah pasti masuk surga? Apakah kita harus “dicuci” terlebih dahulu di neraka baru diperbolehkan mencicipi surga? Atau bagaimana caranya agar kita masuk surga tanpa harus ke neraka terlebih dahulu?

Menurut Ustaz Ahmad Sarwat Lc, mungkin saja ada orang yang masuk surga langsung, tanpa harus masuk ke neraka lebih dahulu. Dan orang-orang seperti itu bukan terbatas pada nabi dan rasul saja.

Di masa nabi shallallahu ‘alaihiw asallam, ada seorang wanita yang berzina lalu hamil. Namun dia bertobat dan minta dihukum rajam hingga mati. Ketika jenazahnya sudah tergelatak, Umar bin Al-Khattab mencacinya, namun dicegah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam malah mengatakan bahwa wanita ini telah diampuni semua dosanya dengan kualitas tobat yang cukup untuk dibagikan kepada 70 ahli Madinah.

Di dalam Alquran bertabur ayat yang menggambarkan orang-orang yang meninggal dan langsung masuk surga, tidak perlu mampir di neraka. Banyak caranya, tapi kunci utamanya hanya satu, yaitu mati dalam keadaan tidak punya dosa apapun. Kalau pun ada dosa, hanya sedikit dan bisa tercover dengan pahala amalan yang sangat banyak.

Tidak Ada Jaminan Langsung Masuk Surga

Tidak ada seorang pun yang dijamin untuk langsung masuk surga, kecuali hanya para nabi dan rasul saja. Para sahabat nabi yang mulia, para tabi’in, tabi’it tabi’in, para ulama besar sepanjang sejarah termasuk para orang saleh yang masyhur, tidak ada satu pun yang pernah ada yang menjamin mereka pasti masuk surga, tanpa lewat neraka.

Sebab semua itu rahasia Allah Ta’ala, akan seperti apa nasib kita di akhirat nanti. Boleh jadi seseorang di dunia ini dikenal sebagai orang yang saleh di mata manusia, tapi di mata Allah Ta’ala belum tentu saleh. Boleh jadi dia punya amal yang banyak, tapi siapa yang tahu kalau amalnya itu sia-sia, atau tidak diterima, atau habis karena harus menebus banyak kesalahan dan dosa yang tidak terlihat di mata manusia.

Semua itu adalah misteri ilahi, tidak ada yang tahu dan bisa menilainya di dunia ini, kecuali hati nurani masing-masing dan tentunya Allah Ta’ala. Namun di balik semua itu, kita pun juga tidak boleh berburuk sangka kepada Allah Ta’ala. Sebab selain sifat-Nya Yang Maha keras siksa-Nya, Allah Ta’ala juga tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang.

Maka mintalah ampun tiap hari dan sepanjang masa, atas semua dosa yang kita lakukan. Baik yang kita sengaja atau pun yang tidak kita sengaja. Baik yang kecil maupun yang besar. Kalau nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang dijamin tidak punya dosa itu saja masih minta ampun sehari tidak kurang 100 kali, maka bagaimana dengan kita?

Yang penting sekarang ini kita berserah diri kepada semua yang telah Allah perintahkan, serta menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya. Bahkan kita pun tidak boleh memandang enteng orang yang ‘biasa-biasa’ saja. Mungkin di dunia ini tidak pernah dikenal sebagai orang yang banyak amalnya, tetapi ternyata di akhirat mendapat perhitungan yang dimudahkan Allah, sehingga masuk surga langsung dengan mudahnya.

Maka posisi kita haruslah berada antara dua perasaan, yaitu khauf (takut) dan raja’ (harapan). Takut atas ancaman masuk neraka karena banyak dosa. Dan harapan akan mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah. Keseimbangan di antara keduanya akan melahirkan iman yang kuat dan rasa cinta yang mendalam kepada Allah.

Sebaliknya, kalau hanya takut saja, akhirnya akan menjadikan kita selalu berputus asa. Kalau hanya harapan saja, bisa-bisa kecewa di akhirat nanti dan di dunia ini tidak pernah takut dosa. Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2355733/bisakah-kita-masuk-surga-tanpa-ke-neraka-dahulu#sthash.11cs9cDu.dpuf

Murid Tercerdas, Tapi Masuk Neraka

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa salah satu murid Fudhail bin ‘Iyadh tengah menghadapi sakratul maut. Kemudian gurunya itu duduk di sebelah kepalanya dan membacakan surah Yasin.

Mendengar bacaan ayat Qur’an dari gurunya, si murid pun berkata, “Wahai guruku, jangan baca surah itu!”

Gurunya kemudian diam dan mencoba membimbing muridnya yang sedang sekarat untuk membaca kalimat Syahadat, “Muridku, katakanlah Laa ilaaha illallaah.”

Lantas si murid menjawab dengan gusarnya, “Tidak! Aku tidak akan mengucapkan kalimat itu.” Dan seketika, dia meninggal dunia tanpa melafalkan sepatahpun kalimat syahadat.

Padahal Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam pernah bersabda:

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah laa ilaaha illallaah, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud)

“Talqinkanlah (tuntunkanlah) orang yang akan meninggal di antara kalian dengan bacaan: laa ilaha illallaah.” (HR. Muslim)

Mengetahui bahwa dirinya tak dapat membimbing muridnya saat sakratul maut, Fudhail pulang ke rumahnya, beliau menangis selama empat puluh hari dan tidak keluar rumah.

Dalam mimpinya, Fudhail melihat muridnya diseret ke dalam api neraka, beliau bertanya, “Kenapa Allah memperlakukanmu seperti ini, sementara kamu termasuk muridku yang paling cerdas?”

Muridnya menjawab, “Karena tiga hal: Pertama, suka memfitnah (mengadu domba). Kedua, memendam dengki kepada orang lain. Ketiga, aku memiliki penyakit, lalu aku menemui seorang dokter. Ia menyarankan kepadaku untuk meminum secangkir khamar setahun sekali jika ingin sembuh. Kemudian, aku terbiasa meminumnya.”

Itulah kisah yang dialami oleh murid tercerdas dari Fudhail bin ‘Iyadh, karena Allah menilai hati dan perbuatan kita seluruhnya, baik yang tampak maupun tidak dari mata manusia. Sungguh, Allah adalah Dzat Yang tak pernah tidur. (DOS)

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2287635/murid-tercerdas-tapi-masuk-neraka#sthash.1NBSAyWl.dpuf