Dialog Jibril & Rasulullah soal Dahsyatnya Neraka

YAZID Ar-Raqqsyi meriwayatkan dari Anas bin Malik “Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tidak biasa dengan raut muka yang berbeda dari biasanya. Rasulullah bertanya: Wahai Jibril, kenapa Aku melihat raut mukamu berbeda?

Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa — neraka, siksa kubur dan siksa Allah itu sangat dahsyat– untuk bersenang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman itu.”

Rasulullah menjawab: “Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan neraka itu kepadaku.”

Jibril berkata: “Baik, …Ketika Allah Swt menciptakan neraka, apinya dinyalakan seribu tahun hingga berwarna hitam pekat, nyala dan baranya tidak pernah padam.”

“Demi Zat yang mengutus engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya neraka itu berlubang sebesar lubang jarum, niscaya segenap penghuni dunia akan terbakar karena panasnya.”

“Demi Zat yg mengutus Engkau dengan kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada baju penghuni neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya semua penghuni dunia akan mati karena bau busuk dan panasnya.”

“Demi Zat yang mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya sehasta dari mata rantai sebagaimana yang disebutkan didalam Alquran diletakkan di puncak gunung, niscaya bumi sampai kedalamnya akan meleleh.”

“Demi Zat yang mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada seorang berada di ujung barat dunia ini disiksa, niscaya orang yang berada di ujung timur akan terbakar karena panasnya.”

Neraka itu mempunyai tujuh pintu dan masing-masing pintu dibagi-bagi untuk laki-laki dan perempuan.

Rasulullah bertanya; “Apakah pintu-pintu itu seperti pintu kami?”

Jibril menjawab; “Tidak. Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada di bawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang di bawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yang di atasnya.”

“Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu, malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu. Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.

Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka.”

Rasulullah bertanya, “Siapakah penghuni masing-masing pintu itu?”

Jibril menjawab, “Pintu yang paling bawah namanya Hawiyyah. Pintu neraka Hawiyyah ini adalah pintu neraka yang paling bawah (dasar), yang merupakan neraka yang paling mengerikan. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik, orang kafir termasuk juga keluarga Fir’aun, dalam neraka Hawiyyah.

Hal ini sebagaimana arti dari firman Allah ; “Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyyah” (QS.Al-Qari’ah :9).

Pintu kedua namanya Jahim. Yakni pintu neraka tingkatan keenam. Tingkatan neraka ini di atasnya neraka Hawiyyah. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah. Hal ini sebagaimana arti firman Allah ini: “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat” (QS.Asy-Syu’araa :91).

Pintu ketiga namanya Saqar, tempat arang-orang shabi’in. Merupakan pintu neraka pada tingkatan kelima. Di dalam pintu itu ditempati oleh orang-orang yang menyembah berhala atau menyembah patung-patung yang dibuat bangsanya sendiri.

Tingkatan pintu neraka ini, terletak di atasnya pintu neraka Jahim. Tentang neraka ini, Allah telah berfirman yang artinya: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)” (QS. Al-Mudatstsir : 42)

Pintu keempat namanya Ladza, berisi iblis dan orang-orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Ladza merupakan pintu neraka pada tingkatan nomor 4. Di dalamnya ditempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya. Tingkatan pintu neraka Ladza ini di atasnya pintu neraka Saqar.

Dalam hal ini Allah telah berfirman: Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak”. (QS. Al-Ma’arij : 15). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Iblis dan para pengikutnya akan dimasukkan ke dalam neraka Ladza. Seperti apa yang dikatakan oleh Malaikat Maut (malaikat Izrail) ketika Iblis hendak dicabut nyawanya, maka malaikat maut itu berkata, bahwa Iblis akan diberi minum dari neraka Ladza.

Pintu kelima namanya Huthamah, tempat orang-orang Yahudi. Merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ketiga. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Yahudi dan para pengikutnya. Pintu neraka Huthamah ini, tingkatannya di atas pintu neraka Ladza yang dihuni para Iblis. Tentang neraka Huthamah ini, Allah telah berfirman dalam Alquran: “Dan tahukah kamu, apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan”. (QS. Al-Humazah : 5-6).

Pintu keenam namanya Sa’ir, merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan kedua. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya. Pintu neraka ini berada di atas tingkatan pintu neraka Huthamah. Mengenai neraka ini, Allah Ta’ala telah berfirman: “Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”.(QS. Al-Insyigaq : 12).

Selanjutnya Jibril terdiam karena merasa segan kepada Rasulullah Saw. kemudian Rasulullah bertanya, “Kenapa engkau tidak memberitahukan penghuni pintu yang ketujuh?”

Jibril menjawab: “Pintu ke tujuh namanya pintu neraka Jahanam. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia.”

Rasulullah pingsan mendengar penjelasan Jibril tersebut. Jibril meletakan kepala Rasulullah di pangkuannya sampai Beliau sadar kembali.

Salman Al-Farisi datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, “Assalaamu’alaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan junjunganku Rasulullah Saw.?” Namun tidak ada yang menjawab, sehingga mereka pun menangis dan terjatuh.

Rasulullah bersabda: “Betapa besar cobaan yang menimpaku dan aku merasa sangat sedih. Jadi, ada di antara umatku yang akan masuk neraka?”

Jibril menjawab, “benar, yaitu umatmu yang mengerjakan dosa-dosa besar.”

Kemudian Rasulullah saw menangis, dan Jibril pun juga ikut menangis. Rasulullah Saw lantas masuk ke rumahnya dan menyendiri. Beliau hanya keluar rumah jika hendak mengerjakan salat dan tidak berbicara dengan siapa pun. Dalam salat beliau menangis dan sangat merendahkan diri kepada Allah Taala.

Pada hari yang ketiga, Abu Bakar r.a datang ke rumah beliau dan mengucapkan, “Assalaamualaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW. ?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Abu Bakar menangis tersedu-sedu.

Umar r.a datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, “Assalaamu’ alaikum, yaa ahlal baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah Saw.?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Umar lantas menangis tersedu-sedu.

Kemudian Salman bangkit dan mendatangi rumah Fathimah. Sambil berdiri di depan pintu ia berkata, ” Assalaamu’ alaikum, wahai putri Rasulullah Saw” sementara Ali r .a sedang tidak ada di rumah.

Salman lantas berkata, “Wahai putri Rasulullah Saw, dalam beberapa hari ini Rasulullah Saw suka menyendiri. Beliau tidak keluar rumah kecuali untuk salat dan tidak pemah berkata-kata serta tidak mengizinkan seseorang untuk masuk ke rumah beliau.”

Fathimah lantas pergi ke rumah beliau (Rasulullah). Di depan pintu rumah Rasulullah Saw Fathimah mengucapkan salam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah Fathimah.”

Waktu itu Rasulullah Saw sedang sujud sambil menangis, lantas mengangkat kepala dan bertanya, “Ada apa wahai Fathimah, Aku sedang menyendiri. Bukakan pintu untuknya.” Maka dibukakanlah pintu untuk Fathimah.

Fathimah menangis sejadi-jadinya, karena melihat keadaan Rasulullah yang pucat pasi, tubuhnya tampak sangat lemah, mukanya sembab karena banyak menangis.

Fathimah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang sedang menimpa dirimu wahai ayahku?” Beliau bersabda, “Wahai Fathimah, Jibril datang kepadaku dan melukiskan keadaan neraka. Dia memberitahu kepadaku bahwa pada pintu yang teratas diperuntukkan bagi umatku yang mengerjakan dosa besar. Itulah yang menyebabkan aku menangis dan sangat sedih.”

Fatimah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka masuk ke neraka itu?” Beliau bersabda, “Mereka digiring ke neraka oleh malaikat. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, dan mereka tidak dibelenggu ataupun dirantai.”

Fatimah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana sewaktu mereka digiring ke neraka oleh malaikat?” Beliau bersabda, “Laki-laki ditarik jenggotnya, sedangkan perempuan dengan ditarik rambut ubun-ubunnya. Banyak di antara umatku yang masih muda, ketika ditarik jenggotnya untuk digiring ke neraka berkata, “Betapa sayang kemudaan dan ketampananku.

“Banyak di antara umatku yang perempuan ketika ditarik ke neraka berkata, “Sungguh aku sangat malu.” Ketika malaikat yang menarik umatku itu sampai ke neraka dan bertemu dengan Malik, Malik bertanya kepada malaikat yang menarik umatku itu, “Siapakah mereka itu? Aku tidak pernah melihat orang-orang yang tersiksa seperti mereka. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, mereka tidak dibarengkan dengan golongan setan, dan mereka tidak dibelenggu atau diikat lehernya?”

Malaikat itu menjawab, “Kami diperintahkan untuk membawa mereka kepadamu dalam keadaan seperti itu.” Malik berkata kepada mereka, “Wahai orang-orang yang celaka, siapakah sebenarnya kalian ini?” (Dalam hadis yang lain disebutkan, bahwa ketika mereka ditarik oleh malaikat, mereka selalu menyebut-nyebut nama Muhammad. Ketika mereka melihat Malik, mereka lupa untuk menyebut nama Muhammad Saw karena seramnya Malaikat Malik).

Mereka menjawab, “Kami adalah umat yang diturunkan Alquran kepada kami dan termasuk orang yang mengerjakan puasa pada bulan Ramadan.” Malik berkata, “Alquran hanya diturunkan untuk umat Muhammad Saw.”

Ketika mendengar nama Muhammad, mereka berteriak seraya berkata, ‘Kami termasuk umat Muhammad Saw”. Malik berkata kepada mereka, “Bukankah di dalam Alquran ada larangan untuk mengerjakan maksiat-maksiat kepada Allah Ta’ala?”

Ketika mereka berada di tepi neraka dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata “Wahal Malik, izinkanlah kami untuk menangisi nasib kami.”
Malik mengizinkannya, dan mereka lantas menangis dengan mengeluarkan darah.

Malik lantas berkata, “Alangkah baiknya, seandainya tangis ini kamu lakukan sewaktu berada di dunia. Seandainya sewaktu di dunia kamu menangis seperti ini karena takut kepada siksaan Allah, niscaya sekarang ini kamu tidak akan masuk neraka.”

Malik lalu berkata kepada Zabaniyah, “Lemparkan, lemparkan mereka ke dalam neraka.” Ketika mereka dilempar ke dalam neraka, mereka berseru secara serempak mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah…., sehingga api neraka langsung menjadi padam.

Kemudian Malik berkata, “Wahai api, sambarlah mereka!” Api itu menjawab, “Bagaimana aku menyambar mereka sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallaah. Malik berkata lagi kepada api neraka, “Sambarlah mereka”.

Api itu menjawab, “Bagaimana aku menyambar mereka, sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah.” Malik berkata, “Benar, namun begitulah perintah Allah Arasy”. Kemudian api itu pun menyambar mereka. Di antara mereka ada yang disambar sampai dua telapak kakinya, ada yang disambar sampai dua lututnya, dan ada yang disambar sampai lehernya.

Ketika api itu akan menyambar muka, Malik berkata, “Jangan membakar muka mereka, karena dalam waktu yang cukup lama mereka bersujud kepada Zat Yang Maha Kuasa.”

Dalam Alquran, Allah telah mensifati neraka Jahannam sebagai berikut: “Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi gunung”.(QS. Al-Mursilat : 32) “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. (QS. Al-Hijr : 43)

Dari Hadis Qudsi: Bagaimana kamu masih bisa melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanam-Ku itu mempunyai tujuh tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zarqum.

Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat.

 

INILAHMOZAIK

Mengerikan, 7 Neraka Ini Menanti Manusia

ALLAH menjanjikan balasan Neraka bagi siapa saja yang membangkang terhadap syariatNya. Dan Neraka adalah tempat penyiksaan paling dahsyat bagi mahluk Allah yang mendustakan ajaran RasulNya.

Tidak ada yang bisa menggambarkan kepedihan siksa neraka ini. Apa pun jenis siksa yang dibuat manusia di dunia, tidak bisa melebihi pedihnya siksa neraka.

Kata Neraka sering disebutkan dalam kitab suci Al – Qur’an dan jumlahnya sangat banyak sekali . Dalam bahasa Arab disebut naar ( an – Nar ) .

Siapapun orang yang dimasukkan ke dalam neraka , dia tidak akan bisa keluar darinya, kecuali jika dikehendaki oleh Allah. Pintu neraka berdiri kokoh dan tertutup rapat . Itulah penjara bagi orang – orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat .

Ada juga orang-orang yang terakhir kali masuk surga, setelah mereka di siksa sesuai dengan dosa-dosanya yang telah mereka perbuat.

Didalam Al-Qur’an disebutkan bahan bakar neraka adalah dari manusia dan batu (ada yang mengartikan berhala). Pintu gerbang Neraka di pimpin oleh Malaikat Malik, yang memiliki 19 malaikat penyiksa di dalam Neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al -Qur’an adalah Zabaniah .

Meskipun neraka sering digambarkan sebagai tempat penyiksaan yang teramat panas, tetapi ada jenis penyiksaan yang teramat sangat dingin . Disebutkan di dalam Al – Qur’an : ” Inilah ( azab neraka ), biarlah mereka merasakannya, ( minuman mereka ) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin . (Sad [ 38 ] : 57 ) ”

Siksaan di dalam neraka yang paling ringan adalah diberikan sandal api yang bisa membuat otak mereka mendidih . ” Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka , lalu mendidihlah otaknya karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam panci . Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu , padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan . ” ( HR. Bukhari – Muslim )

Nama-nama Pintu Neraka

Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama Jahannam. Jahannam itu memiliki 7 pintu, setiap pintu (tingkat), telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari para makhluk-Nya. Pintu (tingkat) neraka yang disebutkan di dalam Al – Quran adalah :

1. Hawiyah

Neraka yang diperuntukkan pada orang – orang yang ringan timbangan kebaikannya , yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan . Orang muslim laki dan perempuan yang tindak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam , seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, atau pria muslim yang sering memakai sutra dan emas , mencari rezeki dengan cara tidak halal , memakan riba dan sebagainya , Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya . (Surah Al – Qari’ah ).

2. Jahiim

Neraka sebagai tempat penyiksaan orang – orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah . Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka . Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. (Surah Asy – Syu’ara ‘ dan Surah As – Saffat.)

3. Saqar

Neraka untuk orang munafik , yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul . Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad , tetapi mereka meremehkan syariat Islam .( Surah Al – Muddathir ).

4. Lazhaa

Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta , serakah dan menghina orang miskin . Bagi mereka yang tidak mau bersedekah , membayar zakat , atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan . (Surah Al – Ma’arij ).

5. Huthamah

Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas , perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin . Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia kolektor harta. (Surah Al Humazah) .

6. Sa’iir

Neraka yang diisi oleh orang – orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim . (Surah Al – Ahzab , Surah An – Nisa ‘ , Surah Al – Fath dan Surah Luqman)

7. Wail

Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik , dengan cara mengurangi berat timbangan , mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat – lipat . Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa – dosa mereka. ( Surah Al – Tatfif dan Surah At Tur) .

Neraka ini dipegang ( ditahan ) oleh tujuh puluh ribu tali , dan setiap talinya di pegang oleh tujuh puluh ribu malaikat .

Penghuni neraka terbanyak disebutkan di dalam salah satu hadist , bahwa penghuni neraka yang terbanyak adalah dari kalangan perempuan . ” …

Orang – orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka maka ketika saya berdiri di dekat pintu neraka tiba – tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang – orang perempuan.

 

INILAH MOZAIK

 

 

—————————————————————-
Artikel keislaman di atas bisa Anda nikmati setiap hari melalui smartphone Android Anda. Download aplikasinya, di sini!

Alat-alat Penyembur Api Neraka Telah Disiapkan

SUATU hari, Jibril mendatangi Nabi Suci Muhammad shalallaahu ‘alaihi wa sallaam dengan wajah yang sedih dan murung.

“Wahai Muhammad,” kata Jibril, “bagaimana mungkin aku tidak murung padahal hari ini aku melihat alat-alat penyembur api neraka telah dipersiapkan.”

Jibril kemudian menuturkan bahwa Allah memerintahkan neraka untuk membakar alat-alat itu selama seribu tahun hingga merah membara. Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk membakarnya lagi selama seribu tahun hingga putih menganga.

Lalu, Allah memerintahkannya untuk membakarnya selama seribu tahun lagi hingga menjadi hitam legam membara. Jika sebagian sangat kecil darinya diteteskan ke dunia ini, panasnya akan melelehkan seluruh jagat raya.

Jika setetes dari zaqqum (sebuah pohon di neraka, yang disebutkan dalam Alquran untuk mengungkapkan pahitnya) dan dhari’ (benda yang lebih pahit dari pohon gaharu, lebih busuk dari bangkai dan lebih panas daripada api, yang akan menjadi makanan orang-orang yang terkutuk) menetes di sumber air bumi, setiap orang akan mati karena busuknya.”

Sumber: Kabar Gembira bagi Pendosa, Musa Kazhim & Alfian Hamzah (2012)

MOZAIK

Masuk Surga Meski Ia Berzina dan Mencuri

DIRIWAYATKAN oleh Imam Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka berdua, dari Abu Dzar al- Ghifari radhiyallahu anhu ia berkata, “Ketika aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di jalan kota Madinah menuju Uhud beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar!”

Labbaika, ya Rasulullah.” Jawabku. Nabi bersabda, “Aku tidak senang sekiranya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu setelah tiga hari masih tertinggal satu dinar padaku selain untuk membayar hutang. Aku pasti membagi-bagikannya kepada hamba-hamba Allah seperti ini.” Beliau membentangkan tangannya ke kanan dan ke kiri, kemudian ke belakang. Kemudian beliau berjalan dan bersabda, “Ingatlah, orang yang banyak harta itu yang paling sedikit pahalanya di akhirat, kecuali yang menyedekahkan hartanya ke kanan, ke kiri, ke muka, dan ke belakang. Tapi sedikit sekali orang berharta yang mau seperti ini.”

Kemudian beliau berpesan kepadaku, “Tetaplah di tempatmu, jangan pergi kemana-mana hingga aku kembali.” Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pergi di kegelapan malam hingga lenyap dari pandangan. Sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam aku mendengar gemuruh dari arah beliau pergi. Aku khawatir jika ada bahaya yang menghadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ingin rasanya aku menyusul beliau! Tapi aku ingat pesan beliau, “Tetaplah di tempatmu, jangan pergi kemana-mana!”

Akhirnya beliau kembali. Aku menceritakan tentang suara gemuruh yang kudengar dan kekhawatiranku terhadap keselamatan beliau. Aku menceritakan semuanya kepada beliau. Lalu beliau bersabda, “Itu adalah malaikat Jibril alaihissalam. Ia menyampaikan kepadaku, “Barang siapa di antara umatmu yang mati dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu sesuatupun, maka ia pasti akan masuk surga.”

Aku bertanya, “Meskipun ia berzina dan mencuri?”
“Meskipun ia berzina dan mencuri!” Jawab Beliau. (HR. Muttafaqun Alaih)

 

[Sumber: Majalah Al-Ibar, edisi III]

MOZAIK

Neraka Ditampakkan di Padang Mahsyar

KITA mengetahui dan mengakui kebenaran adanya tempat lain yang akan kita singgahi setelah dunia ini, yakni alam akhirat. Hanya, sebelum sampai ke tempat itu, ada beberapa fase tempat yang akan kita lewati.

Salah satunya ialah padang mahsyar.Padang mashyar merupakan tempat dikumpulnya seluruh manusia di muka bumi ini, dari mulai penghuni pertama muka bumi hingga penghuni terkahir di muka bumi. Ada berbagai macam jenis manusia dan tentunya itu yang menentukan keadaan mereka di sana.

Ada satu hal yang membuat orang-orang berdosa gemetar karena merasa sangat takut akan tempat yang ia singgahi nantinya. Apakah itu? Yakni ditampakkan neraka. Hal ini disaksikan oleh umat manusia.

Allah SWT berfirman, “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu,” (QS. Al-Fajr: 23).

Muslim berkata di dalam kitab Shahihnya, Umar bin Hafsh bin Ghiyats bercerita kepada kami, ayahku bercerita kepadaku, dari Al Ala bin Khalid Al Kahil, dari Syaqiq, dari Abdullah bin Masud, Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari itu neraka Jahannam didatangkan dengan 70 ribu utas tali kekang, setiap tali kekang terdapat 70 ribu malaikat yang menyeretnya.”

Yang demikian ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi secara marfu, dan juga diriwayatkan dari jalur lain oleh Tirmidzi dan Ibnu Jarir secara mauquf. []

Sumber: Bencana dan Peperangan Akhir Zaman Sebagaimana Rasulullah SAW Kabarkan/Karya: Ibnu Katsir/Penerbit: Ummul Qura

 

MOZAIK

Rasul: Jagalah Diri dari Neraka Meski dengan Kurma

BARANGKALI, generasi muda saat ini tidak memahami nilai harta bagi keluarga mereka sebab mereka masih hidup di bawah tanggungan biaya keluarga. Adapun mereka, generasi muda sahabat, sangat dermawan menginfakkan harta meskipun hanya sedikit yang mereka miiki. Bahkan, sebagian di antara mereka ada yang rela melewati malam dalam kondisi lapar. Bahan, makanan untuk diri dan keluarganya ia infakkan di jalan Allah.

Alangkah bagusnya bila generasi muda melatih dirinya berinfak dan berderma. Yang menjadi tolak ukur bukan besaran harta yang diinfakkan, melainkan niat tulus yang dengannya mereka mendermakan sedikit harta yang dimiliki. Jumlah yang sedikit ini teramat besar di sisi Allah. Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Begitulah perilaku yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada para sahabatnya, yakni ketika beliau bersabda,

“Tidak seorang pun di antara kalian kecuali dia akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Tidak ada penerjemah antara dirinya dengan Allah. Kemudian ia melihat ternyata tidak ada sesuatu pun yang ia persembahkan. Selanjutnya, ia menatap ke depan ternyata neraka telah menghadangnya. Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang bisa menjaga diri dari neraka, meski hanya dengan (memberikan) sebelah kurma (maka lakukanlah).”

Menurut riwayat yang lain, “Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan perihal neraka. Lalu beliau memohon perlindungan darinya dan memalingkan wajah beliau. Beliau kembali menyebutkan perihal neraka, lalu memohon perlindungan darinya dan memalingkan wajah. Syubah berkata, Untuk dua kali tindakan yang beliau lakukan, aku tidak meragukannya. Kemudian beliau bersabda, Jagalah diri kalian dari neraka meski hanya dengan (menginfakkan) sebelah kurma. Biarpun yang tidak mendapatkannya, maka hendaknya ia mengucapkan kata-kata yang baik.”

[Sumber: Biografi Generasi Muda Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy, Zam-Zam]

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2371982/rasul-jagalah-diri-dari-neraka-meski-dengan-kurma#sthash.Lcgvr8qQ.dpuf

Janji Rasulullah kepada Pembaca Kalimat Pendek Ini

Neraka adalah tempat terburuk dan penuh rasa sakit. Diperuntukkan buat mereka yang hidup bergelimang dengan dosa di dunia. Penuh kobaran api yang panasnya sungguh dahsyat. Batu yang dilemparkan ke dalamnya baru akan mencapai dasarnya 70 tahun kemudian. Bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Serta minuman buat para penghuninya adalah air kental yang berbau busuk dan membakar.

Sebagai manusia yang beriman tentunya kita tidak akan pernah mau dijerumuskan ke dalam neraka karena dosa-dosa yang telah dilakukan. Rasulullah saw pun tidak pernah rela umatnya menjadi bahan bakar neraka. Oleh karenanya Rasulullah saw seringkali bicara dalam nada tarhib (peringatan) kepada para sahabat agar berhati-hati dengan amalan-amalan ahli neraka yang akan menjerumuskan mereka kepada siksa.

Selain itu Rasulullah SAW banyak memberikan cara kepada umatnya agar terhindar dari lubang yang sangat dalam itu. Salah satunya dengan doa perlindungan seperti yang ada pada sebuah hadits hasan berikut ini.

Dari Alharits bin Muslim Attamimi ra, ia berkata: Nabi saw bersabda kepadaku: “Apabila kamu selesai salat Subuh maka ucapkanlah sebelum berbicara: “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Allahumma ajirni minannar)”, tujuh kali; karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada harimu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka, dan apabila kamu selesai salat Magrib maka ucapkanlah sebelum berbicara, “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Allahumma ajirni minannar)”, tujuh kali; karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada malammu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka.”

 

Dalam kitab Almuntaqa min KitabAttarghib wa Attarhib Lil Mundziri karya Dr. Yusuf Alqaradhawi, disebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Nasa’i, lafaz ini baginya, dan Abu Dawud dari Alharits bin Muslim dari bapaknya Muslim bin Alharits. Alhafizh Almundziri berkata: “Ia benar, karena Alharits bin Muslim adalah tabi’i. Abu Zar’ah dan Abu Hatim Arrazi mengatakannya.” Catatan kaki dalam kitab itu tertulis: Alhafizh berkata, “Ia adalah hadis hasan (sumber yang lain sama yakni Syarh Alazhar, hal.68).”

Hadits ini mengajarkan kepada kita beberapa hal. Pertama, berlindung dari api neraka dapat dengan berdoa menggunakan kalimat yang pendek dan bisa dihafal dengan mudah serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Langsung pada tujuan dan sasarannya. Tidak seperti kebanyakan doa pada manusia zaman sekarang yang bersajak-sajak dan berlebihan.

Kedua, Islam mengajarkan umatnya untuk berlaku istikamah. Bahwa doa ini menuntut kepada pembacanya untuk dibaca setiap hari dan malam. Cukup membacanya sebanyak tujuh kali setelah salat Subuh dan Magrib.

Ketiga, sifat menepati janji melekat pada semua nabi dan tentunya Rasulullah SAW. Manusia mulia ini memberikan jaminan bahwa Allah akan melindungi dari api neraka jika si pembaca kalimat ini meninggal di hari atau malam itu.

Semoga kita terhindar dari siksa api neraka.

Wallahua’lam bishshawab.

 

 

[Riza Almanfaluthi/BersamaDakwah]

Ilustrasi Neraka dan Permohonan Ampunan

TENTUNYA kita pernah melihat seorang pelaku kejahatan yang habis dipukuli masa hingga babak belur. Bagaimana kiranya ketika kita bayangkan bahwa yang dipukuli itu adalah kita? Sungguh kita anggap kejadian tersebut sebagai suatu kemalangan yang luar biasa. Ingatlah bahwa Allah Ta’ala mengajarkan manusia dengan hikmah, namun hanya sedikit saja manusia yang dapat memahaminya. Sungguh, apa yang sedang diperlihatkan oleh kita melalui penyiksaan para pelaku kejahatan adalah salah satu ilustrasi dari siksaan yang akan Allah Ta’ala timpakan kepada manusia berdosa di akhirat kelak.

Bayangkan seorang pelaku kejahatan, misalkan pencuri sepeda motor yang dipukuli masa dikarenakan salah satu ulahnya, yaitu mengambil harta orang lain dengan batil. Pencuri itu dihajar dengan berbagai jenis pukulan dengan tingkatan kekuatan yang beragam, pukulan demi pukulan ia rasakan dalam jangka waktu tertentu, yang mungkin saja terjadi 20 menit namun sudah membuat si pencuri mengalami rasa sakit yang berminggu-minggu.

Namun ingatlah, bahwa rasa sakit di dunia ini adalah fana, lambat laun rasa sakit akan hilang dan tubuh yang remuk akan kembali pulih, hukuman penjara yang divoniskan memiliki jangka waktu tertentu, sehingga seorang residivis (seseorang yang sudah beberapa kali masuk penjara) mengatakan bahwa “selama apa pun kita dipenjara tetap ada waktunya, kalau sudah saatnya pulang, pasti akan dipulangkan”.

Bagi seseorang yang berpikir melewati batas-batas pemikiran manusia akan menyatakan bahwa “bagaimana jika saya dipukuli seperti itu dengan pukulan yang jauh lebih menyiksa (pukulan malaikat), dengan waktu yang tak dapat terhitung (akhirat yang kekal), dan dengan jumlah kesalahan (dosa) yang dihukumi lebih banyak”. Menangislah kita dengan tangisan kemalangan yang sudah tidak lagi berguna.

Beberapa dalil berikut mungkin dapat membuat kita menjelajah neraka melalu alam bawah sadar, PERHATIKANLAH! Dikatakan dalam Hadist Qudsi: “Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum. Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.

“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7).

Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Saya memastikan diri saya dan sahabat sekalian, tidak akan ada di antara kita yang mampu menahan siksaan di neraka yang jauh melampaui berbagai siksaan yang terberat sekalipun di dunia. Oleh karenanya, cukuplah siksaan bagi seorang pelaku kejahatan menjadi pelajaran bagi kita bahwa ILUSTRASI NERAKA di dunia telah diperlihatkan dari Allah Ta’ala TUHAN yang Maha Bijaksana, tidak kah kita menyadarinya? Tidak kah kita merasa bahwa kita penuh dosa akibat lalai dalam melaksanakan kewajiban sebagai hamba? Tidak kah merasa bahwa kita penuh dosa akibat tidak mengindahkan segala larangannya? Maka kembalilah kepada jalan Allah Ta’ala yang penuh pengampunan wahai diri yang penuh dosa.

Saya tutup artikel ini dengan doa memohon ampunan. Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta alamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa amdii, wa kullu dzalika indii”. (Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan).

Wallahu a’lam. [Oleh Maulana Ishak, S.Pi. Alumni MPS IPB angkatan 43, Relationship Management Rumah Zakat, EX Staff Khusus Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Danuri, MS.]

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2361810/ilustrasi-neraka-dan-permohonan-ampunan#sthash.VZAf3BqH.dpuf

Bisakah Kita Masuk Surga Tanpa ke Neraka Dahulu?

PERTANYAAN ini tentu sering diajukan oleh berbagai macam orang atau bahkan menggelitik perasaan kita sendiri. Apakah kita sebagai seorang muslim sudah pasti masuk surga? Apakah kita harus “dicuci” terlebih dahulu di neraka baru diperbolehkan mencicipi surga? Atau bagaimana caranya agar kita masuk surga tanpa harus ke neraka terlebih dahulu?

Menurut Ustaz Ahmad Sarwat Lc, mungkin saja ada orang yang masuk surga langsung, tanpa harus masuk ke neraka lebih dahulu. Dan orang-orang seperti itu bukan terbatas pada nabi dan rasul saja.

Di masa nabi shallallahu ‘alaihiw asallam, ada seorang wanita yang berzina lalu hamil. Namun dia bertobat dan minta dihukum rajam hingga mati. Ketika jenazahnya sudah tergelatak, Umar bin Al-Khattab mencacinya, namun dicegah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam malah mengatakan bahwa wanita ini telah diampuni semua dosanya dengan kualitas tobat yang cukup untuk dibagikan kepada 70 ahli Madinah.

Di dalam Alquran bertabur ayat yang menggambarkan orang-orang yang meninggal dan langsung masuk surga, tidak perlu mampir di neraka. Banyak caranya, tapi kunci utamanya hanya satu, yaitu mati dalam keadaan tidak punya dosa apapun. Kalau pun ada dosa, hanya sedikit dan bisa tercover dengan pahala amalan yang sangat banyak.

Tidak Ada Jaminan Langsung Masuk Surga

Tidak ada seorang pun yang dijamin untuk langsung masuk surga, kecuali hanya para nabi dan rasul saja. Para sahabat nabi yang mulia, para tabi’in, tabi’it tabi’in, para ulama besar sepanjang sejarah termasuk para orang saleh yang masyhur, tidak ada satu pun yang pernah ada yang menjamin mereka pasti masuk surga, tanpa lewat neraka.

Sebab semua itu rahasia Allah Ta’ala, akan seperti apa nasib kita di akhirat nanti. Boleh jadi seseorang di dunia ini dikenal sebagai orang yang saleh di mata manusia, tapi di mata Allah Ta’ala belum tentu saleh. Boleh jadi dia punya amal yang banyak, tapi siapa yang tahu kalau amalnya itu sia-sia, atau tidak diterima, atau habis karena harus menebus banyak kesalahan dan dosa yang tidak terlihat di mata manusia.

Semua itu adalah misteri ilahi, tidak ada yang tahu dan bisa menilainya di dunia ini, kecuali hati nurani masing-masing dan tentunya Allah Ta’ala. Namun di balik semua itu, kita pun juga tidak boleh berburuk sangka kepada Allah Ta’ala. Sebab selain sifat-Nya Yang Maha keras siksa-Nya, Allah Ta’ala juga tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang.

Maka mintalah ampun tiap hari dan sepanjang masa, atas semua dosa yang kita lakukan. Baik yang kita sengaja atau pun yang tidak kita sengaja. Baik yang kecil maupun yang besar. Kalau nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang dijamin tidak punya dosa itu saja masih minta ampun sehari tidak kurang 100 kali, maka bagaimana dengan kita?

Yang penting sekarang ini kita berserah diri kepada semua yang telah Allah perintahkan, serta menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya. Bahkan kita pun tidak boleh memandang enteng orang yang ‘biasa-biasa’ saja. Mungkin di dunia ini tidak pernah dikenal sebagai orang yang banyak amalnya, tetapi ternyata di akhirat mendapat perhitungan yang dimudahkan Allah, sehingga masuk surga langsung dengan mudahnya.

Maka posisi kita haruslah berada antara dua perasaan, yaitu khauf (takut) dan raja’ (harapan). Takut atas ancaman masuk neraka karena banyak dosa. Dan harapan akan mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah. Keseimbangan di antara keduanya akan melahirkan iman yang kuat dan rasa cinta yang mendalam kepada Allah.

Sebaliknya, kalau hanya takut saja, akhirnya akan menjadikan kita selalu berputus asa. Kalau hanya harapan saja, bisa-bisa kecewa di akhirat nanti dan di dunia ini tidak pernah takut dosa. Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2355733/bisakah-kita-masuk-surga-tanpa-ke-neraka-dahulu#sthash.11cs9cDu.dpuf

Murid Tercerdas, Tapi Masuk Neraka

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa salah satu murid Fudhail bin ‘Iyadh tengah menghadapi sakratul maut. Kemudian gurunya itu duduk di sebelah kepalanya dan membacakan surah Yasin.

Mendengar bacaan ayat Qur’an dari gurunya, si murid pun berkata, “Wahai guruku, jangan baca surah itu!”

Gurunya kemudian diam dan mencoba membimbing muridnya yang sedang sekarat untuk membaca kalimat Syahadat, “Muridku, katakanlah Laa ilaaha illallaah.”

Lantas si murid menjawab dengan gusarnya, “Tidak! Aku tidak akan mengucapkan kalimat itu.” Dan seketika, dia meninggal dunia tanpa melafalkan sepatahpun kalimat syahadat.

Padahal Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam pernah bersabda:

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah laa ilaaha illallaah, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud)

“Talqinkanlah (tuntunkanlah) orang yang akan meninggal di antara kalian dengan bacaan: laa ilaha illallaah.” (HR. Muslim)

Mengetahui bahwa dirinya tak dapat membimbing muridnya saat sakratul maut, Fudhail pulang ke rumahnya, beliau menangis selama empat puluh hari dan tidak keluar rumah.

Dalam mimpinya, Fudhail melihat muridnya diseret ke dalam api neraka, beliau bertanya, “Kenapa Allah memperlakukanmu seperti ini, sementara kamu termasuk muridku yang paling cerdas?”

Muridnya menjawab, “Karena tiga hal: Pertama, suka memfitnah (mengadu domba). Kedua, memendam dengki kepada orang lain. Ketiga, aku memiliki penyakit, lalu aku menemui seorang dokter. Ia menyarankan kepadaku untuk meminum secangkir khamar setahun sekali jika ingin sembuh. Kemudian, aku terbiasa meminumnya.”

Itulah kisah yang dialami oleh murid tercerdas dari Fudhail bin ‘Iyadh, karena Allah menilai hati dan perbuatan kita seluruhnya, baik yang tampak maupun tidak dari mata manusia. Sungguh, Allah adalah Dzat Yang tak pernah tidur. (DOS)

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2287635/murid-tercerdas-tapi-masuk-neraka#sthash.1NBSAyWl.dpuf